1 Januari Finger Print Diberlakukan – infotanahlaut.com
IPTEK

1 Januari Finger Print Diberlakukan

INFOTANAHLAUT.COM-Terhitung sejak tanggal 1 Januari 2019 mendatang di berlakukan absensi sidik jari (Finger Print) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di 45 buah SKPD termasuk sampai ke kantor kelurahan. Saat sekarang masih dilakukan uji coba alat absensi sidik jari tersebut di beberapa SKPD sebagai sampelnya di samping untuk memantau arus lalu lintas (Traffic) koneksi jaringan, karena memang untuk server finger print berada di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai sentralnya jaringan finger print. Alat absensi sidik jari di kantor Sektretariat Daerah (Setda) sendiri di pasanag 8 buah mengingat jumlah ASN nya cukup banyak.
Kasi Infrastruktur dan Teknologi Haderiansyah pada Diskominfo Tala, Kamis (29/11/2018) mengatakan, Diskominfo sebagai tim teknis bidang Teknologi Informasi (TI) yang di tunjuk sejak di bentuknya Tim Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Jadi Diskominfo adalah bidang yang memfasilitasi dari segi Infrastruktur maupun perangkat.
Haderiansyah menambahkan Infrastruktur teridiri dari jaringan dan server. Perangkat pendukung contohnya sidik jari dan aplikasi penghubungnya. Mungkin target separo dari pemasangan finger print di SKPD di dalam tahap uji coba. Finger print sendiri khusus berlaku bagi ASN dan tidak berlaku bagi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di sebuah SKPD.
Namanya barang eletronik, sudah pasti ada kendala yang di hadapi. Soal kendala-kendala bagi operasional Finger Print lanjut Haderiansyah adalah listrik padam, namun kalau listrik padam sekitar 3 sampai 5 jam masih bisa di tahan baterai PF nya, akan tetapi kalau internetnya mati, maka akan menunggu koneksi terhubung baru data akan terkirim. Data yang terekam di finger print selanjutnya di gabung dengan data kinerja.
Tingkat kehadiran ASN secara sistem bisa di lihat setiap hari. Semetara kapasitas server untuk finger print sebesar 3.600 gb merek Xeon Dual Prosessor hdd 3,6 tb. Kapasitas 3.600 gb tersebut di bagi dengan server lain secara virtual atau 1 server bisa untuk 10 virtual mesin (komputer).
Di jelaskan, untuk server mungkin tergantung dari masing-masing SKPD permintaannya seperti apa, dari Diskominfo akan memfasilitasi permintaan tersebut, misalnya punya aplikasi A yang harus di onlinekan maka Diskominfo akan menyiapkan dari segi perangkat. Tim IT TPP untuk aplikasi e-kinerja juga di kerjakan oleh tim IT aplikasi yang personilnya terdiri dari ASN BKPSDM, Disdukcapil, Disdikbud dan Inspektorat.
Diakui, di ruang kerja bagian E Goverment yang ada di Diskominfo tidak layak untuk sebuah tempat kerja, pasalnya di ruang kerja tersebut masih menyatu dengan ruang sever. Di ruang tersebut ada beberapa buah server yang sudah online di antaranya Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), BKPSDM untuk aplikasi kinerja, sistem informasi PTT dan aplikasi absen. Kemudian data kelurahan menyangkut pelayanan, satu data Tanah Laut, Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Daerah (SIMDA) Bappeda dan yang lainnya.Tung

3
75%
like
1
25%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook