PUBLIK

2 Warga Jadi Korban Banjir Bandang

INFOTANAHLAUT.COM-Adanya laporan dari aparat Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari yang di landa banjir, telah membawa 1 korban warga yang mengalami patah kaki kanan, dan 1 warga lagi mengalami sesak nafas dan kelelehan akibat tercebur di genangan banjir serta berusaha untuk menepi.
Proses evakuasi warga yang hanyut di sungai desa setempat akibat banjir bandang melibatkan tim regu penolong baik dari Basarnas, PMI, Relawan Respon Cepat (113) Tala, dan TNI. Korban lainnya juga ada dan mengalami sesak nafas karena kelelahan berenang dan berusaha menepi akibat banjir bandang. Banjir yang datang pada Jum’at (9/11) pukul 03.00 wita kemarin di picu tingginya curah hujan di bulan November 2018 sehingga kiriman air yang menuju Desa Panjaratan pun volumenya cukup banyak dan tidak tertampun badan sungai.
Proses evakuasi warga yang menjadi korban banjir bandang pun menerjunkan 2 buah perahu, 1 perahu karet milik Basarnas dan 1 perahu viber dari TNI. Kedua perahu pun mengangkat warga yang berada di sungai dan membawanya ke daratan. Udin, warga setempat yang mengalami patah kaki pun harus di lakukan langkah pertolongan pertama dari tim medis rumah sakit dengan memasangkan alat bantu pada kaki kanannya yang patah, sementara Kaspul warga setempat yang mengalami sesak nafas harus di berikan pertolongan awal dengan cara penekanan di bagian jantung dengan kedua telapak tangan dan di bantu alat getar pacu jantung oleh anggota Basarnas dan medis rumah sakit. Setelah keduanya mendapat tindakan awal pertolongan, tim RC 113 Tala dan PMI Tala pun mengevakuasi menggunakan unit ambulan menuju rumah sakit.
Musibah banjir pun kian meluas,warga setempat berupaya mengungsi. Oleh BPBD Tala pun di siapkan tenda ukuran besar untuk para pengungsi di sebuah lokasi yang di nilai aman.
Dalam kondisi di rundung masalah, urusan perut acap kali tidak bisa di ajak kompromi. Salah seorang warga korban banjir yang sementara tinggal di tenda pengungsian pun mulai resah. Masalah makan yang telat memicu kemarahan warga di tenda pengungsian. Beberapa warga pun menuju dapur umum yang di sediakan BPBD sambil berteriak-teriak lapar karena pihak dapur umum terkesan lambat dalam mendistribusikan makanan ke korban bencana banjir.
Ketegangan salah seorang pemuda warga pun memuncak saat menuju dapur umum. Ia bersikeras untuk dapat makan dan mencoba masuk ke dalam dapur umum sambil berteriak-teriak lapar. Namun aksinya dapat di cegah oleh beberapa anggota Shabara Polres Tala yang melakukan pengamanan, akan tetapi pemuda itu tetap ngotot masuk ke dapur umum. Melihat pada kondisi demikain Polisi pun mengamankan pemuda tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, dan membawanya ke mobil patroli karena ulahnya yang bisa membahayakan warga lainnya yang sudah antri di depan dapur umum.
Pasca banjir, pemandangan miris pun terlihat manakala ada seorang laki-laki dewasa yang terlihat stres karena keluarganya hilang saat banjir, dan ia coba di tenangkan anggota Orari dan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) di posko banjir. Pemuda itupun di bawa ke posko kesehatan guna mengecek kesehatannya.
Sementara untuk menggurangi rasa trauma karena banjir, beberapa personil dari PMI memberikan permainan kepada anak-anak warga korban banjir yang sementara di tampung di tenda pengungsian.
Semua gambaran di atas merupakan simulasi dari kegiatan BNPB Pusat terhadap antisipasi datangnya banjir di Kabupaten Tanah Laut, utamanya banjir bandang yang kerap mengancam, dan Desa Panjaratan merupakan desa yang rawan akan serangan banjir bandang.
Sebelum simulasi di awali dengan apel bersama dan apel di buka bupati Tala H.Sukamta, Jum’at (9/11/2018) kemarin di lapangan sepak bola Desa Panjaratan.
Pada apel tersebut bupati Tala mengatakan, geografis Tala yang kerap menjadi langganan banjir, maka menjadi satu tantangan untuk mengurangi resiko banjir tahun 2018, bahkan di beberapa tahun yang lalu ada 1 rumah di Desa Sungai Bakar Kecamatan Bajuin yang hanyut oleh arus banjir bandang. Tala sebagai kabupaten yang di tunjuk untuk menyusun kesiapan antisipasi banjir lewat kontijensi banjir dai BNPB sangatlah tepat. Uji lapang perlu dilakukan jika terjadi banjir sehingga semua elemen yang terlibat bisa mengacu pada SOP dan Protap. Berharap tidak terjadi banjir, kalau toh banjir juga sudah ada langkah antisipasi minimal mengurangi resiko korban.
“Uji lapang berharap melakukan penanganan kepada korban banjir yang tepat sasaran, untuk melatih masyarakat dalam kesiap siagaan menghadapi masalah banjir,”kata bupati Tala.
Turut berhadir di kesempatan tersebut Dandim 1009 Pelaihari Letkol Infanteri Bagus Budi Adrianto, Asisten Bidang Tata Pemerintahan Tala H.Bambang Kusudarisman, Fasilitator Pusat BNPB Ujang Dede Lesmana.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook