PEMERINTAHAN

2017, Musrenbang Terakhir Visi Dan Misi Bupati

INFOTANAHLAUT.COM-Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk menyusun program di tahun 2018 mendatang, telah di bahas bersama pada bulan Maret 2017 lalu di gedung Balairung Tuntung Pandang, baik bersama unsure pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, LSM, pelaku dunia usaha, serta dari akademisi.
Pelaksanaan musrebang dengan dasar adanyaUndang-Undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan nasional, maka musrenbang memiliki maksud dan tujuan untuk menyelaraskan arah pembangunan Kabupaten Tanah Laut dengan sasaran provinsi Kalimantan Selatan, mempertajam indikator kinerja program dan kegiatan prioritas daerah, serta menyepakati program kegiatan prioritas daerah.
Sudah barang tentu, nara sumber dalam musrenbang pun yang berkompeten langsung seperti dari Pemprov Kalsel yang menyajikan tentang kebijakan dan prioritas dalam RKPD provinsi Kalsel tahun 2018, BPKAD Tanah Laut tentang skenario anggaran tahun 2018, Bappeda Tala yang mengenai RKPD tahun 2108 berdasarkan kewilayahan.
Sebelumnya, tahapan musrenbang berada di tingkat desa, kecamatan, Forum Perangkat Daerah hingga sampai ketingkat kabupaten.
Seperti halnya penyampaian pokok dari DPRD Tala, secara umum point-point yang di sampaikan yakni musrenbang merupakan tahapan dalam penyusunan APBD, termasuk di dalamnya pola piker dari DPRD. Pola piker dilaksanakan pada masa reses dengan cara hearing dan mengikuti musrenbang di 11 kecamatan. Perencanaan dari setiap desa, perencanaan dari SOPD, dan pola pikir dari DPRD merupakan tahapan perencanaan dalam pembangunan, karena pembangunan akan berhasil apabila perencanaannya baik. Tahun ini merupakan tahun ke-4 dari visi dan misi bupati atau sebagai musrenbang terakhir untuk bupati dan wakil bupati, untuk itu semua stake holder apakah harus dapat mengevaluasi kinerja pembangunan sampai dengan tahun terakhir, apakah sudah sesuai dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati.
Dari catatan DPRD sendiri ada menyoroti soal pendidikan, kesehatan, SDA, pertanian dan perkebunan, pertanahan, dan keagamaan.
Pada pendidikan, perlu peningkatan kualitas mutu pendidikan itu sendiri, apalagi di Kabupaten Tanah Laut sudah berdiri sekolah bertaraf nasional, salah satunya Politeknik Tala sebagai bentuk vokasi mempersiapkan SDM yang berkualitas.
Di kesehatan, perlunya memperbaiki mutu pelayanan kepada pasein. Pembangunan rumah sakit tipe B yang tetap di kawal agar terjadi akselerasi dalam pemenuhan target pembangunan sebagai bentuk peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Sementara soal SDA, di Kabupaten Tanah Laut sangat melimpah, namun belum di nikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, itu sebabnya perlu di gali potensi lain yang tidak hanya mengekploitasi mineral, namun menggali sektor yang bisa di rasakan masyarakat seperti sektor pariwisata dan pelabuhan.
Masalah pertanahan juga perlu di sikapi, kelak itu akan menjadi bom waktu jika tidak segera di selesaikan, semisal akses Desa Tebing Siring menuju Kabupaten Tanah Laut yang melalui perkebunan PTPN XIII sepanjang 7 km, akan tetapi karena milik perusahaan maka tidak bisa di asplakan, perlulah solusi yang di temukan dan di bicarakan bersama. Dan pada keagamaan perlunya di dukung keberadaan pondok pesantren untuk memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook