PEMERINTAHAN

2018, Bina Marga Punya PR Perbaikan Jembatan

INFOTANAHLAUT.COM- Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPURP) Kabupaten Tanah Laut utamanya pada bidang Bina Marga bakal di sibukkan dengan adanya perbaikan jembatan-jembatan di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2018 mendatang. Perbaikan jembatan tersebut ada yang kategori rusak ringan, sedang dan bahkan berat.

Satu sampel, dari sekian jembatan yakni jembatan rangka kayu Ulin di perbatasan Desa Sumber Mulya Kecamatan Pelaihari dan Desa Tajau Pecah di Kecamatan Batu Ampar, kondisi salah satu pagar jembatannya telah hilang, sementara hanya tersisa satu pagar itupun kondisinya sudah goyang.

Salam, kepala Desa Tajau Pecah, Kamis (14/12) saat berada di lokasi jembatan mengatakan, usulan terhadap perbaikan jembatan ini sudah berkali-kali bahkan hampir setiap tahun di usulkan ke dinas terkait, cuma sampai saat ini belum ada tanggapannya, atau mungkin saja usulan sudah masuk tinggal tunggu waktu perbaikannya saja.

“jembatan tersebut menjadi akses utama, dimana yang menikmati jembatan ini hampir 600 kepala keluarga, dulunya ada warga yang terjatuh di jembatan saat melintasi di pagi buta sekitar pukul 05.00 wita sambil membawa karet, entah mungkin karena mengantuk sehingga tidak melihat tidak ada pagar jembatan, namun untungnya tidak menimbulkan korban jiwa. Harapan, agar dinas tehnis segera melakukan perbaikan terhadap kondisi jembatan yang hilang pagarnya itu, di samping di Desa Tajau Pecah juga tran warga Bali yang ada sekitar 300 KK yang memang vital dan perlu dengan akses jalan desa yang lancar lewat jembatan tersebut,” kata Salam.

Sementara itu masih di dalam kawasan Desa Tajau Pecah juga terdapat sebuah jembatan kembali yang kondisinya perlu perbaikan. Jembatan rangka kayu ulin sepanjang kurang lebih 30 meter dengan lebar 4 meter juga mengalami kerusakan.

Pada bagian lantai jembatan bahkan sudah berlobang di bagian kanan dan kiri, sehingga oleh warga di pasang tanda di lobang tersebut, dengan harapan tidak ada yang terperosok ke dalam lobang.

Menyikapi atas rusaknya sejumlah jembatan-jembatan tersebut, Kepala bidang Bina Marga Mirza Fazrina pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan mengatakan, untuk prioritas perbaikan, baik jalan atau jembatan sampai tahun 2020, ada beberapa jembatan yang memang tipikalnya harus dilakukan perbaikan, akan tetapi karena melihat adanya keterbatasan anggaran daerah, jadi di cari yang memang rusak parah di antara yang parah, jadi kepentingan atau urgenya itu memang yang benar-benar harus di perbaiki.

Sementara menyikapi kondisi jembatan di Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar yang mengalami kerusakan dan berada dekat dengan jalan nasional. Jembatan tersebut merupakan akses masuk ke Desa Tajau Pecah, oleh bidang Bina Marga di tahun depan keberadaan jembatan tersebut di perbaiki dengan anggaran yang akan tersedot sebesar Rp 4 milliar.

“karena memang bentang jembatan dengan panjang kurang lebih 30 meter tersebut harus menggunakan struktrur gerder (plat baja), begitu pula pada jembatan di Sungai Rasau Kecamatan Bumi Makmkur yang bentangannya lebih dari bentangan jembatan di Desa Tajau Pecah dengan anggaran sebesar Rp 7 milliar,” jelas Mirza.

Ibu muda ini menambahkan, ada pula jembatan di Desa Damar Lima di Kecamatan Batu Ampar, yang mana jembatan tersebut menjadi akses bagi masyarakat banyak di sana yang rusaknya cukup parah, dan di tahun depan ada 3 jembatan yang dilakukan perbaikan.

Untuk kedepannya lagi tahun 2019 sampai 2020 bidang Bina Marga merencanakan ada beberapa jembatan yakni akses jalan Lok Serapang Kecamatan Pelaihari yang menuju Desa Telaga, mudahan bisa di masukan dalam anggaran dan tidak terkendala dengan keuangan daerah, dan bentangan jembatan juga cukup panjang dengan prediksi anggaran Rp 5 sampai Rp 6 milliar.

“jadi sabar saja warga yang mungkin selama ini menggunakan fasilitas jembatan yang dalam keadaan sekarang rusak atau dalam kondisi seadanya, namun tetap memperhatikan keselamatan serta berhati-hati saat melintas, atau memberi tanda sementara di titik-tiyik yang di anggap membahayakan, sebab proses perbaikan dilakukan tahun 2018, pinta Mirza.

Bidang Bina Marga sendiri juga punya planning (perencanaan) karena ada jembatan yang nantinya akan memecah jalur kemacetan arus lalu lintas di saat-saat momentum libur nasional, liburan sekolah, atau menuju pantai yakni dari jalur Manaran ke Desa Panggung. Kemudian ada lagi beberapa jembatan seperti jembatan Desa Swarangan di Kecamatan Jorong, Desa Sungai Bakau di Kecamatan Kurau.Tung

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook