PEMKAB TALA

2019, Tidak Ada Lagi Rumah Tidak Layak Huni

INFOTANAHLAUT.COM- Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tala (RPJPT) di tahun 2019 mendatang adalah meneruskan program tahun 2018. Dan di tahun ini Bappeda Tala memprogramkan 60 persen dana pemerintah harus ke masyarakat, dimana sudah saatnya menghidupkan UKM yang nantinya akan terlihat hasilnya di tahun 2019, dan di tahun 2019 tidak ada warga Tala yang menempati rumah tidak layak.
Plt kepala Bappeda Tala Nur Tumai Irian Bari, Rabu (21/2) mengatakan, kami terus di genjot menyusun segera program rencana jangka panjang, dan yang sudah dilakukan yakni Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan-kecamatan.
“di bulan Mei ini Musrenbang harus selesai karena akan masuk KUA PPAS, dan diakui sekarang ini RPJMD di luar jabatan bupati, dan dasar penyusunan melanjutkan yang sudah di capai di tahun 2017, pendek kata tetap menjaga ritme pembangunan dan melanjutkan kinerja 2018,” terang Tumai.
Inftrastruktur sudah menunjang, namun tinggal ke manusianya saja lagi, salah satunya Usaha Kecil Menengah (UKM). Saat ini Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bukan hanya sebatas membina tapi memberikan modal usaha, melatih skill dan merketingnya.
Menurut Tumai pula, dengan mengurangi belanja infrastruktur, karena sekarang era yang sudah mengarah kepada manusianya, salah satu contohnya menghidupkan pengrajin-pengrajin, industri rumahan yang kreatif, sehingga kelak menciptakan produk khas Tanah Laut yang full di bantu Pemkab Tala.
Tumai pun berobsesi, menuntaskan rumah tidak layak huni, sehingga di tahun 2019 di Kabupaten Tanah Laut tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Perkembangan Kabupaten Tanah Laut sebagai kota yang mulai berkembang sudah barang tentu di barengi dengan kesiapan kota itu sendiri, atau bagaimana membuat investor atau warga lain memandang sebuah kota itu berkembang.
Salah satu perencanaan fisik kedepan terang Tumai, membuat bundaran besar seperti bundaran di kota Banjarbaru yang lokasinya di simpangan masuk Desa Ujung Batu.
“konsepnya di buat bundaran besar, jalan di perluas, di sisi kanan kirinya, karena konsep tersbut memang tuntutan dari berkembangnya kota Pelaihari, terlebih seiring dengan pembangunan pelabuhan di Swarangan Kecamatan Jorong, dan itupun nantinya kelak pelabuhan selesai tahun 2019 juga akan di barengi dengan penataan kota Pelaihari, salah satunya ruas jalan arah Banjarmasin dari simpang tiga SPBU Angsau sampai gunung Kayangan di perlebar sama seperti jalan yang sudah ada dari tugu PKK (Dekat Polres Tala) sampai depan Kodim 1009,” jelasnya.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook