KESEHATAN

2,5 Tahun Bergelut Dengan Tumor Ganas

INFOTANAHLAUT.COM- Ilmi (43) warga yang tinggal di jalan Al Fatah Matah 2  Rt 17 Rw 3 Kelurahan Karang Taruna, sudah selama 2,5 tahun harus menahan derita tumor ganas yang menempel di leher sebelah kirinya. Ilmi harus selama 2,5 tahun bergelut dengan tumor tersebut, dan terpaksa menjual sepeda motor untuk biaya pengobatan kemoterapi.

Kondisi daging yang menumbuh semakin membesar itu pun akhirnya mengalami pecah-pecah, sehingga darah pun harus bercucuran dan oleh sang istri Norsiah pun dengan sabar membersihkan darah yang menetes dari daging tumor itu menggunakan kertas tisu.

Ilmi secara fisik masih kuat untuk berjalan, hanya saja tidak bisa meneggakan kepalanya lantaran tumor yang menempel itu terasa berat bagi Ilmi.

Ditemui di rumahnya, Minggu (5/11), Ilmi yang duduk di kasur ruang tamu rumahnya bersama isteri menyambut kedatangan Infotanahlaut.com, bersama rekan dari media cetak lainnya.

Nampak jelas, kondisi sebagian tumornya yang sudah terlihat seperti daging yang gosong terpanggang.

Isteri Ilmi, Norsiah menceritakan, kondisi suaminya sudah selama 2,5 tahun, dan hasil diagnose dokter saat awal berobat sebelum membesar seperti sekarang di katakana kelenjar getah bening.

“saran dokter tidak bisa operasi karena kena syaraf mata, dan kalau di operasi benjolannya tambah menyebar, jadi harus melalui kemoterapi saja,” katanya.

Ia menambahkan, untuk proses kemo sendiri sudah sebanyak 28 kali, dan awalnya benjolan hanya sebesar telur ayam, di lakukan pengobatan alternative, herbal dan lain sebagainya juga sudah dilakukan, dan selama kurang lebih 4 bulan membesar dan mengalami pecah. Saat pecah juga sudah 2 kali masuk rumah sakit hingga darah keluar layaknya orang yang melahirkan, mandi darah di rumah sakit. Sementara untuk biaya pengobatan dari dana sendiri, karena ikut BPJS yang iuran sebulannya Rp 125.000, ungkap Norsiah.

Akibat derita tumor ini, Ilmi tidak bisa lagi bekerja di bengkel mobil ikut orang.

“lantaran ikut bekerja di bengkel, adalah sedikit ilmu pengetahuan, dan membuka bengkel sendiri di rumah, namun dalam perjalananya tumor semakin membesar, padahal saat masih bisa kerja tidak peduli dengan kondisi benjolan di leher,” katanya.

Ilmi menambahkan, lama kelamaan terasa nyeri di benjolan, dan memutuskan berhenti bekerja di bengkel dan berobat. Namun, kekhawatiran akan biaya pengobatan, sementara saat ini 1 unit sepeda motor terpaksa di jual untuk biaya pengobatan.

Setelah menjalani kemoterapi 3 kali sudah mulai ada titik kesembuhan, lantas setelah melalui kemoterapi yang ke 6 kalinya tidak bisa di sembuhkan, benjolan membesar dan menjalar ke seluruh bagian leher.

“kalau tidur terkena bantal saja sudah terasa sakit seperti di cengkram orang hingga sampai ke kepala, dan untuk makan pun sudah tidak terasa enak lagi, ” keluhnya.

Ilmi dalam kondisi demikian tidak kuasa berbuat apa-apa lagi.Ilmi sendiri kini memiliki 4 orang anak yakni Sri Hartati, Nasrul, Iqbal Febrianor, dan Septiawan.

Keluaga Ilmi berharap adanya donator untuk ongkos biaya pengobatan tumor ganas tersebut, sementara harta benda Ilmi seperti sepeda motor terpaksa sudah di jual sebagai biaya pengobatan saat kemoterapi di rumah sakit Ulin Banjarmasin 2,5 tahun silam. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Tala H.Junaidi di konfirmasi soal ini menyatakan, kemungkinan sudah stadium lanjut,dan memang satu-satunya pengobatan melalui kemoterapi, jelasnya.Tung

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
1
100%
angry

Komentar Facebook