PUBLIK

28 Tahun Tak Rasakan Mulusnya Jalan Desa

INFOTANAHLAUT.COM-Selama kurun waktu 28 tahun lamanya,masyarakat di Desa Tebing Siring di Kecamatan Bajuin tidak pernah merasakan mulusnya akses jalan menuju desa,karena memang masih berkecamuk dengan perusahaan perkebunan kepala sawit PTPN 13 terkait akses jalan ke desa yang melalui perkebunan kelapa sawit tersebut.
Persoalan ini sudah lama mengendap, dan hal ini pun menjadi atensi komisi 3 DPRD Tala.
Rabu (15/1) sore kemarin,ketua Komisi 3 H.Arkani dan segenap anggotanya pun melihat langsung kondisi jalan yang menjadi polemik warga dan PTPN 13.
Di utarakan Wagiman yang juga seorang guru di UPT SDN Tebing Siring 2. Banyak ke khawatiran warga dengan kondisi jalan jelek ini,contoh saat ada warga yang hendak melahirkan,sudah pasti tidak bisa kecepatan mobil ambulan lewat,karena selain berbatu dan terdapat banyak lobang,khawatirnya malah melahirkan di jalan. Belum lagi para guru-guru yang mayoritas tinggal di kota dan tugas di Desa Tebing Siring yang kerap kali terlambat mengingat kondisi jalannya,apalagi kalau hujan,belum lagi terjatuh di jalan karena licin,sudah di pastikan sampai sekolah bisa pukul 09.00 wita atau lebih.
Jarak tempuh dari jalan raya negara menuju Desa Tebing Siring sendiri kurang lebih 13 km sampai menuju batas ujung desa.
“Berharap kepada pihak yang berwenang naik bupati,DPRD dan PTPN 13 bisa memperhatikan kondisi jalan,warga di sini juga berharap ingin hidup layak dengan desa-desa yang lainnya agar juga mempermudah urusan-urusan pemerintahan,urusan pendidikan serta kesehatan,pertanian,perkebunan,perekonomian dan lainnya.
Hal senada di katakana K.Bagio kepala Desa Tebing Siring,intinya pernah mengajukan proses penghibahan kepada PTPN 13.
Sudah berkali-kali mediasi dengan Pemkab Tala dan PTPN 13 namun tidak membuahkan hasil,maka sempatlah terjadi aksi penutupan jalan oleh warga selama 1 pekan di lokasi perbatasan jalan desa dan PTPN 13 di tahun 2013 lalu.
“Pernah bahkan membawa manager PTPN 13 yang terdahulu (Irwan.red) menghadap bupati pada tanggal 10 Januari 2019,namun di hasilkan bahwa hibah jalan tidak bisa akan tetapi ganti rugi,akan tetapi tidak berapa lama manager PTPN 13 nya pindah. Kembalilah pemerintah desa membuat surat lagi ke manager PTPN 13 dan di tembuskan ke Pemkab Tala dan DPRD Tala sebagai surat tindak lanjutnya. Berharap dari tindak lanjut itulah ada kejelasan mengenai keinginan warga,”papar Subagio.
Sementara itu,manager PTPN 13 Diyar mengungkapkan,dari PTPN 13 pada prinsipnya mendukung selama itu sesuai dengan aturan baik itu dari Kementerian BUMN maupun Pemkab setempat.
“Kalau di atasan dalam hal ini Kementerian BUMN sudah oke,kenapa perusahaan enggak,”tandasnya.
Menyikapi itu ketua Komisi 3 DPRD Tala H.Arkani pun angkat bicara. Soal itu nanti hibah atau ganti rugi yang penting membawa manfaat bagi masyarakat,namun karena jalan milik BUMN maka mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Sudah beberapa kali melakukan rapat bersama SKPD terkait,termasuk sampai di tingkat Direksi PTPN 13 di Pontianak Kalbar,pada prinsipnya perusahaan tidak keberatan akan tetapi menyesuaikan regulasi yang ada. Dan diakui hal ini melalui proses yang panjang karena masuk HGU PTPN 13,dan juga PTPN 13 milik BUMN,”kata Arkani.
Semua tentu memerlukan waktu dan proses yang panjang,namun bagi DPRD Tala berupaya keras melalui anggaran perubahan 2020 ini setidaknya di bentuk badan jalannya terlebih dahulu. Anggarannya pun tidak bisa banyak hanya Rp 200 jutaan dalam anggaran perubahan, dan di tahun 2021 barulah ada realisasinya,tutup Arkani.
Dalam survey jalan melibatkan jajaran Dinas Pekerjaan Umum,Penataan Ruang dan Pertanahan serta staf ahli.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook