PEMERINTAHAN

3.000 Ekor Sapi Keluar Tala Untuk Kurban

INFOTANAHLAUT.COM- Kabupaten Tanah Laut yang menjadi daerah pemasok kebutuhan akan daging sapi, dimana 40 persen kebutuhan daging sapi dari Pasar Hewan Sarang Halang, maka ketersediaan sapi di Kabupaten Tanah Laut untuk kebutuhan lebaran Idul Adha tahun ini sebanyak 1500 sampai 2000 ekor tersedia, sehingga tidak perlu di khawatirkan akan keperluan ibadah kurban sapi bagi masyarakat di Tanah Laut.
Dari ketersediaan sapi sebanyak 5000 ekor, ada sebanyak 3000 ekor yang di pesan atau keluar ke wilayah Kalteng, termasuk ke wilayah Banua Anam di Kalsel.
Kepala dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tala Ir.Suharyo, Rabu (30/8) mengatakan, tahun ini ketersediaan sapi mengalami surplus sebayak 3000 ekor, dan harga pun masih stabil yakni untuk jenis sapi Bali dengan usia 2 tahun dan berat badan mencapai 50 kg seharga Rp 11 juta rupiah, akan tetapi berat badan di atas 50 kg seharga Rp 14 juta rupiah, dan untuk jenis sapi Limosin, Brahman Cros, serta Simental dengan berat badan mencapai 200 kg harga di jual sebesar Rp 25 juta rupiah.
“tim kesehatan hewan sudah di bentuk yang telah melakukan tugasnya baik kepasar hewan maupun ke kandang milik masyarakat guna memeriksa kondisi kesehatan sapi. Hasilnya tidak ada di temukan gangguan kesehatan pada sapi, termasuk adanya juru potong sapi yang sudah di latih selama 1 bulan. Hal ini sebagai antisipasi adanya penyakit pada sapi. Dan yang sulit terdeteksi itu penyakit cacing hati, karena itu dapat di ketahui setelah sapi di potong dan hanya pada bagian hati sapi saja, namun tidak merembet ke organ-organ tubuh lainnya di sapi,”jelas Suharyo.
Sementara itu terkait adanya hibah sapi dari pemerintah Australia kepada Pemkab Tanah Laut sebanyak 111 ekor sapi jenis Brahman Cros, 8 ekor jantan dan 103 ekor betina yang sekarang di rawat di kandang milik Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Di Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang, kini untuk faktor keamanan telah di pasang kandang setrum.
Suharyo menjelaskan, 2 unit kandang setrum di lahan masing-masing 10 hektar tersebut tidak membahayakan atau mematikan sapi, karena begitu sapi terkejut dengan aliran setrum maka sapi tidak akan mendekati lagi, atau istilahnya hanya memberikan efek kejut semata ke sapi.
“setelah 3 bulan berada di dalam kandang untuk proses adaptasi, maka sapi-sapi tersebut di lepas di penggembalaan sapi,” tutupnya.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook