DUNIA USAHA

5 Hektar Untuk Bibit, 20 Hektar Untuk Konsumsi

INFOTANAHLAUT.COM-Obsesi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan menjadikan daerah ini sebagai sentra bawang merah, karena kini lahan seluas 5 hektar yang di gunakan untuk penangkaran bawang merah telah di jalankan dan sebagai bibit bawang merah.

Luas lahan 5 hektar sebagai penangkaran tanaman bawang merah tersebut berada  di Desa Kandangan Lama Kecamatan Panyipatan seluas 2 hektar yang di kelola kelompok tani (Poktan) Bersama, di Desa Ujung Batu Kecamatan Pelaihari seluas 1 hektar di kelola Poktan Sido Mukti, di Desa Sumber Makmur Kecamatan Takisung seluas 1 hektar oleh Poktan Tirta Mulyo, dan di Desa Pemuda Kecamatan Pelaihari seluas 1 hektar di kelola oleh Poktan Usaha Mandiri.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Tala Ahmad Mustahdi, Selasa (21/3) mengatakan, di tahun ini pula, Pemkab mengembangkan kawasan pengembangan bawang merah seluas 20 hektar melalui dana APBN yang tersebar di beberapa kecamatan, dan di kelola oleh 11 buah Poktan.

“kedepanya di lahan 20 hektar sebagai pengembangan bawang merah itulah yang nantinya akan di konsumsi oleh masyarakat di Kabupaten Tanah Laut, dan obsesi ke depan selain hanya pada komoditi jagung, maka komoditi bawang merah pun menjadi tujuan utama sebagai sentra bawang merah di Kalsel,”ucapnya.

Secara nasional, kebutuhan bawang merah mencapai 10 sampai 12 ton, dan untuk produksi bawang merah di Tala barangkali cukuplah berada di 7 sampai 8 ton, kata Mustahdi pula.

Seperti halnya penangkaran bawang merah di Desa Sumber Mulya di Kecamatan Takisung, yang di prediksi dalam kurun waktu 65 hari lagi sudah bisa dilakukan panen.

Terhadap ganguan pertumbuhan bawang merah itu tergantung dari curah hujan. Jika curah hujan tinggi, maka dapat menjadi sumber penyakit bagi tanaman bawang merah, atau biasa di sebut penyakit umbi busuk.

Oleh dinas tanaman pangan, holtikuktura, dan perkebunan Tala dalam mengatasi serangan penyakit umbi busuk itu, telah mempersiapkan penangkalnya secara alami, dan tanpa menggunakan kimia (Pestisida), yakni pola Trikoderma atau pembiakan yang sudah di campur dengan pupuk kandang.

“Sebisa mungkin penggunaan pestisida terhadap tanaman di kurangi,dan lebih cenderung menggunakan cara alamiah,” beber Mustahdi pula.

Terjadinya inflasi tinggi di Tanah Laut adalah memang bawang merah. Jika gelombang pasang atau cuaca buruk, maka pengiriman bawang merah dari pulau Jawa ke Tanah Laut terhambat.

Belajar dari kondisi tersebut, maka bawang merah pun di kembangkan di Tanah Laut, dan berpotensi besar karena kondisi lahan yang subur dan iklim yang bagus, dan budidaya bawang merah sendiri tidaklah sulit, sehingga menjadi harapan di Tanah Laut lah sentranya bawang merah.baz

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook