KECELAKAAN PUBLIK

5 Pekerja Tewas Tertimbun Tanah Galian

INFOTANAHLAUT.COM-Sebanyak 5 orang pekerja di tambang emas dumping di sebuah lokasi penambangan emas yang di sebut warga lokasi Deladak di Desa Bajuin Rt 6 Kecamatan Bajuin tewas setelah kelimanya tertimbun reruntuhan tanah galian setinggi 10 meter.

Lokasi pertambangan yang berada dekat dengan kawasan perkebunan kelapa sawit itu memang cukup sulit medannya di tuju.

Kejadian yang menewaskan 5 orang pekerja tambang emas dumping tersebut terjadi pada Rabu malam (8/2) kemarin sekitar pukul 2:00 wita.

Dari pengamatan di lokasi tambang emas dumping itu, Kamis (9/2) memperlihatkan adanya bekas reruntuhan tanah setinggi 10 meter, sejumlah peralatan alat hisap air dan tempat mengalirkan pasir yang telah di gali serta peralatan lainnya nampak berserakan, di pastikan hal itu terjadi karena pada saat proses evakuasi kelima orang oleh warag sekitar dalam suasana kepanikan. Selain itu sejumlah pondok-pondok untuk tempat berteduh pekerja dan sebagai tempat beristirahat nampak kosong.

Lapisan tanah yang runtuh itu sendiri saat ini masih dalam kondisi labil, dan sewaktu-waktu bergerak kebawah yang di bagian bawahnya sudah terdapat genangan air seperti sungai yang airnya sangat keruh.

Dua alat dumping yang di letakkan mengapung di atas air berikut dengan pipa penyalur pasir yang telah di gali juga masih nampak berada dalam genangan air.

Lebar galian emas yang berbentuk lobang mengangga itu berukuran kurang lebih panjang 50 meter dan lebar 50 meter. Tidak nampak kegiatan penambangan saat itu di titik-titik lobang lain yang tidak jauh dari lokasi reruntuhan, dan di perkirakan ada lebih dari 3 lobang galian yang terdapat di lokasi Deladak itu.

Kelima pekerja yang tewas tertimbun reruntuhan tanah galian tambang emas yakni Noor Ipansyah warga Rt 9, Sarpani Rt 3, dan Abdul Sukur Rt 7 ketiganysa dari Desa Bajuin, dan Ismail warg Rt 1 Desa Tanjung serta Junaidi warga Desa Kunyit kesemuanya dari Kecamatan Bajuin.

Informasi di himpun sebelum 5 pekerja itu tewas menyebutkan, bahwa seperti biasa para korban bekerja dalam melakukan penambangan emas sejak pagi hari, kemudian sempat beristirahat saat siang dan makan siang di pondokan di sekitar lokasi penambangan emas.

Selepas magrib, mereka para korban melanjutkan pekerjaan kembali, namun tidak lama di lobang galian tambang emas mengalami runtuh, sementara posisi mereka berada tepat di bawah reruntuhan tanah.

Mendengar ada suara gemuruh itulah, sejumlah pekerja tambang lain atau di lobang lainnya berusaha sekuat tenaga mencari kelima pekerja yang tertimbun dengan menuruni lobang menggunakan mesin dumping apung yang ada di dasar lobang berair.

Usaha pencarian korban oleh pekerja-pekerja lainnya membuahkan hasil, satu per satu mereka di angkat setelah di gali dengan menggunakan alat gali plus penerangan dari mesin genset.

Kondisi kelimanya sudah tidak bernyawa dan dalam kondisi badan yang kotor akibat lumpur dari reruntuhan tanah.

Malam itu juga kelimanya di bawa ke rumah sakit H Boejasin untuk di visum, dan malam itu juga kelimanya di bawa kerumah duka masing-masing.

Atas peristiwa ini, Kapolres Tala AKP Sentot Adi Dharmawan beserta kasat reskrim AKP Ade Papa Rihi, serta dari pihak Polsek Pelaihari, pada Kamis pagi kemarin melakukan pengamatan langsung di lokasi kejadian.

Polisi langsung melakukan olah TKP, dan sejumlah barang bukti di bawa ke Polres untuk dilakukan penyelidikan.

Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan di lokasi tewasnya 5 pekerja tambang emas itu dalam keterangan persnya mengatakan, bahwa untuk menghindari hal serupa terjadi, maka sementara waktu lokasi pertambangan emas illegal ini di tutup, karena memang ada beberapa lokasi lobang lainnya yang kelihatannya juga sebagai kegiatan penambangan emas.

“saksi-saksi sudah di mintai keterangan, apakah ada unsur kesengajaan atau murni kecelakaan, soal lokasi tambang emas illegal, hal tersebut akan koordinasi dengan  Pemkab Tanah Laut, dan kita sarankan untuk di tutup saja, karena kalau di teruskan melanggar undang-undang dan membahayakan pekerja lainnya, ”jelasanya.

Kelima pekerja itupun di makamkan di pemakaman umum setempat di Desa Bajuin, dan kasusnya tengah dilakukan penyelidikan oleh Reskrim Polres Tala.

Sementara sejumlah barang bukti pun turut di sita di antaranya yakni selang pipa , peralatan tambang lainnya, dan lokasi tambang emas illegal itu di pasang Police Line.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook