PUBLIK

50 Peserta Bahas Kontijensi Resiko Korban Banjir

INFOTANAHLAUT.COM- Secara geografis kondisi Kabupaten Tanah Laut menjadi ancaman bagi serangan banjir. pengalaman dari tahun ke tahun serangan banjir acap kali melanda di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Pelaihaei, Jorong, Kintap, Kurau, dan Bumi Makmur. Prediksi di bulan Oktober sampai Januari mendatang curah hujan akan tinggi, sehingga hal tersebut menjadi ancaman di sejumlah kecamatan yang setiap tahun menjadi langganan banjir, dan yang di khawatirkan adalah banjir bandang yang tanpa di prediksi datangnya.
Banjir bandang bahkan pernah menghanyutkan sebuah rumah di Kecamatan Bajuin pada 2 tahun silam. Derasnya hantaman air sungai kala itu menyebabkan sebuah rumah terhanyut.
Mengantisipasi ancaman banjir bandang tersebut, terutama yang menyangkut keselamatan jiwa warga yang menjadi korban banjir, maka di butuhkan penanganan yang terkomando untuk memberikan penanganan korban banjir atau meminimalisir korban.
Terkait itu selama 5 hari dari tanggal 24 sampai 28 September 2018 lalu di lakukan Work Shop Penyusunan Rencana Kontijensi Menghadapi Bencana Banjir Kabupaten Tanah Laut 2018 yang di gelar di salah satu aula hotel di kota Pelaihari.
Ujang Dede Lesmana, selaku anggota Pokja rencana kontijensi pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat di sela-sela work shop mengatakan, out put yang di inginkan dari work shop agar Kabupaten Tanah Laut punya rencana kontijensi apabila terjadi banjir di waktu-waktu yang akan datang, walau pun berharap tidak terjadi bencana akan tetapi sedia payung sebelum hujan itu lebih baik. Kemudian outputnya lagi bisa menentukan langkah apa untuk bisa mengantisipasi bencana banjir, kemudian juga bagaimana relawan itu juga bisa berlatih materi apa yang bisa di lakukan atas kondisi bencana di daerah ini.
Lebih lanjut ia menambahkan, untuk proses menentukan bencana banjir di Kabupaten Tanah Laut, di situ harus mengumpulkan ancaman bencananya itu apa saja dan harus ada urutannya, sehingga bencana kontijensi yang urgen itu banjir seumpamanya, karena biasanya berdasarkan pengalaman dan masukan dari BMKG di bulan Januari sudah mulai banjir.
Para pelaku atau stake holder bencana seperti Pemerintah, TNI, Polri, masyarakat dan dunia usaha menjadi harapan untuk saling bahu membahu untuk mengurangi resiko bencana dan mengurangi resiko terutama menyangkut korban manusia.
“Berharap peserta work shop punya sebuah forum dengan nama Forum Pengurangan Resiko Becana (FPRB), sehingga apa yang sudah di bangun lewat work shop terkoordinasi dan kerjasama bisa di bangun, sehingga lebih praktis dan sesuai dengan langkah-langkah manajemen yang baik untuk mengurangi resiko bencana,”jelasnya.
Melihat pada lambangnya dari BNPB yang berbentuk segi tiga, hal tersebut menggambarkan adanya kerjasama 3 sektor yakni pemerintah, masyarakat dan swasta dan siapa pun dari 3 sektor ini bisa untuk jadi pemimpin.
Work shop yang di ikuti 50 peserta dari unsur TNI, Polri, KPH provinsi Kalsel, Basarnas Kalsel, SKPD terkait, para camat se Tala, beberapa kades yang di tunjuk karena lokasi desa yang sering mendapat serangan banjir, Orari, Tagana Tala, RC 113, LSM Lingkungan Hidup, Pramuka, Politeknik Tala, Sekda Tala serta BPBD Tala.
Sementara itu Edwin Sihol salah seorang peserta dari relawan Respon Cepat (RC) 113 Tanah Laut merasa sangat banyak manfaat yang di dapat melalui kegiatan work shop tersebut.
“Apa yang belum pernah di dapat akhirnya bisa di dapat lewat work shop, mulai perencanaan, tindakan, alhamdulillah semua di dapat, terlebih ada tim dari koordinasi di semua instansi dan kemudian tim tersebut akan di tuangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup) dalam tim work terhadap bencana banjir kedepan,”kata Edwin.
Ia menambahkan, materi yang di dapat yakni tentang skenario, dampak, peralatan perlengkapan (logistik) hingga cara opearsional di lapangan.
Pasca work shop selanjutnya di susun uji lapang atau simulasi, hal tersebut sangat penting jika sewaktu-waktu terjadi bencana sehingga bisa di implementasikan bersama-sama di samping mensinkronkan dengan teori yang telah di dapat selama work shop.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook