PUBLIK

7 Jam Jalur Trans Dibuat Macet

INFOTANAHLAUT.COM- Selama 7 jam lamanya jalur trans Kalimantan menjadi macet, tepatnya di jalan tanjakan Gunung Rimpi Desa Tampang Kecamatan Pelaihari, dimana 1 unit trailer bernomor polisi plat kuning S 8444 UP dengan beban di perkirakan seberat 40 ton yang membawa tiang pancang beton sepanjang kurang lebih 8 meter dan sebanyak 10 buah tidak kuasa untuk menaiki tanjakan tersebut, Kamis (9/11).

Dalam kondisi hujan yang tidak terlalu deras, beban berat tiang pancang membuat roda pun hanya berputar karena licin saat naik tanjakan. Sang sopir trailer Yusuf warga Komplek Griya Ulin Permai nomor M-19 Rt 3/3 Landasan Ulin Timur Kota Banjarbaru akhirnya memilih berhenti dan oleh teman-temannya membantu dengan mengganjalkan batu ukuran besar di bawah roda belakang dengan maksud agar tidak bergerak karena posisi menanjak.

Yusuf terus mencoba untuk naik, namun posisi beban tiang pancang malah menghalang di tengah jalan, al hasil menutup seluruh badan jalan.

Yusuf pasrah, karena tidak akan mungkin trailernya bisa melewati tanjangan, namun ia terus mencoba agar posisi muatan tidak menutupi jalan dan kendaraan lain bisa lewat. Usaha Yusuf berhasil, posisi cabin trailer dapat sedikit terbuka dan bisa di lewati kendaraan lain satu per satu.

Kemacetan sepanjang kurang lebih 300 meter dari arah Pelaihari pun memanjang, begitu sebaliknya yang dari arah Batu Ampar.

Ada jalur alternatif di dekat trailer yang menghalangi jalan raya itu yakni melewati kebun jagung, namun jalan alternatif pun macet karena gorong-gorong jalan kebun jagung pecah lantaran di lewati arus kendaraan baik truk maupun mobil.

Evakuasi terhadap trailer muatan tiang pancang pun dapat dilakukan sekitar pukul 14.00 wita, setelah oleh unit Lalu Lintas Polres Tala yang datang ke lokasi meminta bantuan penarikan trailer tersebut menggunakan 2 buah trailer kosong tanpa muatan.

“tiang-tiang pancang itu akan di bawa ke PLTU Asam-Asam, dan di ambil dari pelabuhan Trisaksti Banjarmasin. Ada 3 buah trailer lainnya yang sudah sampai tujuan, akan tetapi trailer lain itu saat melintas tanjakan saat itu tidak hujan, sehingga jalannya lancar saja, dan giliran saya pas hujan, sehingga jalan licin dan roda hanya bisa berputar,” ungkapnya.

Sementara itu, Madi warga Banjarmasin yang hendak ke Sungai Danau Kabupaten Tanah Bumbu saat melintasi jalur tersebut sempat bertanya-tanya dengan kemacetan ini.

“saya kira ada kecekaan lalu lintas, dan waktu untuk ke Sungai Danau pun menjadi terhambat, seharusnya truk-truk besar bermuatan berat ini lewat pada malam hari saja di saat jalur lalu lintas sepi, coba bayangkan berapa ratus orang yang mungkin barangkali rencana mereka amburadul dengan terhalangnya jalan raya, fatalnya lagi bagaimana jika ada warga yang hendak melahirkan dan segera di larikan kerumah sakit,” keluhnya.

Trailer pun oleh Satlantas Polres Tala di tilang. Pihak Satlantas menahan trailer untuk melihat apakah yang tepat melintas itu pada jam-jam kendaraan tidak banyak, kemudian idealnya berapa beban yang seharusnya di perbolehkan dengan melihat kondisi cuaca. Disamping itu dalam muatan seberat itu di perlukan adanya pengawalan petugas karena cukup membahayakn, ujar salah seorang anggota Satlantas Polres Tala.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook