PEMERINTAHAN

Ada Kolektor PBB Ditiap Desa

INFOTANAHLAUT.COM- Kini di tiap desa di siapkan kolektor (penagih) yang secara khusus focus pada pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kendati sudah ada kolektor PBB di tiap desa, namun diakui kesadaran masyarakat masih rendah untuk kewajiban membayar PBB tersebut, utamanya yang menyangkut Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB). Kesadaran membayar PBB rendah juga diakui kepada sejumlah perusahaan-perusahnaan besar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Surya Arifani di damping kabid PBB dan BPHTB M. Amin Supriadi, Kamis (14/9) mengatakan, dari target PBB 2017 ini sebesarRp 3 miliar, dan sampai bulan September berjalan ini sudah mencapai 60 persen atau berada di angka Rp 1,9 miliar.
Di jelaskan Amin kabid PBB dan BPHTB, kalau sebelumnya untuk memancing agar masyarakat sadar membayar PBB dengan pola di siapkan kupon hadiah, hal itu tidak ada lagi, dan hal tersebut awalnya memang datang dari Pemerintah Pusat.
Bagi desa yang lunas membayar PBB, maka hal itupun akan di kembalikan dana bagi hasil pajak dan retribusi yang masuk dalam APBDes.
Kemudahan sekarang tambah Amin, bagi masyarakat yang tidak tinggal di Tala, akan tetapi punya tanah di Tala bisa bayar pajak secara online di bank yang sudah di tunjuk asal bawa SPT, namun di ingatkan untuk batas waktu pembayaran PBB sampai 30 September ini jika telat bayar maka ada denda sebesar 2 persen dari pokok pajak, hal ini sudah tertuang dalam Perdan omor 4 tahun 2013 tentang PBB Perdesaan dan Perkotaan.
Yang banyak menonjol sekarang di masyarakat adalah PBB lahan, terlebih saat terjadi perpindahan tangan tanpa merubah nama terdahulu kepemilikan asal sekarang. Untuk itu bagi masyarakat yang mengalami kesulitan atau ada perubahan segera lapor ke Badan Pendapatan Daerah di bagian PBB.
“kami juga sudah himbau kepada pihak notaries untuk segera melaporkan jika perubahan di kepemilikan lahan yang telah di jual, agar segera di daftarkan baru sebagai wajib pajak,”katanya.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook