PUBLIK

Adipura Ke 5 Itu

INFOTANAHLAUT.COM- Untuk kali ke 5 Kabupaten Tanah Laut menerima piala Adipura. Siapa yang tidak tahu bahwa piala adipura merupakan simbol dari bersihnya sebuah kota, dan ada beberapa kriteria bagi kabupaten atau kota yang dapat adipura, mulai dari kategori kota metropolitan, kota besar, kota sedang dan kota kecil.
Piala adipura sudah pasti musuhnya adalah sampah. Usaha-usaha keras sudah pasti dilakukan Pemerintah daerah bersama stake holder agar yang namanya kebersihan bisa di wujudkan. Setelah di nyatakan bersih, sudah barang tentu tim penilai pun datang melakukan penilaian. Biasanya titik nilai di kantor-kantor, pasar, terminal, RTH, sekolah, TPA sampah dan kompleks perumahan. Nilai tertinggi penilaian pun biasanya berada di TPA sampah. Karena di lihat bagaimana pengelolaannya dan proses daur ulangnya.
Dilokasi yang bakal di nilai tim penilai, maka upaya pembersihan pun maksimal dilakukan oleh yang namanya pasukan kuning. Sementara di tempat yang tidak terkena penilaian mungkin di biarkan.
Tim penilai adipura pun terjadwal hari dan jamnya untuk turun kelapangan. Semua titik lokasi yang di tuju pun di jamin bersih terlihat ,salah satu kilas balik terhadap keberadaan Jalan Datu Daim sebagai lokasi yang seharusnya steril dari PKL, pernah diminta untuk sejenak hengkang dari jalan umum karena mau dinilai, bukan rahasia umum lagi tim penilai pulang mungkin dalam hitungan jam PKL kembali berjualan.
Ironis memang, akan tetapi di pimpinan H.Sukamta dan Abdi Rahman optimis bahwa pembenahan dilakukan. Penataan PKL dilakukan agar predikat adipura bisa di pertahankan. Semua di butuhkan kerjasama baik antara pemerintah, masyarakat dan swasta dalam mengelola kota utamanya kebersihan. Jangan sampai pada akhirnya adipura hanya sebagai sebuah penghargaan bagi lembaga yang berkaitan dengan kebersihan semata, tapi bagaimana adipura memang merupakan sebuah kebanggaan warga. Namun, jika memang belum saatnya maka tidak perlu untuk di paksakan dapat adipura di tengah kondisi yang riil. Pemerintah daerah juga di harapkan jangan menutup mata dan telinga ketika masyarakat bersuara lantang tentang adipura yang telah di dapat di tengah-tengah kondisi yang riil pula.
Kini, oleh Wakil presiden RI H.Jusuf Kalla,Senin (14/1/2019) di auditorium Dr Sujarwo gedung Manggala Wana Bakti Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat di dampingi Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI Siti Nurbaya, menyerahkan piala Adipura kepada bupati Tala H.Sukamta. Piala simbol kota bersih itu juga di terima oleh 83 Kabupaten/kota lainnya se Indonesia, sementara untuk Kalimantan Selatan ada beberapa kabupaten/kota yang menerima seperti Kota Banjarmasin (kategori kota besar), Banjarbaru (kategori kota sedang), Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tapin, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, kesemua kabupaten di Kalsel penerima adipura masuk dalam kategori kota kecil.
Sementara Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Selatan serta Kabupaten Balangan tidak dapat adipura. Untuk kategori kota metropolitan sendiri ada 2 kota yakni kota Tanggerang provinsi Banten dan kota Palembang provinsi Sumatera Selatan. Kategori kota besar lainnya se Indonesia yakni kota Balikpapan provinsi Kalimantan Timur, kota Padang provinsi Sumatera Barat, dan kota Banjarmasin provinsi Kalimantan Selatan.
Ada 31 kabupaten/kota kategori kota sedang penerima adipura dan ada 83 kabupaten/kota se Indonesia.
Bupati Tala H.Sukamta usai menerima adipura mengatakan, Alhamdulillah kota Pelaihari yang berbenah dan kini rindang dan ketertiban. Adipura yang di dapat menjadi motivasi Pemkab Tala dan warga untuk sama-sama lebih intens memperhatikan kebersihan.
“Piala inilah menjadikan semangat bersama agar tahun depan prestasi kebersihan sebagai kota kecil bisa meningkat lagi, dan tentu perlu ada inovasi untuk mengatasi masalah kebersihan salah satunya pengurangan sampah palstik yang menjadi prioritas utama agar penggunaan jangan hanya sekali, tapi gunakan berkali-kali,”ungkap bupati Tala.
Bupati Tala juga menyoroti adanya aspirasi warga utamanya mengenai tata kelola Jalan Datu Daim yang kini menjamur Pedagang Kaki Lima (PKL). Bupati Tala berjanji segara menata pedagang buah dengan menempatkannya di tempat yang lebih layak dengan tidak menggangu arus lalu lintas, demikian pula para pedagang sayur yang telah di bangunkan tempat yang baru agar tidak terlihat kumuh.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook