Adukan Foto Dukungan Ke Kepanwaslu Dan KASN – infotanahlaut.com
HUKUM

Adukan Foto Dukungan Ke Kepanwaslu Dan KASN

INFOTANAHLAUT.COM- Ditengah-tengah memanasnya situasi politik di Kabupaten Tanah Laut menjelang Pilkada, masyarakat di kota Pelaihari di hebohkan dengan beredarnya foto para Aparatur Sipil Negara (ASN), atau sejumlah kepala dinas yang berfose bersama mantan bupati Tala Drs.H.Adriansyah di Lapas Suka Miskin Bandung. Dalam foto bersama tersebut sejumlah ASN mengangkat dua jari sebagai pertanda mendukung salah satu pasangan calon (Paslon) nomor dua yakni Bambang Alamsyah dan Ahmad Nizar.
Foto tesebut kabarnya sudah mulai beredar sejak hari Senin (9/4), dan bukan menjadi rahasia umum lagi, melalui sebuah akun facebook dan sudah menyebar ke beberapa masyarakat luas.
Atas sikap para ASN yang demikian itu pun menjadi tanya tanya beberapa kalangan masyarakat yang kritis berfikir, kenapa sampai bisa di tunjukan oleh orang yang berpendidikan seperti kepala dinas.
Dalam foto yang menggambarkan di sebuah lobi lapangan tenis Lapas Suka Miskin, tidak saja hanya kepala dinas, namun juga ada pihak lain yang ikut berpose bersama dan dari Badan Pengawas perusahaan daerah.
Bagi pihak paslon nomor satu yakni Sukamta dan Abdi Rahman pun tidak tinggal diam. Calon bupati Tala H.Sukamta bahkan berencana melaporkan hal ihwal foto tersebut ke Panwaslu Kabupaten Tanah Laut dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas keberadaan foto tersebut.
Dalam keterangan persnya, Selasa (10/4) calon bupati nomor urut 1 H.Sukamta mengatakan, ini adalah sebuah pelanggaran paling serius dari para petinggi pemerintah daerah. Ada beberapa pelanggaran yang harus di sikapi secara serius, pertama mereka berangkat menggunakan perjalanan dinas ada yang ke Jakarta atau daerah lain, akan tetapi faktanya mereka kumpul di Lapas Suka Miskin Bandung, dan kesalahan lainnya jelas menampakkan dukungan kepada salah satu paslon dengan mengangkat salam dua jari.
“apakah pantas seorang pejabat melakukan hal tersebut, dan perlu di catat bahwa ini kritikan keras saya, mereka tidak mentaati anjuran dari penjabat bupati untuk bersikap netral di Pilkada kepada ASN,” tegas Sukamta.
Ia menambahkan, kalau ada yang bertanya tidak ada salah satu calon di foto tersebut, kan jelas berfoto dengan siapa dan apa hubungannya dengan calon, kan itu sangat jelas, sehingga saya ambil sikap lapor ke Panwaslu Kabupaten dan Komisi KASN, karena sudah di anggap pelanggaran yang serius dan harus di tindak lanjuti.
Sementara saat di singgung apa sanksi terberat bagi KASN yang dengan jelas mendukung salah satu paslon. Menurut Sukamta hal itu pun masih menunggu rekomendasi dari ketua KASN, dan biasanya selama 15 hari sudah keluar rekomendasi, kalau dalam aturan Menpan sanksinya bisa sampai ke pemberhentian. Atas foto itu sangat tidak paham sikap pejabat semacam itu, padahal sudah sangat lama sekali kumpul saat menjabat wakil bupati.
Sementara itu ketua Panwaslu Kabupaten Tanah Laut Marsudi, Spd,M.IP di konfirmasi mengatakan, bagi pelapor sendiri harus melengkapi syarat-syarat mengisi formulir Foam A, identitas diri di foto kopi, dan membawa dua alat bukti. Alat bukti tersebut bisa foto, video, rekaman dan saksi.
Ia menambahkan, berdasarkan UU dari KASN dan Surat Edaran Mendagri bahwa netrlalitas ASN tidak boleh mendukung salah satu calon, jika di Medsos sendiri dengan me “like” saja sudah kena.
Saat di singgung kenapa panwaslu tidak memanggil salah satu orang yang ada di dalam foto tersebut untuk di mintai keterangan ?
Menurut Marsudi pintu masuknya harus ada laporan terlebih dahulu, siapa saja yang melapor itu tentu saja yang punya hak pilih, kemudian tim kampanye paslon yang di beri surat kuasa khusus oleh paslon termasuk pemantau sendiri juga boleh melaporkan, baru selanjutnya Panwaslu memanggil siapa saja yang ada di dalam foto tersebut. Pasca laporan masuk dan dilakukan kajian serta pembahasan di central Gakumdu, apakah nanti hasilnya terindikasi mendukung salah satu paslon, maka di berikan rekomendasi ke induk ASNnya apakah ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Inspektorat serta ke KASN di Jakarta, dan menyangkut sanksi yang di berikan berjenjang mulai teguran secara lisan, teguran tertulis sampai pada pemberhentian atau pemecatan.
Beredarnya foto sejumlah pejabat ASN di Kabupaten Tanah Laut rupanya juga sudah sampai ke telinga Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Laut Drs.Syahrian Nurdin.
Sekda Tala mengatakan, sekilas melihat tentang foto tersebut memang dari rekan-rekan ASN, akan tetapi persoalannya pada saat pengambilan foto berada di luar Kabupaten Tanah Laut, kemudian kegiatan dilakukan pada hari libur, dan kegiatan dalam kaitan ke olahragaan.
“dalam kegiatan keolahragaan seseorang berfoto dengan mengacungkan tanda dua jari sebagai simbol huruf V itu adalah mengandung arti Victory (kemenangan), kemudian pada sisi lain juga di lihat tidak ada muatan kampanye di sana, karena salah satu calon tidak ada di sana apalagi tidak ada untuk mengumpulkan massa, atau pula menggiring orang-orang yang ada di sana untuk memilih salah satu calon,”jelas Sekda.
Ia menambahkan, melihat pada foto tersebut biasa-biasa saja, tergantung siapa-siapa yang ingin mempertajam dengan foto tersebut, dan hal itu merupakan ranah dari Panwaslu untuk melakukan penilaian.
“berharap kepada seluruh ASN di Kabupaten Tanah Laut seyogianya bersikap netral, dan hindari menggunakan simbol-simbol yang menggambarkan kedua paslon jika berfoto demi untuk menghormati situasi politik,” tutup Sekda
Sementara itu M, salah seorang ASN yang ada di foto tersebut saat di konfirmsi juga merasa terkejut dengan adanya foto tersebut. Ia bahkan tidak tahu kalau ada yang menyebarkannya di akun facebook.
“saya malah di beri tahu adik saya pada Senin (9/4) malam kemarin, dan tidak mengetahui siapa yang awal mula memfoto karena saat itu diakui memang berada di lapangan tenis Lapas Sukamiskin dan orang banyak bahkan saya sendiri sampai saat ini tidak punya akun Facebook,”jelasnya.
M menambahkan, saya pribadi tetap menjunjung yang namanya netralitas, dan foto tersebut hanya sebatas berfoto bersama mantan bupati Tala, saya juga sensitif dengan hal tersebut, dan apa manfaatnya dengan mensebar-sebarkan foto tersebut. Kalau bicara kualitas kedua paslon mereka sama-sama figur yang berpotensi dan berkeinginan kuat membangun daerah, ucap M.
Peristiwa beredarnya foto bersama mantan bupati Tala Drs.H.Adriansyah yang juga ayah kandung Bambang Alamsyah yang kini sebagai calon bupati Tala itu pun di tanggapi oleh Ustaz Zainal selaku ketua tim pemenangan paslon nomor dua.
Ustaz Zainal lewat pesan yang di sampaikan melalui Whats App secara singkat mengatakan bahwa atas persoalan ini akan di bahas bersama tim, ujarnya.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
2
100%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook