PUBLIK

Ajakan Terima Hasil Keputusan MK Muncul Diponpes

INFOTANALAUT.COM-“Kami tokoh agam dan tokoh masyarakat Kabupaten Tanah Laut menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tanah Laut agar menerima apapun hasil keputusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK), dan kami menentang segala aksi inkonstitusional. Kami menolak kerusuhan, Damai Indonesiaku.”
Itulah lontaran kalimat yang di bacakan bersama-sama oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan pimpinan ponpes yang di pimpin bupati Tala H Sukamta sebagai penghujung dari kegiatan halal bi halal di ponpes Nurul Hijrah pimpinan KH Mukri Yunus di kecamatan Jorong, Selasa (11/6/2019) yang di sertai dengan sebuah spanduk bergambar pimpinan lembaga di Kabupaten Tanah Laut.
Ikrar bersama tersebut sebagai salah satu ajakan kepada masyarakat di Kabupaten Tanah Laut untuk menerima hasil sidang Mahkamah Konstitusi (MK) dari persoalan hukum yang berkutat pada pelaksaan Pemilu Presiden yang telah berlalu.
Kegiatan halal bi halal bersama warga setempat, para santri, pimpinan ponpes, pimpinan perbankan dan perusahaan di sekitar wilayah Kecamatan Jorong, juga turut di hadiri sejumlah pejabat dari TNI dan Polri wilayah Kasel.
Sebut saja Dir Binmas Polda Kalsel Kombespol Tata Suwarta, Danrem 101 Antasari Kolonel Infanteri M.Syech Ismed, mantan ketua KPU Kalsel Prof Dr.Hafiz Ansari yang kini menjabat ketua MUI Kalsel, Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan, Dandim 1009 Pelaihari Lekol Infanteri Bagus Budi Adrianto, Bupati Tala H Sukamta serta beberapa orang anggota DPRD Tala, Danramil, Kapolsek Jorong IPTU Sufian Nor dan tidak ketinggalan ratusan para santri dan santriawan ponpes Nurul Hijrah.
Hala bi halal di motori oleh Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) yang ketua umumnya KH Mukri Yunus pimpinan ponpes Nurul Hijrah Kecamatan Jorong.
Sebelum tausiah di sampaikan Hafiz Ansari, bupati Tala H Sukamta dalam pidatonya mengatakan, halal ni halal sebagai momen merajut kebersamaan pasca Pemilu Presiden dan Legistalif yang telah berlalu, semua sudah berjalan dengan baik.
“Itu proses demokrasi yang sudah selesai, siapa yang jadi pemimpin negeri ini itulah pilihan dari Allah SWT, dan saatnya membangun bangsa, khususnya di daerah sendiri, bangunlah rasa kepercayaan dan saling mengenali maka itu pertanda daerah akan maju,”kata Sukamta.
Sementara bicara pada bidang keagamaan, Pemkab Tala telah menganggarkan dalam APBD mendekati Rp 18 milyar rupiah, dimana hal itu mencakup anggaran bagi guru-guru TPA dan Madrasah. Hal lain juga untuk bantuan masjid, bantuan rumah-rumah ibadah,di tambah hibah-hibah yang lainnya yang di totalkan mencapai Rp 32 milyar rupiah, dan itulah komitmen Pemkab Tala untuk membangun keagamaan di Tala, ujar Sukamta pula.
“Semua organisasi keagamaan pasti di dukung, hanya belum mengetahui apa saja keperluannya,” tutup Sukamta.
Sementara itu, Hafiz Ansari ketua MUI Kalsel dalam tausiahnya menyampaikan, ada kewajiban taat kepada pimpinan yang sah siapapun orangnya, taatlah kepada Allah SWT, Rasulnya dan Pemimpin.
“Dalam konsep Ahlul Sunah Wal Jamaah tidak ada istilah berontak dengan pimpinan, sejahat-jahatnya pemimpin tidak boleh marah, kecuali membawa maksiat,”terang Hafiz.
Ia menambahkan, ada 3 hal yakni aliran yang semua di atur secara komplit oleh islam, dan ini biasanya melahirkan kaum-kaum yang radikal. Kemudian ada istilah aliran agama tidak mengurusi negara, dan semua perangkat negara tidak ada hubungannya dengan agama, dan istilah lainnya tidak 100 persen soal keagamaan dengan negara, agama itu bagian yang harus tumbuh di negara, dan inilah yang di anut Indonesia, yang semua ada termuat dalam Pancasila, walau Pancasila bukan agama tapi ideologi bangsa Indonesia.
Melengkapi sajian makan siang dari halal bi halal di sajikan menu sate kambing dalam jumlah 1.000 tusuk lebih kepada undangan.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook