PUBLIK

Akankah Pendongkrak PAD Itu Hanya Terpendam

INFOTANAHLAUT.COM-Sebagai pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) tunggal khusus pertambangan batu besi di Kabupaten Tanah Laut, Perusahaan Daerah (Perusda) Baratala Tuntung Pandang yang berada di Jalan Parit Baru Pelaihari harus bisa di kelola secara profesional pada SDM yang berkompeten dengan bidangnya, dan secara semestinya manajemen di jalankan sesuai pada koridor agar objek utama perusda khusus tambang bijih besi itu tidak hanya terpendam, karena di yakini bijih besi yang masih tersimpan dalam perut Bumi Tuntung Pandang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar.
Potensi sumber daya alam berupa bijih besi di Kabupaten Tanah Laut sendiri memilik deposit yang cukup besar, bahkan 20 sampai 30 tahun penambangan batu besi masih potensial, tinggal dalam tehnik pertambangan yang harus di perhatikan ketika dilakukan harus sesuai dengan SOP sebuah pertambangan energi dan mineral.
Direktur Perusda Baratala Tuntung Pandang Arief Rahman,Senin (11/2/2019) menuturkan, di tahun 2019 PT. Krakatau Steel (KS) selaku BUMN butuh 2, 2 juta Matrik Ton (MT) bijih besi. Antara manajemen Perusda Baratala Tuntung Pandang sendiri sudah membangun komunikasi dengan manajemen PT.KS.
“Tantangan yang di tawarkan PT.KS jikalau memang Kabupaten Tanah Laut berkenan menjadi pemasok bijih besi, Apakah Tanah Laut hanya sebagai penonton saja, SDA yang melimpah di Tala sudah selayaknya kini di gunakan untuk kesejahteraan rakyat Tanah Laut, ini merupakan peluang yang cukup besar,”ungkap Arief.
Kebutuhan akan bahan baku bijih besi tentu bagi PT.KS terus mengincar daerah-daerah di Indonesia yang memiliki kandungan bijih besi dan Kabupaten Tanah Laut salah satu di antaranya.
Menurut Arief pula, 70 persennya batu besi di supply dari dalam negeri dengan kualitas biji besi FE 93 persen Up. Pada kondisi normal 30.000 MT perbulan, Perusda Baratala Tuntung Pandang sanggup memenuhinya karena seukuran itu cukup hanya 1 kontraktor saja, sedangkan Perusda Baratala punya beberapa kontraktor yang sudah menjadi rekanan di PT.KS.
“Untuk deposit di Tanah Laut cukup besar, tinggal bagaimana ketersediaan batu itu di kerjakan oleh penambang,”ungkap Arief.
Sejumlah potensi batu besi yang kini masih terpendam sepeti di Desa Pemalongan Kecamatan Bajuin lebih dari 20 juta MT. Sebaran lokasi lainnya di beberapa desa yakni Desa Sungai Bakar, Ketapang, Tanjung Kandang, Riam Pinang, dan Sumber Mulya, Sungai Riam serta Desa Gunung Melati Kecamatan Pelaihari.
Sementara bicara soal harga batu besi, saat ini mendapat angin segar dimana harga di atas Rp 1.000.000 per MT. Di tahun 2018 lalu Perusda Baratala mengirimkan batu besi sebanyak 7.500 MT. Perusda Baratala sendiri mendapat kontribusi Rp 35.000 per MT. Pada PBB Pertambangan sebesar 10 persen, jadi Rp 35.000 X Rp 7.500 sama dengan Rp 262.500.000, maka 40 persen untuk PAD, pendek kata sekitar Rp 105.000.000 per sekali kirim.
Dapat di kalkulasi dalam hitungan logika, kalau sebulan minimal 4 kali pengiriman berarti potensi PAD Rp 420.000.000 per bulan di dapat, maka dalam setahunnya dapat menambah PAD sebesar Rp 5,04 milyar. Belum lagi jika ada 2 kontraktor yang supply ke PT. KS, dan supply ke non PT. KS seperti ke KHI Pipe Industri, Maspion, Krakatau Posco, KNR dan Indal sebagai pabrik-pabrik industri yang memerlukan supply biji besi.
Peluang besar pemasok PAD daerah tentulah sangat besar. Perusda Baratala sebagai perpanjangan tangan Pemkab Tanah Laut dalam pengelolaan tambang bijih besi tentu tidak ada istilah rugi atau bahkan sampai tidak bisa menyumbangkan PAD.Tung

0
0%
like
0
0%
love
1
100%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook