PERISTIWA

Aksi Damai PMII Untuk Kado Perdana Dewan

INFOTANAHLAUT.COM-Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Tala hasil Pemilu legislatif 2019, mendapat kado perdana dari aksi damai yang dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Tanah Laut.
Selasa (27/8), para mahasiswa yang datang membawa spanduk dan baliho ini berencana menyampaikan aspirasi mereka di saat pelantikan anggota DPRD Tala yang baru masa bakti 2019 sampai 2024, namun aksi mereka hanya di perbolehkan dengan radius kurang lebin 100 meter dari gedung DPRD Tala, karena oleh jajaran Polres Tala yang melarang mereka mendekati gedung rumah Banjar tersebut.
Al hasil, aksi penyampaian aspiras pun di lakukan di persimpangan lampu merah atau dekat dengan kantor Kejaksaan Negeri Pelaihari.
Berkisar 1 jam setelah prosesi pelantikan selesai, ketua DPRD sementara M.Yusuf AR dan wakil ketua DPRD sementara Drs.H.Atmari bersama anggota dewan yang baru M.Zazuli,SH mendatangi para mahasiswa yang tengah menyampaikan aspirasi.
Dalam penyampaian aksi oleh PMII mendapat pengamanan dari Satuan Polisi Wanita (Polwan) Polres Tala. Beberapa anggota dari Brimob Polda Kalsel juga di siagakan berikut 2 ekor anjing K-9 milik Polda Kalsel di siagakan dalam rangka pengaman jalannya pelantikan anggota DPRD Tala yang baru.
Setiap undanga ke gedung DPRD Tala sendiri harus melalui pemeriksaan dan melewati unit X-Ray milik Pam Obvit Dit Pam Polda Kalsel. Satu per satu undangan harus melalui pemeriksaan metal detector, dan bagi yang membawa tas, maka tasnya harus di serahkan ke petugas untuk selanjutnya melewati mesin X-Ray sama seperti di bandara udara.
Sementara itu, koordinator aksi PMII Noor Salim Yahya mengatakan, beberapa tuntutan yang di sampaikan salah satunya mempertanyakan adanya program Coorporate Social Responsibility (CSR), yang di himpun Pemkab Tala dan gunanya untuk apa.
“Kalau tidak jelas forum CSR tersebut lebih baik di bubarkan saja, termasuk tindakan Pemkab atas di temukannya tambang batubara ilegal oleh KPK beberapa waktu lalu. Dan menuntut anggota dewan yang baru lebih meningkatkan kinerjanya dari periode-periode sebelumnya,”kata Salim.
Menyikapi tuntutan PMII Tala, ketua DPRD sementara Yusuf AR berjanji akan membawa tuntutan mereka ke dalam pembahasan di sidang setelah komisi terbentuk.
Mengakhiri aksi damai PMII, baik ketua DPRD sementara maupun wakil ketua DPRD sementara melakulan penandatanganan pada materi tuntutan PMII, dan aksi pun membubarkan diri.
Adapun 8 tuntutan PMII yakni transparansi seluruh pembangunan di Tala, menuntut kinerja DPRD Tala periode tahun 2019-2024, tranparansi rektur Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang terkesan selama ini ada peran orang dalam, perbaikan kualitas pelayanan RSUD H.Beojasin, kelanjutan proyek RSUD di Kelurahan Sarang Halang dan proyek mangkrak RTH Hasan Basri serta kejelasan Plaza Bajuin. Kemudian penempatan ASN yang sesuai keahlian tidak asal bapak senang, penggunaan dana CSR, dan ketegasan Pemkab Tala atas adanya temuan tambang batubara ilegal oleh KPK.Tung

11
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
1
9%
angry

Komentar Facebook