KECELAKAAN

Aksi Main Hakim Sendiri, Berujung Luka Serius

INFOTANAHLAUT.COM- Perosalan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT. SSA perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dengan warga Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampar, ternyata masih berbuntut panjang.
Setelah beberapa bulan lalu warga Desa Ambawang pernah melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD Tanah Laut, yang mengadukan persoalan lahan mereka lantaran di duga di serobot perusahaan, dan pasca itu suasana kondisuf karena DPRD meminta perusahaan sementara stop aktivitas, namun suasana memanas kembali muncul di seputar masalah tersebut.
Senin (31/7), informasi di himpun menyebutkan, terjadi insiden pengeroyokan oleh Irfan (35) oleh warga. Irfan di duga adalah orang dari perusahaan yang melakukan penggalian parit batas tanah dengan menggunakan alat berat.
Kronologis kejadiannya dari berbagai sumber yang di himpun, pada pukul 10.15 wita dari pihak HGU SSA melakukan penggalian parit batas tanah HGU SSA yang berada di atas lahan karet masyarakat. Kemudian pada pukul 12.05 wita masyarakat berusaha menghentikan alat Exsavator yg membuat parit tersebut, namun oleh Irfan dan rekannya yang berjumlah 3 orang mengancam masyarakat dengan kata-kata yang kurang menyenangkan jika warga menghentikan exsavator yang sedang bekerja.
Masyarakat dengan ancaman kalimat kurang pas itu pun merasa kurang nyaman pula dan secara spontan main hakim sendiri kepada Irfan, sehingga mengakibatkan Irfan luka di bagian kepala dan tangan kiri mengalami patah. Irfan pun tidak sadarkan diri setelah aksi main hakin sendiri, sedangkan rekannya melarikan diri. Irfan pun di larikan ke Puskesmas Desa Ambawang untuk mendapatkan pertolongan medis.
Suasana saat itu pun jadi riuh dan memanas , dimana masyarakat lain kian berdataangan di lokasi.
Namun suasana yang sempat menegang itu tidak berlangsung lama, karena Camat Batu Ampar Andi Mashabi yang mendengar insiden tersebut tidak berapa lama datang dan dapat menenangkan masyarakat. Termasuk pula dari Polsek Batam dan Babinsa Desa Ambawang.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tala AKP Alfian Tri Permadi beserta timnya juga saat itu langsung meluncur ke lokasi dan menentralisir keadaan.
Kepada infotanahlaut.com, Kasat Reskrim di Polres Tala membenarkan atas adanya insiden tersebut.
“ya memang persoalan tersebut adalah masalah lahan HGU perusahaan dengan warga, dan kini duduk persoalannya masih dalam penyelidikan lebih mendalam, dan prosesnya dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” jelasnya.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook