SOSIAL

Aksi RPPTL “Tour Of Duty” Kedesa

INFOTANAHLAUT.COM-Kebaradaan orang tidak mampu baik secara ekonomi maupun sakit pada fisik, khususnya di daerah pedesaan membuat Relawan Pemuda Peduli Tanah Laut (RPPTL) merasa terpanggil untuk berinteraksi dan peduli dengan sesamanya.
Di bawah komando H.M.Agus Irfansyah selaku ketua dari RPPTL bersama Aliansi Indonesia Tanah Laut telah merambah ke beberapa kecamatan di Kabupaten Tanah Laut, hanya untuk mencari orang yang hidup keterbatasan ekonomi, utamanya bagi warga yang tidak mampu dan mengalami sakit hingga tidak ada biaya berobat.
Rabu (24/7/2019) kemarin, 3 sasaran warga masing-masing di Desa Riam Pinang, dan 1 warga di Desa Bajuin Kecamatan Bajuin menjadi target untuk menyalurkan bantuan makanan dan dana.
Ironis, apa yang di dapat oleh RPPTL di rumah seorang ibu tua bernama Arbayah (80) tinggal di Dusun 4 Desa Riam Pinang yang harus merawat dua orang cucunya yang yatim piatu, sementara tidak bisa bekerja apa-apa, dan kadang berharap dari warga sekitar untuk kebutuhan makan.
Lebih menyedihkan, selama kurun waktu 20 tahun menetap di desa tersebut, jangankan menikmati televisi, listrik saja tidak ia nikmati, padahal di depan rumahnya yang sederhana berdiri tegak tiang listrik. Jika pada malam hari, hanya lampu minyak sebagai penerang dalam rumah atau biasa di sebut lampu teplok.
Arbayah menuturkan, selama 20 tahun tinggal tidak pernah menikmati listrik jadi terangnya cahaya lampu hanya dari cahaya lampu jalanan. Dari pihak desa pun tidak pernah juga untuk menawarkan pasang listrik.
“Disadari saja mungkin karena hidup tidak mampu secara ekonomi yang menjadikan enggan di pasangkan listrik. Pernah ajukan ke RT untuk ajukan pasang listrik tapi juga tidak di respon,”ucap Arbayah.
Perjalanan RPPTL bergeser ke Desa Bajuin. RPPTL menemukan salah seorang wanita muda bernama Ernawati yang sudah bersuami, akan tetapi wanita itu mengalami gangguan pendengaran dan pandangan mata, padahal sudah berobat namum tidak kunjung sembuh, sementara untuk berobat lagi terkendala dana. Kondisi demikian membuatnya pun pasrah dan hanya berobat kampung.
Sang suami Muhammad Rosida istri dari Ernawati menuturkan, awalnya di vonis penyakit hepetroit akibat mengkonsumsi penyedap rasa masakan, maka berobat ke Puskesmas, lama kelamaan pendengarannya terganggu. Setelah berobat ke salah satu rumah sakit di Banjarmasin, maka di minta kembali lagi periksa di rumah sakit Pelaihari, namun kembali lagi di minta berobat ke rumah sakit di Banjarmasin.
“anehnya, setelah dapat obat dari rumah sakit di Banjarmasin justru menyerang kepada indra penglihatan, maka kini pendengaran total tidak bisa berfungsi, itupun hanya rawat jalan tidak ada rawat inap dari rumah sakit,”ucapnya.
Muhammad Rosida menambahkan, awalnya penglihatan normal termasuk pendengaran, akan tetapi setelah mengkonsumsi obat dari rumah sakit malah tambah parah indra penglihatan maupun pendengaran.
Melihat kondisi demikian, teringat akan 7 program unggulan bupati Tala H Sukamta dan wakil bupati Tala Abdi Rahman, salah satunya memberikan pelayanan dokter datang kerumah warga yang sakit.
Menyikapi ini, Muhammad Rosida pun mengaku sampai sekarang tidak pernah yang namanya petugas medis datang kerumah, padahal pihak Kecamatan Bajuin sudah di beri tahu akan kondisi isrtinya.
Dari hasil peninjauan dan pemberian bantuan kepada warga di dua desa, ketua RPPTL H.M.Agus Ifansyah mengatakan, kegiatan turun ke desa sudah ke beberapa desa dan sudah ada 8 warga yang dalam kondisi sakit karena ekonomi tidak mampu yang di santuni.
Menurutnya, fakta yang di temukan dilapangan mereka memerlukan uluran tangan kepedulian Pemerintah Daerah,baik itu ada yang kondisi sakit atau juga yang tidak mempunyai pekerjaan.
Saat di singgung adanya program dokter kerumah dari Pemerintah Daerah.
Menurut Agus Irfansyah, berharap Pemerintah Daerah dengan program-programnya yang kemarin di janjikan untuk di realisasikan.
Tour of duty RPPTL akan terus merambah ke seluruh wilayah di kecamatan dalam rangka peduli dengan sesama.Tung

1
50%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
1
50%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook