KESEHATAN

Aku Sayang Sama Adik

INFOTANAHLAUT.COM- Hidup dalam keterbatasan biaya, membuat bocah laki-laki M.Rafi umur 4 tahun anak kedua dari Jam’ah warga Desa Ujung jalan Penggadungan Kecamatan Bati-Bati yang menderita penyakit pembesaran pada kepala (Hidrosipalus) hanya bisa pasrah tak mampu berbuat apa-apa.
Keterbatasan biaya Jam’ah yang hanya sebagai buruh upah tanam padi di sekitar tempat tinggalnya, membuat Jam’ah hanya bisa memandang dan mengelus-elus kapala anak keduanya setiap pulang kerja atau di malam hari sambil menidurkan sang sang buah hati.
Sementara sang kakak kandung M.Rafi yakni Siti Hana yang baru duduk di kelas 1 SD ini pun begiutu sangat sayang kepada adiknya walau mengalami kelainan fisik.
Jam’ah tidak tinggal sendiri, walau menempati sebuah rumah kayu yang begitu sederhana, tidak jauh dari sebelah kiri rumahnya tinggal sang nenek kandung M.Rafi dan Siti Hanah yakni Nur Sihan.
Senin (9/4) saat bertandang ke rumah M.Rafi hanya ada sang nenek yang berada di rumah Jam’ah, karena sang ibu M.Rafi tengah mendapat job ambil upah tanah padi di salah satu warganya yang mempunyai sawah.
Sang nenek pun bercerita tentang kondisi M.Rafi, dan di saat itu kakak M.Rafi yakni Siti Hana baru pulang dari sekolah.
Sang kakak pun terlihat begitu sayang dengan adiknya, sesekali ia mengajak bercanda adiknya dan sambil mengelus-elus bagian kepala menirukan gerakan yang dilakukan oleh ibunya jika saat pulang atau pada malam hari untuk mengantarnya tidur.
“kalau ia terlihat haus atau lapar hanya bisa menangis sambil menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri,”ucap Nur Sihan sang nenek.
Kondisi demikian lanjut Nur Sihan, memang sudah sejak bayi kondisi kepalanya membesar, dan berat kepalanya sendiri tidak kurang dari 5 kg, sehingga M.Rafi hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa ada kekuatan untuk mengangkat kepala.
Ia menambahkan, dulu memang pernah di bawa berobat oleh ibunya ke Puskesmas terdekat, dan biaya pengobatan sendiri bervariasi mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 1000 ribu, lama kelamaan tidak punya dana sebesar itu lantaran penghasilan sebagai buruh upah tanam padi tidak menentu di dapat dan tidak sebanding dengan biaya pengobatan.
Kondisi M.Rafi memang sangat lemas, ia hanya bisa berbaring telentang di atas sebuah tilam yang juga terlihat tipis, sementara kedua kelopak matanya lambat laun mulai terlihat tertarik ke atas akibat pembesaran yang di khawatirkan akan terus membesar.
Menurut Nur Sihan pula, memang ada beberapa orang dari kantor mana saja atau lembaga mana saja yang datang kerumah dan memberikan bantuan sembako kepada Jam’ah yang memang tidak punya suami lagi.
Selang berlangsung beberapa jam melakukan kunjungan ke rumah M.Rafi, sang kakak Siti Hana memberikan pesan lisannya.
“saya sayang sama adik, saya ingin ada yang membantu adik saya berobat sampai sembuh,”ucapnya.
Baik Nur Sihan sang nenek maupun Siti Hana sang kakak berharap ada program BPJS yang bisa menyentuh pengobatan M.Rafi agar hidup normal, bercanda layaknya anak-anak yang ada di desa tersebut.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook