PENDIDIKAN

Akui Jarang Upacara Disdikbub Bentuk Tim

INFOTANAHLAUT.COM-SDN Riam Pinang di Desa Riam Pinang Kecamatan Bajuin kurang lebih 30 km dari ibukota Kabupaten Tanah Laut kian menjadi sorotan,setelah pihak Dandim Kodim 1009 Pelihari dan Kapolres Tala akan mengutus jajarannya masing-masing untuk penguatan wawasan kebangsaan bagi siswa dan gurunya, karena minimnya wawasan kebangsaan dengan kegiatan apel upacara pengibaran bendera merah putih nyaris tidak dilakukan pihak sekolah.
kini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut telah membentuk tim terkait keberadaan SDN Riam Pinang tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut Abdillah, Jum’at (7/909/2018) pekan tadi mengatakan, terhadap kondisi sekolah tersebut sanksi jelas akan ada di berikan, dan masih di pelajari,singkatnya.
Hal senada di utarakan Kabid Bina Dikdas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Titik Wijayati mengatakan, terhadap kepala sekolah mulai kepala sekolah, dan dari Disdik pun telah membentuk tim yang terdiri dari kepala dinas, sekretaris, bidang kepegawaian dan ketenagaan.
“besok harinya setelah berita tentang sekolah tersebut langsung memanggil kepala sekolah, bendahara sekolah dan komite sekolah untuk di wawancarai atau di sidang,”kata Titik.
Lantas apa hasilnya setelah dilakukan pemanggilan ?
Menurut Titik, ada bantahah tidak pernah apel upacara bendera tapi diakui memang jarang melakukan upacara bendera. Kepala sekolah juga sering sakit-sakitan jadi jarang datang ke sekolah. Ada 3 orang gurunya yang berdomisili di Pelaihari, tapi kan memang menuju ke sekolah tersebut aksesnya sudah lancar dengan mulusnya jalan aspal.
Perlu di garis bawahi bahwa jumlah siswanya hanya 30 orang bukannya 47 orang seperti yang di beritakan. Sementara kalau menyangkut sanksi itu memang ada, dan sanksi berupa sanksi penurunan pangkat berkala, penuruan pangkat, jabatan (menjadi guru biasa), dan tunjangan,sambung Titik.
Dari kacamata Disdikbud Tala, tidak adanya menggelar upacara bendera sudah merupakan atau termasuk pelanggaran integritas bangsa. Hasil pemanggilan memang jadwal upacara bendera itu ada di buat bergantian dengan guru-guru,tapi diakui memang jarang melakukan upacara bendera. Dan di katakan setelah ada kunjungan itu bukannya dari penilik dari Disdik melainkan Tim Asesor Akriditasi Sekolah dimana Pelakasananya dari Provinsi Kalsel karena sekolah tersebut mau di akriditasi sehingga perlu di nilai dulu. Sangat di sayangkan pula setelah di datangi kesekolah baru terlihat rajin ada kegiatan. Sungguh mainset guru yang harus di rubah,tegas Titik.
Di tahun 2014 kegiatan seperti upacara bendera sering saja, dan di akui memasuki tahun 2015 ada terjadi penurunan,dan pengawas sekolah juga sudah sering mengingatkan,tutup Titik.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
2
100%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook