KRIMINALITAS

Akun FB “Lina Marlina” Raup Jutaan Rupiah

INFOTANAHLAUT.COM-Akun Facebook bernama Lina Marlina, ternyata adalah jaringan pelaku penipuan melalui media sosial. Dalam akun tersebut terpasang foto seorang wanita berjiblab yang cantik, namun nyatanya hanya akun palsu dan pelaku utamanya adalah kaum laki-laki yang merupakan jaringan penipu dari kota Makasar, Sulawesi Selatan.
Tiga orang pelaku menggunakan akun palsu Lina Marlina itu pun akhirnya dapat di bekuk jajaran Reskirm Polres Tala yang turut di back up unit Jatanras Polrestabes Makasar dan unit Jatanras Polres Sidrap Makasar di akhir bulan Februari 2019 lalu. Perburuan selama 15 hari oleh Reskirm Polres Tala sampai ke kota Makasar, akhirnya membuahkan hasil dan 3 pelaku yang di tangkap di rumahnya di Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan itu pun di gelandang ke Polres Tala guna proses hukum yang berlaku.
Ketiga pelaku yakni Harjuna, Yogi Prayoga dan Dedi Miswar berikut sejumlah barang bukti kini berada di Polres Tala, dan mereka semua warga Makasar.
Tertangkapnya pelaku setelah ada korban dengan kerugian yang di alami mencapai Rp 31.000.0000.
Cara kerja mereka, awalnya memposting gambar sepeda motor Kawasaki Ninja 250 tahun 2015 warna hitam yang akan di jual sebesar Rp 31.000.000 dan di postingan pun di lengkapi pula surat keterangan lengkap, pajak hidup dan kondisi terawat berikut dengan nomor Hp. Postingan itu muncul di akun facebook Lina Marlina pada akhir bulan Januari 2019 lalu.
Postingan tersebut lantas di lihat oleh Naupal Harun yang merupakan anak korban penipuan bernama Hapipah warga Pelaihari.
Tertarik dengan postingan tersebut, korban Hapipah mencoba menghubungi nomor yang tertera di postingan, dan saat di hubungi di angkatlah telpon dan mengaku bernama Syukrianto yang mengaku anggota TNI tugas di Samarinda.
Proses tawar menawar harga kendaraan pun terjadi antara korban dan Syukrianto, maka deal harga bisa turun menjadi Rp 27.000.000. Korban akhirnya melakukan transfer beberapa kali ke rekening atas nama Zulfikar sebagai teman Syukrianto, sehingga jumlah keseluruhan malah mencapai Rp 30.700.000. Hingga sampai sepakat proses pengiriman sepeda motor melalui ekpedisi dan memberikan nomor-nomor petugas Cargo maupun Bea Cukai. Akan tetapi tidak ada tindak lanjut. Korban menghubungi nomor Hp nya, namun nomor tersebut tidak aktif lagi, begitu pula nomor petugas Cargo dan pijak Bea Cukai yang di berikan Syukrianto tidak satu pun yang aktif. Korban baru sadar kalau ia telah tertipu dan melaporkannya ke Polres Tanah Laut.
Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dahramwan di damping Kabag Ops Polres Tala Kompol Fauzan Arinto dalam keterangan persnya, Rabu (6/3/2019) di Mapolres Tala membenarkan. Menurut Kapolres, setelah dilakukan pengembangan dari penelusuran serta profiling akun facebook Lina Marlina, maka pelaku dapat di ketahui dan di tangkap di kota Makasar.
Kapolres menambahkan, satu pelaku Dedi Miswar yang masih bertatus mahawiswa perguruan tinggi di kota Makasar berperan sebagai sebagai pengumpul atau pembeli kartu ATM berbagai bank. Pengembangan dilakukan, maka di tangkap pula Harjuna yang ternyata pemilik asli akun palsu facebook Lina Marlina tersebut.
“untuk meyakinkan korbannya, Harjuna bahkan menggunakan identitas KTA anggota TNI yang di sebut-sebut Syukrianto tadi dan bertugas di Samarinda Kaltim, sementara pelaku memakai nama Zulfikar sebagai petugas Bea Cukai dan Yogi Prayoga juga berperan sebagai petugas Bea Cukai.
Barang bukti yang di sita dari ketiga pelaku yakni 5 lembar bukti transfer senilai Rp 30.700.000. 2 lembar screenshot dengan akun Lina Marlina, 1 lembar bukti kirim paket Express PT. Indah Logistik, 1 lembar foto KTA TNI atas nama Syukrianto Arsyam, 8 lembar screenshot percakapan antara korban dan pelaku. 2 buah gelang emas dan 1 cincin emas bentuk bunga. 1 kartu ATM BRI dan buku rekening atas nama Harjuna, Yogi Prayoga dan ATM kuning gold debit atas nama Agus Munandar Ismeq, 4 lembar pembayaran struk pembayaran Pegadaian, 7 buah bekas kartu perdana telpon seluler berbagai operator, serta 10 buah HP.
Para pelaku merupakan pemain Sobiz atau penipu online yang sudah lama melakukan aksinya dengan korban di berbagai wilayah seperti Jawa, Sumatera sampai ke Kalimantan dengan ratusan juta rupiah yang telah mereka dapatkan.
Kapolres meminta kepada masyarakat di Kabupaten Tanah Laut jika menerima hal demikian untuk segera lapor ke Reskrim terlebih jika ada lebih dulu meminta transfer uang,ucapnya.
Pelaku di jerat pasal 45 A ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan pasal 378 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama 6 tahun penjara. Dan denda sebesar Rp 1 milyar rupiah. Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
2
100%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook