PUBLIK

Alat Ngadat Operasional Pun Sendat

INFOTANAHLAUT.COM-Sejak tanggal 6 November 2019 kemarin hingga sekarang, terhitung selama 2 pekan alat uji KIR pada Dinas Perhubungan (Dishub) Tala mengalami kerusakan, al hasil pelayanan uji KIR pun tersendat untuk sementara waktu.
Anwar, warga Pelaihari selaku pemilik mobil angkutan barang mengutarakan, barangkali mewakili warga lainnya yang juga punya mobil angkutan barang, bahwa atas kerusakan ini sebenarnya bisa memaklumi, namun yang di khawatirkan ketika ada razia sudah pasti kena tilang, pasalnya sangat gampang yakni KIR mati, ucapnya.
“Mereka tidak memberikan surat keterangan untuk pengguna mobil angkutan barang bahwa itu bukan kelalaian pengguna yang tidak memperbaharui KIR, sehingga was-was di jalan bila ada pemeriksaan atau razia, karena mau uji KIR alatnya rusak, sementara razianya atau pemeriksaanya gencar sekali, kan lucu jadinya,”ucapnya.
Ia menambahkan, ada memang tawaran dari Dishub untuk warga melakukan uji KIR di luar daerah, berupa penerbitan surat rekomendasi dan harus membayar Rp 75.000 per lembar. Itulah yang menjadi keberatan. Waktu dan biaya ke luar daerah dan numpang ujinya juga ada biaya tambahannya. Mengapa tidak ada rekomendasi yang menjelaskan bahwa alat ujinya rusak sehingga KIR mobil mati, bukannya tidak mau KIR. Berharap semoga cepat baik saja alat ujinya,”papar Anwar.
Pemkab Tanah Laut melalui Dishub menerbitkan pengumuman tentang pembebasan tarif retribusi dan sanksi administrasi pelayanan pengujian kendaraan bermotor dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Tanah Laut yang ke 54, sesuai dengan peraturan bupati nomor 179 tahun 2019. Pengumuman tersebut tentulah memberikan pembebasan atau gratis dari denda keterlambatan uji selama dalam bulan Desember mendatang. Selain itu juga nanti pada tanggal 2 sampai 5 Desember 2019 gratis biaya pelayanan teknis pengujian kendaraan bermotor. Namun dengan catatan untuk biaya administrasi pendaftaran dan biaya ganti bukti lulus uji berkala tetap di kenakan biaya retribusi.
Kondisi demikian tentulah menjadi kekhawatiran warga selaku pengguna jasa KIR, karena di saat sekarang alat uji KIR mengalami kerusakan.
Kepala Dishub Tala Gentry melalui kepala Unit Pengujian Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor Prawono,S.sos, Rabu (13/11) mengungkapkan, kerusakan alat sudah 2 pekan dan diakui banyak mobil barang lainnya pun KIR nya mati.
Menurutnya, ada memang penawaran numpang uji di luar daerah seperti di Banjarmasin atau Banjarbaru dengan biaya sendiri, hal biaya itu pun sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2019 tentang retribusi pengujian kendaraan bermotor, dimana pada item huruf C menyebutkan Rekomendasi Uji Keluar Daerah sebesar Rp 75.000.
Ia menambahkan, masyarakat di berikan surat rekomendasi untuk uji KIR keluar daerah yang isinya pemberitahuan atas kerusakan peralatan uji KIR di bagian KIR Dishub Tala, jelasnya.
Kerusakan peralatan pada uji KIR sendiri yakni pada bagian elektronik box (IC Box), dimana alat ini yang mengkoneksikan ke layar monitor. Kerusakan alat ini sendiri di duga adanya tegangan listrik yang tidak stabil atau turun naik, sehingga berpengaruh terhadap alat. IC Box merupakan alat vital dalam melakukan uji pada sistem rem mobil yang dapat di pantau melalui monitor.
Diakui, sesaat sebelum alat itu rusak sempat melakukan uji KIR antara 5 sampai 6 mobil. Reaksi cepat dilakukan dengan menghubungi pihak agen pemegang merek IC Box buatan Korea yakni PT.Mayindo di Jakarta untuk segera di ganti.
“IC Box pun datang, akan tetapi untuk mengkoneksikan atau bisa beroperasi kembali yang belum bisa, kendati sudah menurunkan orang tehnis dari Dishub, sehingga di butuhkan tenaga tehnis langsung dari pemegang merek alat, tinggal kini menunggu jadwal kedatangan orang tehnisnya saja lagi untuk memasang. Masyarakat pengguna jasa KIR di minta untuk bersabar,”jelas Prawono.
Peralatan uji KIR ini sendiri dari awal sejak tahun 2005 di pasang.
Baik perawatan (Maintenance) dan suku cadangnya tetap di handel PT.Mayindo, tutup Prawono.Tung

0
0%
like
0
0%
love
1
25%
haha
0
0%
wow
2
50%
sad
1
25%
angry

Komentar Facebook