Ahmad Yani Tak Lagi Berurusan Dengan Banteng – infotanahlaut.com
PARLEMENTER

Ahmad Yani Tak Lagi Berurusan Dengan Banteng

INFOTANHLAUT.COM- Sikap menyatakan diri untuk mundur dari segala kepengurusan partai Banteng Moncong Putih atau PDI Perjuangan di Kabupaten Tanah Laut,di tunjukan oleh Ahmad Yani. Ia pun belum lama tadi di gantikan posisinya sebagai ketua DPRD Tala oleh Hariyanto lewat proses Pengganti Antar Waktu (PAW),yang dilangsungkan pada bulan April 2018 lalu.
Aksi pengunduruan diri Ahmad Yani ini merupakan kali kedua dari kader PDIP sebelumnya yakni Hermanto dari kepengurusan DPC PDIP yang menjabat wakil ketua ideiologi dan kaderisasi, dan langkah pengunduran diri pun di ikuti Ahmad Yani.
Selesai acara halal bi halal Ahmad Yani beserta segenap pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna ke kediamanya di kompleks Gagas Permai, Kamis (21/6) Ahmad Yani dengan tegas di hadapan wartawan menyatakan dirinya mundur sebagai pengurus di DPC PDIP Tanah Laut.
Aksi Ahmad Yani yang mengundurkan diri ini pun menuai sejumlah penilaian, padahal dalam kurun waktu 6 hari lagi bakal di langsungkan pemilihan kepala daerah (Pilkada),dan PDIP sendiri merupakan partai pengusung paslon Bambang Alamsyah bersama Ahmad Nizar dengan nomor urut 2,bersama 7 parpol pendukung lainnya.
Dalam keterangan persnya Ahmad Yani mengatakan,alasan mundur sebagai pengurus di DPC PDIP yang memegang jabatan wakil ketua bidang organisasi dan kehormatan pasca lengser dari ketua DPRD Tala diakui tidak bisa bekerja dan jarang hadir,oleh karena itu dari pada tidak bisa bekerja optimal maka akan merugikan PDIP sendiri,langkah untuk mundur dari kepengurusan DPC PDIP adalah pilihan.
“yang jelas tidak ada tekanan dari pihak lain,sejak bulan Apil di lengserkan dari ketua DPRD sendiri tidak mengetahui alasan kesalahan apa yang di perbuat, nah itu salah satu yang barangkali DPC tidak memerlukan lagi,dan kalau di katakan ada aksi penggembosan suara menjelang pilkada itu sangatlah tidak benar,karena sampai saat ini tetap setia dengan partai,dan tidak masuk akal dengan kemunduran diri dari partai untuk menggembosi suara di pilkada, masyarakat bisa menilai justru menjelang pilkada malah di lengserkan sebagai ketua DPRD Tala,”ungkapnya.
Ia menambahkan,kesalahan apa yang di perbuat hingga harus lengser sebagai ketua DPRD itu pun sampai sekarang belum di ketahui apa kesalahan yang bisa di buktikan,pelengeseran merupakan suatu konfirasi dari DPC PDIP sendiri, tegasnya.
Pengunduran diri Ahmad Yani di kepengurusan DPC PDIP memang tidak ia lakukan langsung,karena ia pun merasa masih ada tanggung jawab moral kepada simpatisannya untuk menghantarkan Pilkada tanggal 27 Juni 2018.
“simpatisan saya yang tidak saja dari PDIP di kecamatan dan kaum muda,bahkan mengancam kalau mundur sebelum pilkada maka mereka akan golput,nah itu yang tidak di inginkan,dan menginginkan Pilkada ini sukses siapapun yang terpilih,maka dari itulah masih tugas dan menginginkan mensukseskan pilkada.
Mundur sebagai pengurus DPC PDIP bukan lataran kecewa dengan pelengseraan ketua DPRD, tapi apa kesalahan yang di timpakan DPC sehingga harus lengser sebagi ketua DPRD Tala,dari awal tidak pernah tahu apa kesalahan dan tidak pernah di panggil kesalahan itu apa,intinya mundur dari kepengurusan kepingin menenangkan diri dulu,”bebernya.
Lantas apakah ada mengincar partai lain pasca mundur dari kepengurusan PDIP ?
Menurut Ahmad Yani hal itu sambil jalan, dan mungkin belum berfirkir untuk kepartai mana,itu nanti Allah SWT yang menentukan,tapi sekarang lebih mengikuti jalannya sepak bola piala dunia ini dulu, ujarnya.
Atas kemunduran Ahmad Yani dari kepengurusan DPC PDIP Tanah Laut,tidak membuat diam segenap pengurus DPC PDIP lainnya.
Di konfirmasi ke Imam Suprastowo selaku wakil ketua bidang organisasi DPD PDIP provinsi Kalsel yang kebetulan berada di sekretariat bersama Bambang Alamsyah dan Amhad Nizar bersama ketua DPRD Tala Hermanto dan anggota fraksi PDIP lainya mengutarakan,kalau ia mengundurkan diri jelas tidak bisa di cegah,cuma alasan mengundurkan diri itu apa,dan organisasi punya aturan.
“jangan sampai menyatakan mundur,tapi masih mengunakan nama PDIP maka akan blunder jadinya,karena sudah ada contoh menyatakan mundur seperti itu,makanya perlu di perjelas mundur sebagai anggota partai, pengurus atau anggota dewan,”jelasnya.
Ia menambahkan,kalau mundur tanpa alasan tentu organisasi akan ambil sikap,pendek kata jangan sampi mengusik partai dengan sikap yang tidak jelas untuk mengundurkan diri.
Sementara saat di singgung soal pelengseran Ahmad Yani sebagai ketua DPRD Tala Iman menjelaskan,pergantian atau non aktif sebagai ketua dewan itu bukan dari DPC atau DPD,tapi itu dari DPP,memang atas usulan dari DPC rekomendasi dari DPD,tapi yang memutuskan adalah DPP,dan non aktif dari alasan yang sudah di pelajari,salah satu contohnya mendukung salah satu paslon yang di luar ketentuan partai,maka itu di anggap kesalahan fatal. Sebagai kader partai ia boleh komunikasi dengan orang lain atau dengan calon lain silaturahmi boleh saja,namun jangan ada sikap mendukung paslon lain di luar partai. Soal pelanggaran berat, sedang atau ringan itu kewenangan DPP yang menentukan.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
2
100%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook

Tentang Penulis/Jurnalis

Tim Jurnalis

Tim Jurnalis

Kami akan selalu berusaha memberikan informasi yang aktual dan terpercaya kepada pembaca setia infotanahlaut.com. Semoga media ini bisa menjadi media penambah khasanah informasi khususnya dari Kabupaten Tanah Laut.