Anak Penjual Pentol Masuk 5 Besar Akpol Se Indonesia – infotanahlaut.com
VIRAL

Anak Penjual Pentol Masuk 5 Besar Akpol Se Indonesia

INFOTANAHLAUT.COM- Setelah panitia pusat seleksi calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2018 mengumumkan 250 nama-nama calon taruna dan taruni yang lolos seleksi, di aula Cendikia Akpol Semarang  Jawa Tengah belum lama tadi, maka bagi yang tak lolos seleksi dapat mendaftar pendidikan Bintara.
Karo Pengendalian Personel (Dalpers) SSDM Polri, Brigjen Sudarsono,selaku wakil ketua panitia pusat seleksi Akpol 2018 mengatakan, bagi yang tidak lolos seleksi ini,nanti langsung registrasi pendidikan Bintara.
Dari 250 nama tersebut ada rasa sukur yang besar di balik kerja keras sang ayah Rohadi (48) dan isterinya Yahmi (41) yang hanya beprofesi sebagai penjual pentol, karena telah mampu menghantarkan putra keduanya Deny Ariadi kelahiran 28 Desember 2000 di kota Pelaihari Kalsel yang lulus dalam seleksi penerimaan Akdemi Polisi (Akpol) tahun 2018 ini.
Kebanggaan lebih bertambah manakala Deny pun menempati ranking 5 besar secara nasional dengan nilai 74.08. Ia berada dari 4 orang lulusan terbaik nasional lainnya yakni Adyra Rizki Nugroho dari Metro Jaya,rangking 1, M.Alghifari dari Metro Jaya rangking 2, Bhaskara Ardhi Anugerah Nasution dari Jawa Timur rangking 3 dan Whishaka Dian Pandutama dari Metro Jaya pada rangking 4. Sementara rangking 6 di bawah Deny Ariadi yakni Janoslan Hubert Sinaga dari Kalimatan Timur.
Proses pengumuman lolos seleksi pada waktu itu dilakukan dengan memperlihatkan nilai-nilai 360 peserta baik dari penilaian jasmani, psikologi, akademik dan penampilan. Panitia memisahkan nilai peserta taruna dan taruni kemudian menunjukan peringkat mereka. Taruna yang berada pada peringkat 221 ke bawah di nyatakan lulus tidak terpilih, begitu pun taruni yang berada di peringkat 31 ke bawah.
Rohadi dan Yahmi yang tinggal di jalan Teluk Baru Rt 8b Rw 3 Kelurahan Karang Taruna saat di temui di kediamannya, Selasa (7/08/218) banyak bercerita tentang perjalanan hidup sebagai orang yang merantau ke Kalsel khususnya ke Kabupaten Tanah Laut.
“Lantaran dulu awalnya di Aceh kerja di samwil kayu tutup maka sempat melamar untuk jadi kondektur bis di Jawa,tapi tidak saya ijinkan,”kata Yahmi istri Rohadi.
Perjalanan waktu,Rohadi yang punya kerabat keluarga di Pelaihari yakni pamannya bernama Arjo Lanjar tinggal di gang Jambu Pelaihari kota meminta Rohadi untuk ke Pelaihari saja guna berjualan. Segala permodalan dan peralatan untuk berjualan di penuhi Arjo Lanjar yakni berjualan pentol,maka di tahun 1999 Rohadi dan Yahmi pun hijrah ke Pelaihari.
Cerita Rohadi pula,saat memulai bekerja berjualan pentol keliling kota Pelaihari diakui sempat tersesat pulang ke rumah karena belum hapal jalan-jalan di kota Pelaihari dan kala itu jualan pentol menggunakan sepeda ontel. Kini Rohadi tidak lagi jual pentol keliling karena sudah ada lokasi yang menetap yakni di SMK Negeri 2 Desember berada di Desa Pemuda dan berdekatan dengan SMP Negeri 3 Pelaihari. Sementara istrinya juga berjualan pentol keliling di sekitar komplek dan sekolah-sekolah yang dekat dengan rumah.
Soal Deny kata Rohadi,saat masih duduk di PAUD yang ada di gang Jambu,pernah di tanya cita-cita mau jadi apa,dan saat itu inginnya jadi ustaz. Akan tetapi Deny selalu ngotot ingin mengenakan pakaian seragam Polisi saat ada karnaval TK PAUD.
Perjalanan pendidikan yang di lalui Deny yakni SD Pelaihari 6,meneruskan ke SMP Negeri 1 Pelaihari,dan kemudian di SMA Negeri Banua Gambut,Kabupaten Banjar.
“Kami dapat undangan kelulusan bersama ratusan para orang tua se Indonesia yang memang di minta harus hadir ke acara di Jawa Tengah guna menyaksikan pengumuman kelulusan. Pasca kelulusan pun masih ada tahapan tes kembali sebelum di karantina. Dalam pengumuman hasil akhir tersebut juga di sampaikan penggabungan nilai-nilai lewat layar lebar. Harapan kelak bagi Deny bisa jadi seorang aparat yang amanah dan mengedepankan kejujuran, “tutup Rohadi pula.
Deni sendiri punya kakak kandung laki-laki bernama Arianto yang tidak lama tadi juga lulus ikut seleksi Kemenkum HAM dan jadi Sipir di Rutan Banjarbaru.
Diketahui kuota didik Akpol tahun ini adalah 250 orang. Sementara calon taruna dan taruni yang bertahan hingga tahap akhir berjumlah 360 peserta,dengan demikian 110 peserta akan di nyatakan tidak lulus.Tung

45
84%
like
3
5%
love
2
3%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
3
5%
angry

Komentar Facebook