KECELAKAAN

Arisan Online, Diduga Ratusan Juta Nasabah Rugi

INFOTANAHLAUT.COM- Dua orang wanita cantik ini sebagai tersangka atas kasus arisan online yang merugikan banyak orang. Bisnis arisan online ini sendiri sudah berlangsung sejak bulan Desember 2016 lalu. Kendati hanya 1 orang pelapor yakni Mahfuzah Khairan, namun polisi berkeyakinan masih ada korban lainnya namun tidak melaporkannya. Tersangka Irmi Ridha warga Banjarbaru dan Arbanah warga Kecamatan Kintap harus berurusan dengan polisi.
Awalnya, korban yang telah ikut arisan online, namun ada pemberitahuan di grup WA bahwa arisan tidak dapat di cairkan. Korban lantas gelisah dan melaporkan hal itu ke polisi.
Kejadian pada awal bulan Juli lalu, sekitar pukul 08.30 wita aksi penipuan dan penggelapan lewat arisan online atau arisan bodong, dimana hasil keuntungan di dapat dari peserta arisan.
Barang bukti dari kedua wanita tersangka ini di sita yakni 19 lembar kwitansi atas nama Irmi Ridha, 12 lembar bukti transfer,1 buah buku tabungan atas nama pelapor, 29 lembar rekening Koran BRI, 1 buah buku catatan keuangan milik pelapor, dan 1 buah HP merek Oppo F.
Kasat Reskrim Polres Tala AKP Alfian Tri Permadi, Rabu (12/7) mengatakan, arisan tersebut di tawarkan kepada masyarakat, akan tetapi dalam perjalanannya janji yang di dapatkan masyarakat tidak di tepati.
Modus operandi pelaku menjual arisan kepada korban, dan kembali menjualnya di bawahnya lagi kepada orang lewat cebuah broadcast, dan masyarakat yang ingin membeli arisan di barengi bujuk rayu, maka terjaringlah korban yang di sertai dengan iming-iming yang bakal di dapat. Dalam broadcast sendiri ada beberapa pilihan dari Rp 1 juta sampai ratusan juta. Namun batas waktu untuk mendapatkan ternayat tidak ada. Hal ini hubungannya dengan pelaku di Kabupaten Banjar yang menerima laporan ternyata saling keterkaitan.
Polisi masih mendalami terhadap aset yang di dapatkan dari arisan online ini, di prediksi memcapai ratusan juta karena jumlah korbannya cukup banyak, dan sementara korban yang melapor ada yang Rp 10 juta sampai Rp 700 juta rupiah.
Pelaku di jeart pasal 378 KUHP tentang penggelapan, dan pasal 372 KUHP penipuan dengan ancaman 15 tahun penjara.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook