ASN Merasa Menyesal Dan Rugikan Diri Sendiri – infotanahlaut.com
HUKUM

ASN Merasa Menyesal Dan Rugikan Diri Sendiri

INFOTANAHLAUT.COM- Menyesal selalu datang belakangan, itulah yang di utarakan oleh 5 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang duduk dikursi terdakwa atas kasus foto viral salam dua jari di lapas Sukamiskin Bandung pada tanggal 7 April 2018 lalu.
Sidang lanjutan foto viral para ASN, Senin (28/5) kembali di gelar di ruang sidang Kartika di Pengadilan Negeri Pelaihari, dengan agenda pemeriksaan terdakwa.
Masing-masing terdakwa yang merupakan kepala dinas tersebut saling di tanya oleh Jaksa Penuntu Umum (JPU), mulai dari awal keberangkatan dari Pelaihari, sampai menginap di hotel, hingga sampai proses berkumpulnya di lapas Sukamiskin.
Intinya, para terdakwa mengaku menyesal atas apa yang mereka perbuat, tidak ada niatan untuk melakukan dukungan kepada salah satu paslon, dan soal salam dua jari mereka artikan sebagai sebuah kemenangan (Victory) atas kebebasan Aad yang notabenya dulu adalah atasan mereka, banyak membawa perubahan karir dan kehidupan, pendek kata salam dua jari spontan mereka lakukan tanpa ada muatan apa pun, dan spontan dilakukan karena ada hubungan emosional sejak dulu Aad menjadi atasan mereka.
“kami merasa tidak ada untungnya, dan justru kami rugi waktu, tenaga dan dari pengalaman ini kami intruksikan ke bawahan untuk tidak melakukan hal serupa, cukuplah kami yang menjadi korban,” terang Suharyo mewakili terdakwa lainnya.
Dalam sidang tersebut, JPU mengahdirkan saksi dari LSM Aliansi Indonesia Kalsel, karena dua tiga personilnya yakni Rafiq, Mardian Jafar dan M.Noor ikut berfose bersama ASN lainnya. Akan tetapi hanya saksi Rafiq dan M.Noor saja yang di mintai keterangan.
Rafiq menuturkan, ia baru kali pertama mendatangi lapas Sukamiskin, dan tahunya kalau ada informasi ada main tenis lapangan serta selamatan dalam rangka perayaaan selesainya menjalani masa hukuman mantan bupati Tala 2 periode yakni Drs.H.Adriansyah atau Aad.
Ketemu sama Aad pun baru itu, dan saat tiba di lapas sudah banyak orang di sana. Terlihat ada yang main catur dan ada yang nyanyi-nyanyi. Mengenai orang yang berfoto tersebut ada sekitar 30 orang. Ada bahkan yang bersara Piss dan Victory, dimana suara itu muncuk dari rekannya Mardian Jafar yang sekarang Badan Pengawas (Banwas) Perusda Baratala dan pensiunan ASN dengan jabatan terakhir kepala SKB.
Rafiq sendiri mengaku telah memberikan peringatan kepada Gazali salah seorang ASN (Sekcam Tambang Ulang) agar foto tidak di sebar dan cukup untuk koleksi pribadi, karena mungkin akan membawa masalah. Namun pada akhirnya foto menyebar melalui akun FB Ahmad Yani, kemudian ke FB lainnya dan masuk ke grup WA Informasi Tanah Laut.
Di sekempatan itu bahkan Aad sempat memberikan sambutan, namun isinya meminta agar apa yang sudah ia jalani jangan sampai terulang kembali.
Atas penjelasan Rafiq tersebut di benarkan oleh 5 terdakwa.
Begitu pula dengan keterangan M.Noor selaku bendahara LSM Aliansi, ia hanya di ajak silaturahmi ke Bandung dan awalnya memang ada acara di Jakarta.
M.Noor sendiri ikut mengacungkan salam dua jari karena saat berfoto ada teriakan salam dua jari, sementara posisinya di belakang sehingga ia pun ikut mengacungkan salam dua jari. Atas keterangan M.Noor para terdakwa pun membenarkan keterangannya.
Ketua majelis hakim Boedi Haryantho,SH dalam closeing nya mengingatkan kepada terdakwa untuk pandai membaca situasi. Tahu kalau Kabupaten Tanah Laut tengah melangsungkan Pilkada, Tahu apa hubungannya Aad dengan salah satu paslon, dan tahu saat-saat itu memasuki masa kampanye, terlebih terdakwa adalah para ASN, kontrol diri, maka apa jadinya komentar bawahan dengan perilaku semacam itu dilakukan atasannya, dan yang namanya netrlalitas ASN kenapa datang ke Lapas, dan kenapa berfose demikian yang sama artinya dengan simbol nomor paslon dua.
Sidang lanjutan akan kembali di gelar Rabu (30/5) mendatang dengan agenda tuntutan dari JPU.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook