PUBLIK

Asuransi Sawah, Untuk Modal Tanam Berikutnya

INFOTANAHLAUT.COM-Adanya asuransi bagi sawah petani dari PT. Jasindo Cabang Banjarmasin yang telah di sosialisasikan beberapa waktu lalu lewat temu teknis Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) se Kabupaten Tanah Laut bersama jajaran TNI Kodim 1009 Pelaihari di gedung Sarantang Saruntung yang di buka oleh bupati Tala Bambang Alamsyah, di paparkan bahwa asuransi kepada sawah petani tersebut selanjutnya sebagai modal untuk masa tanam berikutnya jika sawah petani mengalami kebanjiran, kekeringan, serta adanya Organisme Penggangu Tanaman (OPT) berupa hama tanaman penggerek batang, wereng coklat, walang sangit, tikus, ulat grayak dan keong mas, termasuk pula terhadap gangguan penyakit pada tanaman berupa blast, bercak coklat, tungro, busuk batang, kerdil, hampa, kerdil rumput atau kerdil kuning, serta kresek.

Oleh pihak PT. Jasindo cabang Banjarmasin menjelaskan, untuk prosedur penyelesaian klaim, tertanggung menyampaikan secara tertulis pemberitahuan kejadian kerusakan kepada PPL atau POTP-PHP dan petugas asuransi tentang indikasi terjadinya kerusakan (banjir, kekeringan, OPT).

Selanjutnya di lakukan survei, dan tertanggung tidak di perkenankan menghilangkan barang buksi kerusakan sebelum petugas asuransi melakukan pemeriksaan. Jika dalam kurun waktu 30 hari sejak pemberitahuan kerusakan belum terbit berita acara hasil pemeriksaan kerusakan, maka asuransi pelaksana di nyatakan setuju atas klaim yang di ajukan, dan pembayaran klaim paling lambat 14 hari sejak berita acara hasil pemeriskaan kerusakan di tanda tangani.

Di jelaskan pula, bahwa petani berkewajiban membayar premi sebesar Rp 36.000 per hektar. Di samping itu petani terdaftar dalam 1 kelompok tani, dan petani yang memiliki sawah paling luas 2 hektar, serta melakukan usaha tani padi varitas unggul, lokal unggul atau lokal.

Sementara klaim yang tidak bisa di lakukan asuransi jika di sebabkan lantaran kebakaran, pencurian, pembiaran secara sengaja hingga meluasnya kerusakan, kesalahan atau kelalaian yang di sengaja, gempa bumi, latusan gunung berapi dan tsunami.

Sementara itu kepala dinas pertanian tanaman pangan, holtikultura dan perkebunan Tanah Laut Achmad Mustahdi mengatakan, memang sangatlah membantu petani dalam rangka mengatasi kesulitan yang di alami, di samping itu dengan biaya yang sangat murah untuk preminya yang hanya sebesar Rp 36.000 per hektar atas program pemerintah melalui asuransi PT. Jasindo selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“target di tahun 2017 ini seluas 5000-an hektar, dengan harapan sektor pertanian dapat terus meningkat, dan berharap 10 persen dari luas target tersebut bisa di asuransikan,” jelasnya.

Terhadap program asuransi bagi sawah petani ini, ujung tombaknya berada di PPL, dimana melalui PPL dapat menjelaskan kepada petani serta mengajak petani untuk ikut asuransi tersebut, tutup Mustahdi. Saat ini ada sebanyak 150-an orang PPL yang tersebar di seluruh Kabupaten Tanah Laut.baz

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook