PEMKAB TALA

Australia Dan UNPAD Praktek Di Sungai Aris

INFOTANAHLAUT.COM- Pemerintah negara Australia yang bekerjasama dengan Universitas Pajajaran (Unpad) dalam soal studi tentang masalah menajemen pengelolaan ternak sapi, pemasaran dan hal-hal lain yang di rasa perlu, maka di fasilitasi oleh Unpad melakukan secara teori di kampus Unpad sementara prakteknya dilakukan di Badan Usaha Milik Petani (BUMPP) Cahaya Abadi Petani di Desa Sungai Aris Kecamatan Tambang Ulang sebagai lokasi praktek, yang merupakan sebuah tempat kandang sapi-sapi dari Australia jenis Brahman Croos dalam jumlah ratusan ekor di arela perbukitan.
Kepala dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir.Suharyo, Senin (16/4) mengatakan, saat sekarang banyaknya BUMP di Indonesia, maka oleh Australia di berikan pelatihan untuk mengelola BUMP, dan peserta pelatihan tersebut 1 orang peserta mewakili BUMP.
Pelatihan pengelolaan manajemen pengelolaan BUMP kedepannya di harapkan agar terjadi peningkatan produksi ternak sapi, dan untuk BUMP Cahaya Abadi Petani kini telah melahirkan 12 ekor sapi jenis Brahman Cross semenjak sapi-sapi Australia tersebut masuk ke Desa Sungai Aris.
Suharyo menambahkan, pemerintah Austarlia berharap agar untuk pejantan sapi tidak lagi dari Australia namun bisa di dapat di BUMP, dan merupakan peranakan Ungule dan Sumba Ungule, hal ini juga agar kondisi fisik sapi jantan bisa lebih tahan dengan cuaca di Indonesia.
Menyangkut suntik kawin dengan menggunakan sperma beku sapi masih beli di daerah Singosari kota Malang Jawa Timur, juga sebagai program penunjang Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) 2017 lalu, dan kini untuk Siwab di Tala mendapat juara pertama dari dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalsel karena target mencapai 100 persen yang pada bulan Juni mendatang sertifikatnya di serahkan.
“ditarget Siwab 2018 ini produksi sapi sebesar 25.000 ekor, dan kini sudah ada sebanyak 15.000 ekor atau (60 persen) yang di dapat dan masuk ke Tanah Laut,”jelas Suharyo.
Pemerintah Pusat terus mendorong peningkatan produksi sapi di Indonesia, akan tetapi dengan pengetatan anggaran di Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tanah Laut berupaya dengan melakukan penjaringan kepada investor.
Menurut Suharyo di tengah-tengah pengetatan anggaran, alhamdulillah ada 2 investor yang siap mengembangkan ternak sapi di Tala, yakni dari PT. Arutmin Indonesia yang berada di Kecamatan Kintap dengan 10 ekor sapi jantan induk jenis sapi Bali di datangkan dari Madura dan sudah berstandar SNI, kemudian yang di kembangkan di Desa Tanjung Dewa Kecamatan Panyipatan investor dari Surabaya dengan kelompok tani pada pengerjaan kesiapan lahan seluas 25 hektar yang sekarang sudah pada tahap pemasangan pagar dan penanaman jenis rumput sebagai pakan sebelum sapi masuk antara 20 sampai 25 ekor yang di pasok dari Pasuruan Jawa Timur, di mana sapi-sapi tersebut untuk pengembangan bukan untuk sapi potong.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook