POLITIK

Bagaimana Kabar Kelanjutan Dugaan Money Politik

INFOTANAHLAUT.COM- Setelah di laporkannya oleh penasehat hukum Paslon nomor urut 2 Badrul Ain Al Afif ke Panitia Pengawas Pemilu (Panswalu) Kabupaten Tanah Laut terhadap dugaan praktek politik uang (money politik), oleh oknum paslon nomor urut 1 saat acara silaturahmi di Desa Banyu Irang Kecamatan Bati-Bati pada Selasa (19/6) lalu,lantaran kedapatan oknum paslon nomor urut 1 yang membagikan uang dalam amplop putih berisi uang Rp 50.000 rupiah,kini dari tim paslon nomor 2 pun mempertanyakan sejauh mana proses yang telah dilakukan oleh pihak terkait dalam hal ini Panwaslu ataupun Gakumdu.
Sam Kumkelo salah seorang anggota tim hukum paslon nomor 2,Senin petang (25/06/2018) dalam keterangan persnya mengatakan,sejak masuknya laporan dugaan money politik oleh oknum paslon nomor 1 di Desa Banyu Irang beberapa waktu lalu,sudah di tanyakan ke Panwaslu dan jawab mereka sedang di bahas di Gakumdu.
“harapan agar persoalan ini bisa di tindak lanjuti dan di proses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku serta se adil-adilnya atas pelanggaran pasal 187 A UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada,”kata Sam Kumkelo.
Ia menambahkan,saat di konfirmasi ke Kejaksaan untuk proses selanjutnya hanya di minta bukti suara (audio) rekaman saja,karena untuk bukti uang dalam amplop Rp 50.00, video dan foto di kewenangan Panwaslu,dan itu di pahami saja karena sebagai dokumen mereka. Sementara kalau hal ini di bantah oleh tim paslon nomor 1 bukan dari orang mereka,maka hal itu adalah hak mereka untuk menjawabnya,dan kami percayakan kepada Panwaslu untuk memproses seadil-adilnya dan akan kami kawal terus di Panwaslu.
Sementara itu di konfirmasi ke pihak Panwaslu Kabupaten Tanah Laut terkait hal itu melalui ketuanya Marsudi menyatakan proses tersebut tidak berhenti,karena sekarang masih dalam pembahasan pihak Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu),dengan telah pula memanggil saksi-saksi baik pihak pelapor maupun terlapor,termasuk pula memanggil pihak KPU Tanah Laut.
“untuk KPU nya sendiri terkait dengan PKPUnya,”terang Marsudi.
Ia menambahkan pada Selasa (26/6) akan di sampaikan ke tim hukum paslon nomor 2, jadi tunggu saja, terangnya.
Sementara itu dari pihak paslon nomor 1 yakni H Sukamta sendiri mengaku memang ada pemanggilan dari Panwaslu atas dugaan money politik tersebut,dan semua sudah di jelaskan kronoligisnya.
“yang jelas saya tidak mengetahui kalau hari itu ada pembagian uang,”terang Sukamta saat di hubungi.
Di tambahkan Sukamta,saat itu mendapat undangan dari pihak Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI),yang meminta penjelasan tentang nasib para pekerja jika kelak terpilih sebagai bupati Tala, dan sudah barang tentu menjelaskan untuk memperhatikan pula para pekerja atau meresponnya,dan menyangkut uang itu sekali lagi tidak mengetahuinya,karena langsung pulang.Tung

0
0%
like
0
0%
love
2
66%
haha
1
33%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook