POLITIK

Balihonya Terkesan Dilempar, Riduan Komplain

INFOTANAHLAUT.COM- Caleg dari partai DPC Golkar Tala Riduansyah pada Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Pelaihari dan Kecamatan Bajuin merasa kesal dengan aksi penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) yang secara serentak, Rabu (30/1/2019) kemarin dilakukan Bawaslu. Ia pun datang ke kantor Bawaslu Tanah Laut Jalan A.Syairani Pelaihari karena balihonya terkesan di lempar ke semak-semak. Kedatangannya ingin tahu aturan mana yang di langgar dan pasal berapa, karena ia berkeyakinan memasang baliho sesuai aturan.
Sekitar pukul 14.00 wita, Kamis (31/1/2019), Riduansyah datang ke Bawaslu namun sayangnya di kantor Bawaslu pejabat-pejabat yang berkompeten tidak ada di tempat, namun hanya para staf dan beberapa petugas keamanan dari Polres Tala.
Setelah menunggu beberapa saat, Riduan pun sedikit naik pitam karena pejabat yang di tunggu-tunggu tidak kunjung datang, akhirnya Riduan pun melalui telpon menghubungi Gunawan selaku Divisi Pencegahan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu setelah meminta nomor Gunawan, ia lantas menghubungi Gunawan dan terjadilah percakapan via telpon seluler, karena saat itu Gunawan sedang berada di Kecamatan Takisung.
Pembicaraan keduanya pun tedengar saling menjelaskan satu sama lain, walau Riduansyah agak sedikit bersuara keras. Usai melakukan komunikasi via telpon, Riduansyah kepada awak media mengatakan, posisi baliho yang berada di Desa Panggung dan Desa Pabahanan dengan ukuran 2 x 1, 5 meter persegi yang tidak bisa ia terima, karena setelah di konfirmasi ke Bawaslu mengatakan tidak ada mengutus pihaknya menyuruh melepas, kemungkinan yang melepas adalah pihak luar dan di lempar sejauh kurang lebih 10 meter dari posisi semula atau ke semak-semak.
“Idealnya kalau Bawaslu melepas baliho bisa di letakkan di tempat lain yang tidak mengganggu orang, tapi ini seperti terkesan di lempar, itu yang juga mau di selidiki siapa-siapa yang melepas, kalau masyarakat mungkin bisa di maklumi, tapi kalau Bawaslu yang melepas ya harus sesuai dengan aturan dan etika juga, karena menbuat baliho tidak dengan daun melainkan pakai duit,”kata Riduansyah.
Ia menambahkan, atas saran Bawaslu untuk di pasang lagi maka akan di turuti pemasangan kembali khususnya yang di Desa Pabahanan dengan ukuran 2,6 x 1,5 meter persegi. Ia sendiri membuat baliho ukuran 1 x 1 meter dan 5 x 2 meter persegi sebanyak 6 buah untuk di distribusikan ke desa-desa. Namun kalau berada di pinggir jalan rusak, mohon Bawaslu memberitahu agar bisa di perbaiki, jangan lantas main cabut dan terkesan di lempar dekat posisi semula.
Riduansyah sendiri juga baru mengetahui Surat Bawaslu RI tentang pemberitahuan penertiban APK serentak pada tanggal 30 Januari 2019.
“Surat itupun dapat dari caleg lain di Kecamatan Bati-Bati pada malam harinya, dan tidak ada di kirim Bawaslu ke Parpol, jadi terkesan mendadak pencopotan baliho-baliho, sehingga tidak ada persiapan untuk melepas atau memperbaiki APK. Setidaknya ada jeda 2 atau 3 hari, sehingga sempat curiga siapa tahu caleg lain yang merusak karena persaingan caleg,”keluh Riduansyah.
Riduansyah akhirnya bisa menerima saran dari Gunawan saat di jelaskan melalui telpon selulernya, dan ia berniat memasang atau memperbaiki balihonya yang telah rusak tersebut seraya meninggalkan kantor Bawaslu Tanah Laut.Tung

0
0%
like
0
0%
love
1
100%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook