HOBBY

Bangga Sebagai Orang Tala Dicurahkan Lewat Puisi

INFOTANAHLAUT.COM-Kebanggaan tersendiri bagi Hayatul Mursyida.MP.d (27) bisa menyerahkan langsung setangan hasil karyanya kepada bupati Tala H.Sukamta.
Selasa, (3/9) ia dengan sabar menunggu di depan ruang kerja Sukamta, karena beberapa tamu dari luar dan ASN termasuk Sekda Tala masih berada dalam ruang kerja Sukamta.
Sejak pagi sekitar pukul 09.00 wita, Hayatul sudah tiba di kantor bupati, dan tujuannya hanya satu yakni menyerahkan hasil karyanya berupa kumpulan puisi-puisi yang sudah di cetak dalam bentuk buku.
Buku kumpulan puisi yang di serahkan ke Sukamta sendiri berjudul “Antalogi Puisi Titisan Tanah Laut”.
Buku setebal 112 halaman itu pun sampai langsung ketangan Sukamta.
Sukamta saat itu keluar dari ruang kerjanya dan hendak membuka acara di aula Barakat lantai 2 Setda Tala, maka tanpa melewatkan kesempatan itu Hayatul langsung menyerahkan hasil karyanya.
Sesaat setelah menerima buku tersebut, Hayatul pun sedikit menceritakan isi yang ada dalam buku tersebut. Sukamta pun nampak senang, namun sayangnya pertemuan dengan Sukamta tidak berlangsung lama, pasalnya Sukamta juga tengah buru-buru karena di tunggu untuk membuka acara.
“Terima kasih atas pemberian bukunya, semoga hal ini bisa di contoh bagi generasi muda Tanah Laut lainnya,”ucap Sukamta yang bergegas melangkah.
Kendati hanya dalam hitungan detik Hayatul bisa bertemu dan menyerahkan secara langsung 4 buah buku Titisan Tanah Laut tersebut ke Sukamta, namun tidak membuatnya kecewa. Ia cukup bangga bisa langsung menyerahkan setangan kepada bupati Tala.
Usai menyerahkan buku, Hayatul dalam perbincangan mengatakan, dalam mengumpulkan tulisan-tulisan puisi sudah di cetak sebanyak 36 buah buku.
Hayatul anak ke 3 dari pasangan Syaifuddin dan Rumiati yang tinggal di Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampar sendiri ternyata mengajar mata kuliah bahasa dan sastra pada STAI Al Falah Banjarbaru. Ia sendiri jebolan Unlam Banjarmasin yang kini mengambil S2 jurusan pendidikan bahasa dan sastra di Unlam Banjarmasin.
Kesibukan lainnya sebagai pengajar di STAI Al Falah Banjarbaru juga sebagai tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Batu Ampar.
Ia menuturkan, hasil penjualan buku puisi di donasikan ke Taman Pendidikan Al Qur’an Al Mujahit.
Dalam kumpulan buku puisi juga mengangkat cerita tentang asmara, sosial, religi, politik, pendidikan dan perjalanan hidup.
Lahir di Desa Ambawang dan mengikuti program transmigrasi sekitar tahun 1960-an hijrah dari Jawa Tengah ke Desa Ambawang, membuatnya merasa bangga sebagai orang Tanah Laut. Pengalaman dalam berorganisasi di rasakan Hayatul seperti Teater Hima (Himbisastra), grup musik panting (Effort Arutmin), BEM Unlam Banjarmasin, dan Karang Taruna.
Kebanggan sebagai orang Tanah Laut yang ia curahkan lewat puisi berjudul Titisan Tanah Laut itu berbunyi “Darah ibuku telah menyatu pada tanah ini, Keringat ayahku telah menyatu pada laut yang biru, Lalu terciptalah aku, titisan Tanah dan Laut ini, Puluhan tahun diri berpijak, Belajar hidup yang hanya sementara, Dari air mata menjadi tawa, Dari pecahan kaca menjadi permata, Memang, ini hanya soal waktu”.Tung

1
50%
like
1
50%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook

Tentang Penulis/Jurnalis

Tim Jurnalis

Tim Jurnalis

Kami akan selalu berusaha memberikan informasi yang aktual dan terpercaya kepada pembaca setia infotanahlaut.com. Semoga media ini bisa menjadi media penambah khasanah informasi khususnya dari Kabupaten Tanah Laut.