PUBLIK

Banyak Nelayan Belum Tahu Permen Kelautan

INFOTANAHLAUT.COM- Para nelayan di perairan Muara Asam-Asam di Kecamatan Jorong banyak yang belum mengetahui adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 71/Permen-KP/2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan Di Wilayah Pengelolaan Perikanan RI, yang di tanda tangani oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti.
Di samping itu, adanya larangan alat penangkap ikan yang ternyata masih di pakai oleh nelayan seperti Pukat Hela Dasar Berpalang (Beam Trawls). Jenis alat tangkap di maksud di atas memang rata-rata di gunakan nelayan, karena kemampuan alat tangkap semacam itu hanya memerlukan jarak tempuh 2 mil laut, namun alat tangkap semacam itu efeknya merusak biodata laut.
Sejalan dengan itu kegiatan rutin Satpolairud Polres Tala yang di back up Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala, Selasa (16/5) kemarin harus melaut dan sambil mencari kapal-kapal nelayan.
Pencarian kapal-kapal nelayan memerlukan waktu kurang lebih 30 menit oleh anggota Satpolairud bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan yang menggunakan Speed Boat khusus yang mampu sampai di atas 4 mil laut.
Cara kerja alat tangkap seperti di atas tersebut, yakni dengan cara menggunakan media kayu atau papan Ulin sebagai alat keruk, dan di sambung dengan jarring atau biasa di sebut lampara dengan panjang bervariasi, mulai dari 20 sampai 50 meter dan lebar yang bervariasi pula antara 10 sampai 12 meter. Alat keruk (papan) ituulah yang menggaruk dasar laut dan membawa apa saja yang di lewatinya, termasuk batu-batu karang. Setelah di tarik pakai kapal, maka oleh nelayan di pilah-pilah, mana yang tidak bermanfaat di buang kembali kelaut. Maka jelasalah alat tangkap ikan seperti itu di larang karena merusak biodat laut yang sedang berkembang, atau anak-anak ikan dan jenis ikan lainnya ikut terbawa.
Kasat Polairud Polres Tala Iptu Dading Kalbu Adie,ST mengatakan, operasi rutin itu terus dilakukan tidak saja di perairan Muara Asam-Asam, namun sampai ke perairan Takisung, Batakan serta sampai ke Kintap.
“tujuannya jelas untuk memberikan informasi kepada nelayan agar mengetahui adanya Permen Kelautan dan Perikanan tersebut, dan pada tahap sosialisasi tidak dilakukan penyitaan, namun masih persuasive,” jelas Dading.
Sementara itu salah seoarang nelayan bernama Aman dari Desa Swarangan yang kedapatan menggunakan alat tangkap di maksud mengaku tidak tahu kalau jenis alat tangkap seperti itu dilarang.
“ya setelah tahu begini maka akan di ganti dengan alat tangkap yang tidak dilarang,” katanya.
Aman selanjutnya oleh anggota Satpolairud yang melakukan patrol di berikan selebaran Permen Kelautan dan Perikanan tersebut, dan patroli balik kanan mengingat kondisi cuaca di laut terlihat mendung tebal yang di sertai tiupan angin yang kencang.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook