PUBLIK

Banyak Vakum Lantaran Hutang Piutang

INFOTANAHLAUT.COM-Kepala bidang Koperasi Totom Wahyudi pada Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan Tala, Kamis (10/10) mengatakan, saat ini ada sebanyak 158 Koperasi terdata, dan di antara koperasi-koperasi itu ada yang sehat dan tidak.
Menurutnya, koperasi yang sehat ada 86 buah, dan hampir separo yang tidak sehat. Permasalahan bagi koperasi yang tidak sehat lantaran ada permasalahan masa lalu contohnya masih terkait dengan hutang piutang koperasi, sehingga berat untuk di hidupkan karena ada kaitan dengan hutang piutang.
Sejarahnya ada dulu program bantuan dari Pemerintah Pusat berupa hibah, seiring tahun berjalan lalu jadi pinjaman bergulir di karenalan ada regulasi.
“Pemkab ingin bantu koperasi agar hidup dan kembangkan usaha, cuma kadang faktor SDM beda-beda, yang sangat beda dengan SDM di luar Kabupaten Tanah Laut. Pengertian hibah jadi warisan, ternyata jadi pinjaman bahkan mungkin se Indonesia sama persoalannya, sehingga merusak koperasi yang sehat,”papar Totom.
Dinas terkait kini pun tidak bisa berbuat banyak terhadap koperasi-koperasi yang tidak sehat, pasalnya mau di hidupkan dan di bubarkan sekali pun masih ada terkait piutang. Koperasi yang sehat tentulah di bantu untuk pengembangan usaha, bisa lewat pembiayaan, survei ke koperasi, untuk memberikan penyuluhan lagi tentang perkoperasian.
Totom menambahkan, koperasi yang sudah mati suri sangat berat, berat untuk menyehatkan kembali. Koperasi yang punya badan hukum yang jelas. Namun, Pemkab optimis program yang sangat mendukung masyarakat, khususnya yang berada di tingkat bawah.
Menurutnya, untuk Koperasi Tuntung Pandang (KPN) sekarang diakui dalam kondisi kurang aktif, pengurusnya sudah pada purna tugas.
Dinas ingin menghidupkan kembali KPN, karena KPN bisa jadi contoh bagi koperasi di Tala. Ada bermacam-macam usaha yang di harapkan bisa berjalan seperti aset toko sebanyak 2 buah di pasar Tapandang Berseri, bahkan berangan-angan bisa seperti ritel, agar bisa sebagai wadah bagi produk UMKM warga Pelaihari, termasuk usaha jasa.
Terkait bunga 0 persen, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan jadi salah satu SKPD yang membawahi kelompok pengakses bunga 0 persen.
Menyangkut adanya pinjaman 0 persen tanpa agunan sudah ada pengajuan sebanyak 200-an, dan sebagian pula lewat organisasi PKL Uber Rejeki sudah ada terdata kurang lebih 300-an yang mengajukan, tutup Totom.Tung

0
0%
like
1
100%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook