PUBLIK

Benarkah Tirta Kenanga Sumber Penyakit

Warga mengeluhkan karena usai mandi di kolam Tirta Kenanga lantas mengalami gangguan kesehatan beberapa jam atau besok harinya, dan rata-rata yang mengalami sakit adalah siswa SD yang kebetulan ada jadwal olahraga mandi di kolam oleh pihak sekolahnya.
Atas kondisi demikian, Serangan keras pun di lontarkan sejumlah warga Pelaihari di medsos Facebook terkait keberadaan kolam renang Tirta Kenanga di bawah pengelolaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Tala.
Tidak sedikit warga Pelaihari utamanya anak-anak yang pada akhirnya jatuh sakit, bahkan ada yang harus di rujuk ke rumah sakit di Banjarmasin. Dalam sebuah akun facebook berbahasa Banjar menceritakan tentang salah seorang anak (Sebut saja anak Acil) saat di ajak pihak sekolahnya untuk berenang di kolam renang tersebut, namun pasca berenang mengalami sakit hebat.
Di utarakan Noor Hanansah guru olahraga SDN Angsau 4 jalan Datu Insad, Senin (26/2) mengatakan, memang saat itu ada jadwal membawa anak-anak untuk berenang di kolam renang yakni kelas 6A pada Rabu (21/2) lalu sebanyak 11 siswa dan aman-aman saja, namun sebelumnya tanggal 14/2 siswa kelas 2 A,B,C sebanyak 16 siswa mandi juga di kolam, nah seminggu setelah mandi itu banyak siswa yang tidak masuk sekolah lantaran sakit. Berikutnya tanggal 15/2 siswa ada juga mandi sebanyak 5 orang dan besok harinya juga mengalami sakit.
“saat itu juga sekolah lain ikut mandi, jadi kolam renang pun saat itu bertumpuk dengan siswa, namun bagi siswa yang tidak mandi di kolam tidak ada masalah dengan kesehatannya,” ucapnya.
Hal senada di utarakan Feni wali kelas 2C SDN Angsau 4, sampai Senin (26/2) ada 8 orang siswa yang tidak masuk sekolah ijin sakit, dan memang laporan dari orang tua siswa mengeluhkan setelah mandi di kolam renang, dan sudah pula berobat ke klinik atau ke dokter anak.
Dari daftar hadir siswa SDN Angsau 4, pada kelas 2B ada sebanyak 13 siswa tidak hadir, dan kelas 2A ada 5 siswa tidak hadir ijin sakit semua.
Senin (26/2) pula, oleh Dinas Kesehatan Tala yang di bantu dari Balai Lab dan Polsek Pelaihari serta Dispora sendiri melakukan uji sampel terhadap air kolam renang, dan sementara waktu pun kolam renang di tutup.
Kepala bidang Olahraga Rudi Imtihansyah pada Dispora Tala usai dilakukannya pengujian air mengatakan, hasil uji kolam renang masih layak untuk di gunakan.
“dari sampel sudah di sampaikan di saksikan bersama-sama, dan di bawa lagi ke Lab, namun di pastikan kolam renang layak untuk di gunakan kembali,” katanya.
Lebih jauh Rudi menjelaskan, yang jadi kendala mungkin adalah perilaku dari pengguna kolam renang, hal tersebut saat di amati dari Dinas Kesehatan di tempat sampah masih ada beberapa di temukan pembalut untuk perempuan, kemudian cara berenang oleh anak-anak, karena sebelum renang harus Woming Up (Pemanasan), banyak anak-anak ketika datang langsung nyebur ke kolam, dengan demikian juga meningkatkan kondisi jantung tidak bagus yang pada akhirnya berpengaruh pada kondisi lainnya.
Kedepannya terang Rudi, secara periodik meminta pengawasan eksternal dari Dinas Kesehatan guna melakukan pemeriksaan terhadap kolam renang, sehingga dapat di ketahui apakah dari kolamnya yang membuat anak-anak sakit atau dari perilakunya, pasalnya saat kolam di buka antusias masyarakat begitu besar dengan kapasitas kolam yang terbatas, sementara pengunjung besar yang pada akhirnya berdampak pada kualitas air. Dispora juga akan meminta petugas pengawas perempuan dari Dinas Kesehatan jika ada perempuan yang berhalangan untuk tidak mandi di kolam, atau paling tidak memberikan teguran untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum masuk kolam, termasuk penggunaan pakaian renang yang wajar.
“kerena pakaian juga akan mempengaruhi seperti kain jean, yang juga akan mengganggu sirkulasi air dan merubah PH air, namun kedepan memperbaiki keadaan, dimana melakukan pemeriksaan terhadap kualitas air sebelum di treatment dan sesudahnya, termasuk setelah kolam di gunakan,” jelas Rudi.
Terhadap pengujian kualitas air di ambil sampel pada air di 2 buah kolam, sementara untuk kolam renang anak belum bisa di gunakan karena masih rehab. Kolam pun sempat di tutup 3 hari karena adanya hujan, sehingga mempengaruhi kualitas PH air. Penggunaan bahan kimia di kolam pun di berikan yakni jenis Kaporit, Tawas, Trusi dan Soda As yang masing-masing mempunyai fungsinya.
Aduan masyarakat melalui medsos terhadap kolam renang inipun mendapat tanggapan dari pihak reskrim Polres Tala.
Usai dilakukan pengujian terhadap kualitas air oleh Dinas Kesehatan, maka keberadaan kolam khususnya di ruang depan atau pintu masuk di pasang police line.
Kasat Reskrim Polres Tala Akp Agus Rusdi Sukandar mengatakan, pertimbangn di pasangnya Police Line untuk kepentingan penyilidikan guna menindak lanjuti informasi dari masyarakat bahwa dugaan tercemarnya air kolam.
“sementara di police line setelah di ambil sampel air oleh UPT Lingkungan Hidup dan UPT Kesehatan, kemudian di uji di lab oleh masing-masing termasuk Polres Tanah Laut,” kata Agus.
Fasilitas umum kolam renang sendiri baru saja di resmikan oleh bupati Tala H.Bambang Alamsyah, dan kolam menjadi kebanggaan warga Pelaihari karena hampir 3 tahun tidak pernah lagi menikmati kolam renang.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook