PUBLIK

Beno Penasaran Dengan Soto Banjar

INFOTANAHLAUT.COM-Beno Benyamin Sekadifat salah seorang peserta Kirab Pemuda 2018 dari Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat yang masih duduk di bangku kuliah pada salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah jurusan Sosiologi, Kamis (25/10/2018) menuturkan, kesan selama di Kabupaten Tanah Laut sangat bersukur dengan keadaan di sini karena salah satu dari ribuan pemuda di Papua Barat yang bisa sampai ke Tanah Laut .
“Sikap ramah tamah warga Tanah Laut menjadi satu kebanggaan, bahkan awal datang ke Tala orang nomor satu yang menyambut yakni bupati Tala, belum lagi dengan beragam atraksi dari pemuda Tanah Laut yang turut menyambut,”kata Beno.
Ia menambahkan, seperti halnya kuliner khas Kalsel memang hanya sebatas mendengar seperti Soto Banjar, namun sebelum meninggalkan Kalsel yang namanya Soto Banjar harus dan harus dapat merasakannya. Beno sendiri sudah kali kedua mengikuti program unggulan Kemenpora lewat Kirab Pemuda.
Sebanyak 50 orang pemuda dan pemudi yang tergabung dalam “Kirab Pemuda 2018”, menyambangi radio milik Pemkab Tala Tuntung Pandang FM di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tanah Laut.
Program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Kirab Pemuda 2018 se Indonesia telah berada di Kabupaten Tanah Laut beberapa hari dan Kabupaten Tanah Laut merupakan daerah yang ke 13 mereka kunjungi.
Salah satu kegiatan mereka adalah talk show di radio milik Pemkab Tala Tuntung Pandang FM di lingkungan kantor Sekretariat Daerah (Setda) atau di lingkungan kantor bupati Tala. Peserta di terima Plt kepala Diskominfo Dian Wahyu Agustariah beserta segenap penyiar dan kru radio lainnya. Peserta juga di dampingi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi Kalsel Kabid Pemberdayaan Pemuda Dra.Hj. Siti Adawiyah,MM.
Selama di radio, perwakilan peserta melakukan siaran langsung di ruang siaran dan mengupas tentang budaya daerah masing-masing, mulai bahasa daerah, jumlah suku-suku, hingga sampai kuliner khas daerah yang di pandu penyiar radio.
Program kirab pemuda 2018 terang Andang Dewanto, S.Pd selaku kepala bidang (Kabid) pemuda pada Dispora Tanah Laut, Kamis (25/10/2018) mengatakan mereka keliling dari Sabang sampai Merauke, dan untuk provinsi Kalsel titik singgahnya di Kabupaten Tanah Laut.
Andang menjelaskan, kirab pemuda 2018 di bagi 2 zona. Zona 1 untuk Sabang yang jumlahnya 50 orang, terdiri dari pendamping, ada dokter, dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan dari Kepolisian, dan zona 2 untuk Merauke. Selama 73 hari para pemuda ini keliling Indonesia, dan puncak kirab pemuda akan di gelar di Jakarta.
Di Kabupaten Tanah Laut, kegiatan awal mereka melakukan kunjungan dan mengolah kain Sasirangan ke industri kain Sasirangan di Desa Martadah Kecamatan Tambang Ulang. Di teruskan dengan pawai kirab pemuda bersama organisasi kepemudaan lainnya di Tanah Laut, melakukan talk show di radio milik Pemkab Tala. Kemudian di lanjutkan dengan penanaman pohon di pantai Batakan Kecamatan Panyipatan dan sekaligus bersih-bersih pantai. Dalam bersih-bersih pantai Batakan juga melibatkan 50 personil TNI.
Ke 50 pemuda dan pemudi tersebut selama di Kabupaten Tanah Laut menginap di rumah-rumah warga Pelaihari. Mereka juga di libatkan dalam kegiatan rutin Pemkab Tala turun ke desa yakni Manunggal Tuntung Pandang yang di gelar di Desa Tabanio Kecamatan Takisung pada hari Jum’at (26/10/2018), dimana Manunggal Tuntung Pandang telah di laksanakan pada pada hari Kamis (25/10/2018).
Kegiatan lainnya selama di Kabupaten Tanah Laut senam bersama, melakukan kunjungan ke Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) sebagai sekolah berkelas internasional dan juga melakukan dialog tentang bagaimana proses perekrutan dan fasilitas apa saja yang tersedia. Kemudian senam bersama, dan terakhir ramah tamah dengan bupati Tala dan sekaligus pelepasan Kirab Pemuda 2018.
Selesai melakukan talk show di radio Pemkab Tanah Laut, peserta Kirab Pemuda 2018 bertolak ke pantai Batakan untuk melakukan penanaman pohon sebanyak kurang lebih 200 bibit pohon Mahoni, Trambesi, Sengon, dan Angsana bantuan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel. Selanjutnya peserta akan melanjutkan perjalanan menuju provinsi Kalimantan Timur selepas melakukan kunjungan ke Kabupaten Tanah Laut yang berakhir tanggal 27 Oktober 2018.Tung

4
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook