KESEHATAN

Benua Raya Kampung KB Yang Ke 10

INFOTANAHLAUT.COM- Program Pemerintah yang fokus pada program Keluarga Berencana (KB) terhadap kawasan atau desa-desa untuk di jadikan kampung KB, kini di Kabupaten Tanah Laut sendiri telah ada sebanyak 10 desa yang telah di tetapkan sebagai kampung KB.

Masing-masing per kecamatan telah di tetapkan 1 desa sebagai kampung KB, dan untuk pencanangan kampung KB yang ke 10, Rabu (18/10) di tetapkan Desa Benua Raya Kecamatan Bati-Bati sebagai kampung KB oleh bupati Tala Bambang Alamsyah.

Bupati Tala menekankan kepada kepala desa bahwa program kampung KB juga sangat penting dalam rangka untuk menekan ledakan penduduk, jadi jangan hanya tahu soal KTP semata, ujarnya.

“anak-anak jangan sampai tidak sekolah di desa ini, apalagi sekarang Pemkab Tanah Laut suda punya Politeknik Negeri, maka manfaatkan perguruan tersebut untuk pendidikan anak-anak,” kata Bambang.

Di kesempatan itu Bambang juga menginformasikan tentang keberadaan rumah sakit yang kini tengah di bangun. Di rumah sakit terbesar di Kalsel itu, saat ini sudah ada lebih dari 30 orang dokter spesialis yang telah di sekolahkan oleh Pemkab dan siap melayani masyarakat di Kabupaten Tanah Laut.

Bambang juga mengingatkan kepada semua kepala desa di Kecamatan Bati-Bati bahwa Pemerintah Pusat dan daerah telah menganggarkan anggaran yang cukup besar ke desa, gunakan itu dengan tepat dan sesuai sasaran apa-apa yang menjadi kebutuhan desa. Desa Benua Raya sendiri saat memiliki asset objek wisata berupa kerbau rawa, manfaatkan objek tersebut untuk perkembangan desa di sektor kepariwisataan dan hal itu merupakan peluang besar untuk kemajuan desa.

Kepala dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPKBP3A) Lutffity Uyun usai pencangan kampung KB Desa Benua Raya menjelasakan, bahwa banyak kriteria-kriteria untuk penentuan kampung KB, akan tetapi yang utama adalah menyangkut capaian KB yang masih rendah atau biasa di sebut Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), seperti apakah penggunaan alat KB inplan, Medis Operasi Wanita (MOW) dan Medis Operasi Pria (MOP) nya di temukan di sebuah kawasan penduduk, karena kecenderungan di masyarakat lebih kenal menggunakan jenis KB suntik dan Pil.

“kepadatan penduduk di Desa Benua Raya yang mencapai 1.800 lebih dengan KK 754, dan capaian MKJP yang rendah, dan kebanyakan KB suntik serta KB Pil menjadi tolak ukur, dan maksud dari kampung KB ini melihat pada capaian yang rendah terhadap penggunaan KB lain, sehingga outputnya di harapkan dapat menggunakan KB lain selain suntik dan Pil juga tertarik ikut KB Inplan, MOW atau MOP,” terangnya.

Di Desa Benua Raya sendiri tambah Uyun, pasangan usia subur sebanyak 745 orang, dan yang ikut dalam KB aktif sebanyak 542 akseptor.

Di contohkan seperti halnya kampung KB di Desa Tebing Siring Kecamatan Bajuin, pasca di tetapkannya kampung KB di desa tersebut ada 8 orang warga yang ikut dalam program MOP, dan untuk melakukan MOP tersebut akan dilakukan pada saat penetapan kampung KB yang ke 11 di Desa Gunung Melati Kecamatan Batu Ampar, sementara proses MOP nya mengggunakan pelayanan operasi mobile milik provinsi Kalsel, kata Uyun pula

Sementara itu salah seorang akseptor KB Implan Hj. Karlina warga Desa Benua Raya mengungkapkan kalau dirinya sudah selama 9 tahun ikut KB inplan ini, dan tidak ada ikut KB lain seperti suntik atau Pil.

“Alhamdulillah dengan ikut KB inplan tidak terlalu repot, dan selama 3 tahun sekali dilakukan pergantian inplan, di samping program untuk punya anak bisa di atur walau kini sudah punya 4 orang anak,” ungkapnya.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook