PUBLIK

Berawal Melihat, Bisa Tiru Serupa

INFOTANAHLAUT.COM-Alifullah, salah seorang warga binaan di rumah tahanan (Rutan) Pelaihari, Senin (30/1) jari-jemarinya nampak sibuk membenahi kabel-kabel sepeda motor tua yang awalnya tidak hidup sama sekali, bahkan bercampur dengan karat yang menempel di besi kendaraan. Keseibukan Alifullah di bengkel kerja rutan mencoba membuat sepeda motor yang sudah tidak bisa di apa-apakan itu agar bisa kembali hidup dan berjalan layaknya sepeda motor lainnya.

Berkat kecekatannya bersama 2 orang rekannya, sepeda motor tua itu pun dapat hidup, walau terlihat belum di rapikan sejumlah kabel-kabelnya.

Kesibukan Alifullah tidak semata hanya merakit secara perlahan-lahan sepeda motor tua, namun berawal dari melihat dan menerka-nerka, ia pun bersama rekannya bisa menciptakanb mesin pemotong kayu, dan barang-barang yang di gunakaan serba barang bekas, seperti plang pintu besi kamar tahanan yang sudah tidak terpakai lagi, besi-besi tua yang di nilainya masih bisa di pakai, hingga sampai motor penggerak mata gergaji bundar ia yang merangkainya atau mengkanibal dari mesin pembangkit listrik (genset) yang rusak total, hingga menjadi motor penggerak.

Kesibukan lain bagi penghuni rutan Pelaihari juga nampak di samping bengkel Alifullah, beberapa orang juga nampak sibuk bergelut dengan bekas-bekas potongan kayu yang tidak terpakai lagi, dan di sulap menjadi kandang burung yang hasilnya tidak jauh kalah dengan kandang burung yang di jual di pasaran.

Ada sebanyak 5 kandang burung yang sudah jadi, dan siap di gunakan.

Hasil karya penghuni rutan Pelaihari cukup beragam, ada pula yang pandai membuat baju, bahkan baju seragam para pegawai rutan sendiri di buat oleh mereka, dan hasilnya tidak jauh beda dengan para penjahit di luaran.

Kepala Rutan Pelaihari Muhammad Kamal mengatakan, untuk tetap bisa mengasah keterampilan para penghuni Rutan ini, kami kerjasama dengan pihak Balai Kerja Latihan (BLK) Tanah Laut, banyak materi yang di berikan BLK seperti salah satunya pertukangan meubeler, dan selanjutnya di aplikasikan di dalam bengkel rutan.

“hasilnya cukup lumayan, dan pada tahapan kedepan, kami akan mencoba kerjasama dengan pihak ke tiga dalam hal masalah pemasaran hasil karya mereka, karena pemasaran yang sekarang menjadi kendala,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama ini hanya bisa memenuhi pesanan-pesanan lokal, atau hanya di lingkup pegawai Rutan, atau sebatas keluarga pegawai, dan ada pula wacana kerjasama dengan toko-toko yang ada di Pelaihari. Dalam rutan ini sendiri juga di berikan pembinaan kemandirian, supaya mereka ada kesibukan, agar dalam menjalani hukuman tidak terasa, dan sebagai bekal untuk terus berkarya ketika kelak mereka bebas.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook