PEMKAB TALA

Berbeda Pilihan Boleh Tapi Tetap Satu

INFOTANAHLAUT.COM-Ada hal yang mungkin mengejutkan sebagian orang, namun sebagian menganggapnya hal yang biasa, manakala bupati Tala H.Sukamta di hadapan kurang lebih 397 orang yang datang dari unsur Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Karang Taruna, Pendamping PKH, Operator Data, PKH, Korteks, dan Pensos APBN se Kabupaten Tanah Laut, Kamis (4/4/2019) di gedung Balairung Tuntung Pandang Pelaihari, dimana bupati Tala H.Sukamta berpesan dengan kalimat “Berbeda pilihan itu boleh, namun tetap satu”. Kegiatan tersebut merupakan silaturahmi bupati Tala dan wakil bupati Tala bersama pilar-pilar sosial se Kabupaten Tanah Laut. Kalau bicara soal pemilihan, maka jelas bupati itu netral, akan tetapi kalau bicara Sukamta, maka jelas sudah ada pilihan, katanya.
Bupati Tala mengatakan pula, sudah cukup lama atau 6 bulan lewat menginginkan silaturahmi bersama para penggerak bidang sosial. Rasanya memang perlu komunikasi dan komitmen bersama dalam mengatasi masalah sosial di Tala. Updating data dari pilar sangat di butuhkan karena dekat dengan masyarakat sehingga dapat di jadikan pegangan.
“Banyak masyarakat yang mungkin masih belum tahu tentang pilar-pilar dinsos, berharap seluruh pilar punya peran besar di Tala bersama Pemkab Tala yang terus menekan tingkat kemiskinan,”ucap bupati Tala.
Bupati Tala memberikan gambaran, garis kemiskinan di lihat dari pengeluaran tiap bulan. Jika di bawah Rp 447.000 pengeluaran setiap bulannya, maka itu bisa di katakan atau kategori miskin. Program Pemerintah era Jokowi banyak di bidang sosial, salah satunya Kartu Indonesia Sehat (KIS).
“Tidak ihklas jika program sosial pemerintah di caci maki, juga pada bidang pertanian sekarang tidak ada lagi petani pakai golok, karena sekarang semua sudah pakai alat. Pemimpin itu di doakan bukan di caci maki, justru harus di ingatkan. Lewat pilar dinso bisa memberikan penjelasan kemasyarakat, Kalau tidak paham bisa konsultasi ke kepala dinas atau bupati, jangan buat asumsi sendiri,”ucap bupati Tala.
Pada kesempatan tersebut bupati Tala juga meminta kepada pilar-pilar Dinsos untuk juga menggunakan Sasirangan produk dari Desa Marrtadah Baru, jangan pesan dari pengrajin di luar Tala, karena percuma adanya kebijakan yang telah di buat. Semua bertujuan agar perputaran uang hanya di Tala.
Tahun 2018 lalu 4,56 persen penduduk miskin di Tala, sekarang bisa di turunkan menjadi 4,43 persen. Pemkab Tala berkomitmen menurunkan lebih rendah lagi.
Pada silaturahmi juga di hadiri wakil bupati Tala Abdi Rahman, dan kepala dinas sosial Tala Ir.Noor Hidayat.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook