RELIGI

Bersiwak dan Keutamaannya

INFOTANAHLAUT.COM- Diera yang kian modern saat sekarang ini dengan maraknya beraneka jenis produk pembersih mulut dan gigi baik sikat gigi, pasta gigi maupun obat kumur yang tersedia dipasaran mungkin menjadikan kita lupa bahkan tidak mengetahui tentang apa itu siwak?
Menurut bahasa, siwak berarti “menggosok” Sedangkan menurut istilah, siwak yaitu menggunakan sesuatu sejenis kayu atau sesuatu yang kasar untuk membersihkan gigi dan menghilangkan bau mulut. Bersiwak sama seperti menggosok gigi.
Dahulu kala ketika belum ada sikat gigi dan pasta gigi, Nabi Muhammad SAW menggunakan dahan atau akar dari pohon Salvadora persica (bangsa Arab menyebutnya pohon Arok) untuk menyikat gigi dan membersihkan mulut.
Beberapa penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa penggunaan kayu siwak lebih efektif dalam mengurangi bakteri yang ada pada gigi dan mulut dibanding sikat gigi modern.

Secara mekanik, kayu siwak dapat menyikat permukaan gigi seperti halnya sikat gigi. Saat menggunakan siwak, kita tidak perlu menggunakan pasta gigi, karena kandungan dalam pasta gigi seperti antibakteri dan fluoride juga dimiliki oleh siwak (pembersihan secara kimiawi)

Menurut Habib Toher Al Habsyie (Pimpinan Majelis Asmaul Husna Wa Dzikir Addhiya’ul Musthofawy Tanah Laut) disela kegiatan rutin majelis mingguan (24/9/2019) menyampaikan, bahwasanya bersiwak hukumnya sunnah yang berarti tindakan yang sangat dianjurkan untuk mengikuti apa yang dilakukan Baginda Nabi Muhammad SAW bagi umat muslim terutama ketika diantaranya setelah berwudhu, ketika hendak sholat, ketika hendak membaca Al-Qur’an.
Menurut beliau, bersiwak selain membuat mulut menjadi bersih, sehat dan banyak manfaat kesehatan lainnya. Lebih dari itu adalah ittiba’, mengikuti sunah Rasulullah sehingga mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Ibadah (shalat) yang dilakukan dengan bersiwak, lebih afdhal hingga tujuhpuluh raka’at jika dibadingkan tanpa bersiwak” tuturnya.
Adapaun tata cara menurut beliau untuk menyikat gigi dengan siwak adalah dengan memegangnya dengan tangan kanan (jika berniat untuk menjalankan sunnah) dan memulainya dari mengusap bagian gigi depan atas, kanan bawah kemudian kiri atas, kiri bawah hingga mirip seperti pola angka delapan dan lakukan berulang hingga 3 kali.
Mudahan kita terutama umat muslim dapat menjalankan sunnah-sunah Rasulullah hingga dapat lebih meningkatkan kualitas ibadah kita. (Yn)

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook