KECELAKAAN

Bertameng Wakar, Ikut Terlibat Pencurian

INFOTANAHLAUT.COM- Bertamengkan sebagai pekerja wakar di sarang burung walet, namun ada niat untuk menggasak sarang burung walet yang harganya cukup tinggi, maka usaha mencuri pun dilakukan, akan tetap naas di duga terjatuh dari ketinggian dalam suasana yang gelap gulita hingga tewas di tempat.

Masih belum lama atas tewasnya Munawar (40) salah seorang pekerja wakar di sebuah sarang walet Desa Kebun Raya Kecamatan Kintap beberapa waktu lalu, dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh Polisi, ternyata sang wakar adalah pelaku pencurian dan melibatkan pelaku lain.

Katiman seorang petani warga jalan Untung Suropati Rt 3/01 Desa Kebun Raya Kecamatan Kintap adalah rekan korban. Modus kedua pelaku sendiri yakni sengaja ingin mengambil sarang burung walet dan selanjutnya mereka jual.

Singkatnya, Kamis (23/11) lalu sekitar pukul 06.00 wita, awalnya saksi yakni Fasih dan Siti Aisyah yang posisi rumahnya berseberangan dengan sarang burung walet itu melihat ada sebuah tangga tersandar di samping gedung, kemudian mereka melapor ke Maryono selaku pengelola yang di percaya oleh owner sarang walet. Maryono pun bergegas menuju Kintap karena berada di kota Martapura, dengan maksud untuk melaporkan ke Polsek Kintap.

Bersama anggota Polsek Kintap ketika hendak masuk melalui pintu tidak bisa lantaran terkunci, lantas Maryono meminta ijin pemiliknya agar pintu di dobrak.

Saat pintu terbuka, terdapat sesosok mayat laki-laki yang sudah tidak bernyawa dalam posisi terlentang yang di ketahui bernama Munawar. Tidak jauh dari jasad Munawar pun ada terlihat sebuah karung yang tergantung dan berisi sarang burung walet yang siap di panen.

Wakapolres Tala Kompol Iwan Hidayat di dampingi kasat reskrim AKP Alfian Tri Permadi, Selasa (28/11)  dalam keterangan persnya mengatakan, aksi ini merupakan tindakan murni pencurian yang terakait pasal 363 KUHP tentang pencurian, bukan kasus pemukulan atau pembunuhan yang di gembar-gemborkan. Dan setelah di selidiki oleh Satreskrim maka terdapat Katiman, sebagai rekannya Munawar yang menjadi korban karena mungkin saja terjatuh dalam gedung lantaran tinggi dan gelap. Katiman saat di datangi kerumah tidak ada, dan di sampaikan kepada keluarganya untuk menyerahkan diri.

“Katiman pada hari jum’at (24/11) pun menyerahkan diri ke Polsek Kintap, mereka sudah bersindikat melakukan pencurian walet, dan hasil pencurian tidak sempat di bawa kabur atau di jual,” terang Iwan.

Kondisi jasad Munawar sendiri saat di visum di rumah sakit H Boejasin atas adanya keterangan dokter UGD Anisa saat itu memang ada luka robek di kepala, dan memar di dada, sehingga kemungkinan terjatuh dari ketinggian bisa memungkinkan.

Iwan menghimbau agar pemilik sarang walet memasang instrument pengamanan seperti CCTV di sarang walet.

Sementara Katiman saat mengenakan baju khusus bagi penghuni sel Polres Tala berupa warna merah merah bertuliskan “Tahanan Polres Tala” di hadapan awak media mengaku, aksi pencurian baru sekali ini ia dilakukan.

“Saya sudah minta maaf pada Pakde (korban Munawar), dan baru saja kenal saat ada pertunjukan kuda lumping di desa, dan soal menjual pun tidak tahu kemana,” katanya.

Aksi pencuran sarang walet ini mengakibatkan kerugian sebesar Rp 3 juta rupiah. Sejumlah barang bukti dari pencurian sarang burung walet berupa peralatan buruh bangunan gergaji, tang, linggis, kapal yang di modifikasi, tali karet, tali tambang plastik, karung plastik, tangga panjang 16 meter serta satu bungkus sarang burung walet dalam amplop warna coklat ukuran besar di sita untuk kepentingan penyelidikan.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook