POLRES TALA

Bisnis Sabu Dan Inex Di Jalankan Oknum Guru Madrasah Swasta

INFOTANAHLAUT.COM-Berprofesi sebagai guru agama di salah satu Madrasah Swasta di Kabupaten Tanah Bumbu berharap akan dapat mencetak generasi yang agamis dan bermanfaat bagi bangsa, negara dan agama, akan tetapi bagaimana jika oknum guru yang masih berstatus guru honorer di salah satu Madrasah Swasta di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu ini menyambi jualan sabu-sabu dan pil ektasi ke wilayah Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Bahkan setelah dirinya tertangkap oleh jajaran Polsek Kintap, barang bukti narkoba darinya merupakan terbesar dari pengungkapan kasus narkoba,yakni sabu-sabu seberat 51,28 gram dan pil ektasi warna hijau melon sebanyak 72 butir.
Heri Surya Lutfi sang oknum guru honorer di Madrasah Swasta warga Jalan Provinsi Perumahan Citra Desa Sungai Cuka Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu, harus mendekam di penjara lantaran berbisnis narkoba.
Heri dalam menjalankan bisnis ini tentulah termotivasi dengan kondisi sebuah wilayah atau daerah pemasarannya, yang mungkin menurutnya narkoba di butuhkan sebagai doping atau penambah kekuatan dalam bekerja, utamanya pada daerah pertambangan.
Kapolsek Kintap Akp Teguh, Kamis (31/10) kemarin di Mapolres Tala mengatakan, memang sebelum dilaksanakanya operasi antik 2019 ini sudah di petakan siapa-siapa yang memiliki atau Bandar narkoba di wilayah Kecamatan Kintap, sehingga ketika operasi antik intan di mulai maka langsung bergerak ke sasaran yang sudah di petakan.
“Untuk inex tersebut dari keterangan pelaku di dapat dari daerah Sungai Danau Kabupaten Tanah Bumbu,”terang Kapolsek.
Sementara itu pengakuan Heri Lutfi pelaku saat di Polres Tala mengutarakan, narkoba di dapatkan dari Sungai Danau Kabupaten Tanah Bumbu, dan datang biasanya dalam jumlah 5 sampai 10 butir, dan harga per biji ektasi ada yang Rp 400.000 sampai Rp 500.000, dan siapa yang pesan maka di antar dengan upah di dapat antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000.
Dari hasil operasi antik intan 2019 di wilayah hukum Polres Tala di berbagai Polsek telah pula mengungkap kasus narkoba, berikut dengan para pelakuknya yang juga ada perempuan.
Kabag Ops Polres Tala Akp Novi Adiwibowo, Kamis (31/10) di Mapolres Tala dalam laporan operasi antik intan 2019 di damping kasat narkoba Polres Tala Akp Yudo Kumoro Pardede mengungkapkan, sejumlah narkoba di Polsek Kurau sabu-sabu seberat 0,06 gram, Polsek Tambang Ulang 0,04 gram, Polsek Pelaihari 0,01 gram, Polsek Takisung 0,72 gram, Polsek Panyipatan 0,11 gram, Polsek Jorong 4,40 gram, Satpolair 0,06 gram, dan yang terbesar di Polsek Kintap seberat 51,28 gram.
“Total kasus untuk narkoba sabu-sabu sebanyak 18 kasus dengan tersangkanya sebanyak 22 orang, dan barang bukti uang sebesar Rp 650.000,”papar Kabag Ops.
Sabu-sabu dan inex itupun di musnahkan dengan cara di masukan dalam Blender Gelas. Dan dalam pemusnahan di saksikan Pihak Pengadilan Negeri, Kejaksaan serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tanah Laut.
Hasil pemusnahan narkoba selanjutnya di masukan ke dalam safety tank di kantor Polres Tala serta di saksikan langsung oleh para tersangka.
Di tempat yang sama, Budhy SN kasi Rehabilitasi BNN Tanah Laut mengungkapkan, upaya-upaya dari BNN Tanah Laut salah satunya melakukan sosialisasi pada daerah-daerah selatan seperti Kecamatan Jorong, Asam-Asam dan Kecamatan Kintap hingga sampai ke masyarakat pesisir, karena di daerah-daerah tersebut merupakan pintu masuknya dan beredarnya narkoba,ungkapnya.Tung

0
0%
like
0
0%
love
2
40%
haha
0
0%
wow
1
20%
sad
2
40%
angry

Komentar Facebook