PEMERINTAHAN

Blangko KK Dan Akte Tiba, E KTP Masih Kurang

INFOTANAHLAUT.COM- Selasa (11/4) di salah satu ruangan kerja staf yang berdekatan dengan ruan kerja kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), nampak beberapa orang tengah membongkar sebuah bungkusan kardus. Itulah ia, blangko-blangko untuk Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran telah tiba di kantor Disdukcapil.
Ada sebanyak 20.000 lembar KK, dan sebanyak 10.000 lembar Akte Kelahiran yang di terima Disdukcapil dari pemerintah pusat. Sementara untuk blangko Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) masih belum tiba.
Di jelaskan oleh kepala Disdukcapil Tala Nur Hayati mengatakan, untuk proses cetak E-KTP yang sudah di nyatakan Print Ready Record ada sebanyak 8.000, namun itu pun masih belum bisa dilakukan pencetakan karena server di pusat belum di buka.
“sementara bagi warga yang belum memiliki E-KTP di buatkan atau di terbitkan surat keterangan, dimana di dalam surat keterangan itu sudah memuat kode data rekam,” jelasnya.
Pihak Disdukcapil sendiri dalam menuntaskan pencetakan E KTP dalam sehari mampu sebanyak 100 lembar per hari unutk satu alat cetak yang hanya mampu memproduksi E KTP sebanyak 50 lembar, karena saat ini ada 4 buah alat cetak, sehingga kalau di lembur dari pukul 20.00 wita sampai 24.00 wita tetap terus di kerjakan. Mesin cetak sendiri juga butuh untuk istirahat, tidak bisa di paksakan mencetak lebih dari 50 buah.
Kekurangan blangko E KTP terang Nur Hayati pula, masih berkisar 19.000 buah, proses cetak sendiri bisa lancar asalkan jaringan tidak bermasalah dan tidak terjadi pemadaman listrik, dan kondisi normalnya dalam mencetak E KTP bisa mencapai 200 lembar per harinya.
Untuk stok blangko Akta Kelahiran sendiri masih ada sebanyak 18.000-an, dan di bulan Desember 2016 lalu telah tercetak sebanyak 25.000, dan ada sebanyak 5.000-an E KTP yang bisa di katakana mengalami kerusakan, baik itu karena faktor perubahan status, hilang, rusak dan kedatangan warga baru.
Ia menambahan, memang untuk bisa mendapatkan blangko KK maupun Akte Kelahiran harus di ambil langsung ke Jakarta dan sudah ada jadwalnya bahwa dalam sekali mengambil itu ada 50 kabupaten/kota se Indonesia. Karena dengan mengambil langsung resiko tertukar itu sangat kecil, beda dengan di kirimkan melalui jasa pengiriman yang dulu pernah tertukar untuk Kecamatan Kintap bahkan nyasar sampai ke Papua, ungkapnya.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook