IPTEK

Blank Spot Hambat Pelayanan Pemerintahan

INFOTANAHLAUT.COM-kesulitan di rasakan warga Desa Tanjung di Kecamatan Bajuin dan aparat desa setempat karena tidak bisa mengakses internet, pasalnya jaringan telpon seluler tidak sampai ke desa tersebut. Hal ini jelas menjadi satu hambatan ketika aparat desa untuk memberikan laporan-laporan kegiatan desa ke kecamatan, demikian di utarakan Sukandar selaku kepada Desa Tanjung, Jum’at (30/8) usai peresmian Rumah Dataku oleh bupati Tala H.Sukamta di balai Desa Tanjung.
Rumah Dataku merupakan program dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Tanah Laut.
Sukandar menambahkan, saat sekarang yang namanya memberikan akses pelaporan maupun mendapatkan informasi sejatinya bisa dilakukan melalui smart phone, namun sangat di sayangkan jaringan atau signal telpon seluler belum mencapai ke desa, sehingga jika ingin melakukan pengiriman data-data atau laporan harus pergi dulu ke desa tetangga, ucapnya.
Desa Tanjung sendiri berada di bagian ujung sebelum Dusun Riam Pinang yang di kelilingi jalur pegunungan Meratus. Sementara jika menyangkut akses jalan di Desa Tanjung bisa di bilang bagus karena sudah beraspal walau di beberapa titik masih terlihat kerusakan.
“Atas kondisi demikian, meminta kepada Pemkab Tala untuk bisa memperjuangkan dan mengupayakan jaringan atau signal telpon seluler bisa masuk ke Desa Tanjung,” kata Sukandar pula.
Atas usulan Kades Tanjung tersebut, bupati Tala H Sukamta mengatakan, diakui memang di Desa Tanjung masih terkendala blank spot menyangkut jaringan telpon seluler, dan sudah beberapa kali meminta kepada provaider telpon seluler untuk menambah BTS supaya Desa Tanjung tidak ketinggalan dalam segi tehnologi.
“Sulitnya sinyal telpon seluler juga bisa membawa dampak terhambatnya seluruh pelayanan pemerintahan maupun dalam penyampaian informasi yang penting ke masyarakat, namun masih belum ada respon dari provaider. Tidak semata hanya wilayah Desa Tanjung saja, ada 1 desa yang masih blank spot yakni Desa Tebing Siring,”ucap Sukamta.
Perkembangan tehnologi yang bisa di dapat dalam genggaman tangan melalui smart phone saat sekarang terus berkembang, namun sayangnya bagi masyarakat di Desa Tanjung dan Tebing Siring belum bisa menikmati tehnologi tersebut.
Di utarakan Nor Kholiq warga dari Dusun Riam Pinang Desa Tanjung yang juga ketua dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Wani Hangit, jika ingin mengirim laporan kejadian kebakaran lahan, maka harus bergeser dulu ke sebuah lokasi bekas pertambangan batu besi guna mendapatkan sinyal, hal itu bisa saja dilakukan pada malam hari karena laporan kejadian kebakaran lahan harus di kirim segera jika terjadi kebakaran pada malam hari.
“Kalau perlu bahkan harus memanjat pohon hanya untuk mendapatkan sinya untuk mengirim laporan,”tutup Kholiq.Tung

2
66%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
1
33%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook