PUBLIK

BLH Nilai Rusak Alam, Dan Harus Dihentikan

INFOTANAHLAUT.COM-Tewasnya lima orang pekerja di tambang emas illegal di daerah Deladak, Desa Bajuin Rt 6 Kecamatan Bajuin kemarin, cukup menjadi atensi publik di Kabupaten Tanah Laut, termasuk bagi instansi tehnis yang erat sangkut pautnya dengan lingkungan yakni Dinas Lingkungan Hidup.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tala Riyadi, Jum’at (10/2) mengatakan, kejadian tersebut sangat memprihatinkan bagi kita semua, dan memang pada lokasi tersebut daya tarik masyarakat cukup besar, lantaran memang kandungan emas juga cukup lumayan banyak.

“lokasi tersebut secara tehnis dari hasil kajian memang sebagai jalur atau urat kandungan potensi emas yang besar, namun demikian di lokasi itu juga masuk dalam kawasan hutan lindung, dan sangatlah tidak mungkin kegiatan pertambangan emas itu di legalkan, karena ada ketentuan-ketentuan hukum yang harus di penuhi jika harus di legalkan dan itupun prosesnya cukup panjang,”ucapnya.

Tewasnya 5 orang penambang tersebut lanjut Riyadi, dalam tehnik penambangan tidak di lengkapi dengan faktor safety (keamanan), dan tidak menggunakan cara menambang yang benar, sehingga hasilnya alam menjadi rusak dan dalam kontek menyangkut lingkungan, makka hal itu harus di hentikan.

Dinas Lingkungan Hidup sendiri selaku melakukan pengawasan terhadap penambang-penambang yang legal secara rutin 3 kali dalam seminggu, dan untuk kegiatan illegal ini memang kita selalu koordinasi dengan pihak-pihak yang berwajib.

Solusi yang tepat memang harus di berikan alternatif pekerjaan lain yang jauh lebih aman bagi masyarakat, apakah itu di tentukan zona pertambangan rakyat, namun demikian jika ada pertambangan rakyat apakah di dalamnya terdapat potensi sumber daya emasnya.

Riyadi menambahkan, solusi untuk pertambangan rakyat untuk bisa di legalkan itu yang harus dilakukan, namun juga melihat kandungan sumber daya alamnya juga berupa emas.

Pasca insiden tersebut di khawatirkan sosial ekonomi warga terganggu, maka dalam hal ini akan di usulkan ke pimpinan daerah dan itu merupakan suatu kewajiban bagi pemerintah daerah untuk bisa menciptakan peluang kerja tambang yang legal dan aman.

Sementara itu bagi pihak Polres Tanah Laut yang melakukan penyelidikan terhadap kasus tewasnya 5 pekerja tambang emas illegal kini terus bekerja.

Kapolres Tala Akbp Sentot Adi Dharmawan mengatakan, sejak tahun 2014 lalu sudah dilakukan upaya prehentif, prepentif sampai dengan upaya refresif.

“belajar dari kasus yang menewaskan 5 orang ini tentunya dari sisi sosial harus di soroti, kita rekomendasikan ke Pemkab Tanah Laut untuk melakukan upaya-upaya kepada masyarakat yang bekerja di tambang illegal ini,”jelasnya.

Ia menambahkan, tidak mungkin untuk terus melakukan upaya hukum terus semata-mata jika alternative atau solusinya tidak ada, dan tidak mungkin mereka main kucing-kucingan terus dengan aparat, maka tidak akan selesai masalah ini.

Seperti di beritakan, 5 orang pekerja yang tewas akibat tertimbun reruntuhan tanah galian tambang emas illegal yakni Noor Ipansyah Rt 5, Sarpani Rt 3 dan Abdul Sukur Rt 7 warga Desa Bajuin, kemudian Ismail Rt 1 Desa Tanjung dan Junaidi warga Desa Kunyit, kesemuanya dari Kecamatan Bajuin.

Sejumlah barang bukti dari kegiatan penambangan emas illegal ini pun telah di sita Satreskrim Polres Tala yakni mesin dongfeng, pipa-pipa, selang air, dan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan penambangan emas.baz

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook