PUBLIK

BNN Tala Ungkap Hasil Kerja Tahun 2019

INFOTANAHLAUT.COM-Luas wilayah Kabupaten Tanah Laut mencapai 3.613,35 km persegi atau 9,71 persen dari luas dari provinsi Kalsel, yang terbagi atas 11 kecamatan dan 135 desa,tentulah menjadi tantangan bagi Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Tanah Laut dalam memantau peredaran narkoba.
Selama kurun satu tahun,BNN Tanah Laut,Rabu (4/12) menggelar ekpose di hadapan awak media di stand Expo 2019 di halaman Pertasi Kencana Pelaihari.
Kepala BNNK Tala M. Faisal Sidiq mengutarakan,sebuah bentuk tanggung jawab selaku instansi pemerintah,dan yang di berikan anggaran dari pemerintah,maka hasil kinerja selama satu tahun wajib di sampaikan.
Sesuai dengan pidato presiden Joko Widodo tanggal 16 aguatus 2017 lalu yang menyebitkan Indonesia darurat narkoba,maka pidato tersebut jelas di tunjang data. Diakui narkoba saat sekarang sudah merabambah sampai ke desa-desa terpencil.
Di jelaskan Sidiq,data terakhir tahun 2017 hasil kajian Universitas Indonesia (UI) dan BNN secara nasional berada di angka 1,17 persen,justru di Kalsel lebih dari nasional yakni 1,97 persen. Kenapa Kalsel lebih tinggi,salah satunya pengguna charnophen atau zenith.
Tahun 2018 sudah berkurang karena ada peraturan baru,zeniht masuk dalam kategori narkotika golongan 1.
“Narkoba di telisik ternyata di dalamnya ada urusan bisnis dan urusan dapur,karena keuntungan yang besar. Contoh sabu seberat 1 gram di Indonesaia seharga Rp 1,5 juta,sehingga bisa di katakan sebagai bisnis turun temurun,”terangnya.
Pada BNN Tala sendiri kini ada 20 orang relawan yang di bentuk.
Sidiq memaparkan,jumlah klien rahabilitasi di klinik Pratama BNN Tala berdasarkan jenis pekerjaan dan keadaan per 30 November 2019,pelajar sebanyak 24 orang (79,59 persen),ASN 2 orang (5,88 persen),Polisi 1 orang (2,94 persen), Swasta 3 orang (8,82 persen) dan tidak bekerja 1 orang (2,94 persen).
Melihat pada pelajar yang tinggi BNN terus jemput bola melakukan sosialisasi tentang narkoba.
Sementara untuk jenis narkoba yang di konsumsi klien rehabilitasi di klinik Pratama BNN Tala yakni jenis extasi,sabu-sabu,charnophen (Zenith), Dextromehorpan (Buaya Kuning),alkohol, nikotin,serta lem.
Dilaporkan pula pada desa-desa tindak pidana narkoba di Kabupaten Tanah Laut yakni Desa Nusa Indah Kecamatan Bati-Bati,Desa Handil Babirik Kecamatan Bumi Makmur,Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau,Desa Tabanio Kecamatan Takisung,Desa Batakan Kecamatan Panyipatan,Desa Tajau Pecah Kecamatan Batu Ampar,Desa Asam-Asam Kecamatan Jorong,Desa Pandan Sari Kecamatan Kintap,Desa Tanjung Kecamatan Bajuin dan Desa Ambungan Kecamatan Pelaihari.
Pada jumlah tindak pidana narkoba 3 tahun terakhir dari 159 kasus tahun 2017,tahun 2018 sebanyak 101 kasus, tahun 2019 naik jadi 112 kasus,dan untuk barang bukti narkoba dari tahun 2018 sampai 2019 yakni extasi 76 butir,sabu 479,53 gram,dan daftar G 995 butir.
“Klinik Napza di beberapa Puskesmas sebagai perpanjangan tangan BNN di wilayah kecamatan. Dan yang perlu di tekankan banyak salah persepsi tentang rehabilitasi akan di tangkap,tapi justru BNN melindungi korban dari penyalahgunaan narkoba,”tutup Sidiq.
tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook