PEMERINTAHAN

BPBD Ketiban Dana Hibah

INFOTANAHLAUT.COM-Tahun ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut mendapatkan dana hibah dari Kementerian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPD) sebesar Rp 8,5 milliar rupiah.
Dana tersebut di peruntukan untuk kegiatan pasca bencana banjir yang melanda di daerah.
Kepala BPBD Tanah Laut H.M.Noor, Selasa (4/4) mengatakan, pernah BPBD mengusulkan bantuan pasca bencana, dan berdasarkan dari perhitungan analis dari tehnis muncul angka akibat kerusakan pasca bencana benjir sebesar Rp 6.682.900.000 milliar, namun di realisasikan sebesar Rp 5.800.000.000 milliar.
Lebih lanjut ia menambahkan, tandan tangan hibah dari Kementerian Keuangan dengan bupati sudah dilakukan di penghujung bulan Maret lalu, tepatnya hari Rabu 29 Maret 2017, dimana penandatanganan dilakukan oleh bupati Tala bersama Dirjen Perimbangan Keuangan Boediono Teguh Widodo di Auditorium lantai 15 Graha BNPB jalan Pramuka Jakarta Timur.
Selanjutnya terhadap dana hibah tersebut di gunakan untuk perbaikan atau rehabilitasi pasca bencana banjir, dimana ada 4 buah titik jalan yang di perbaiki yakni di Kecamatan Kurau jalan Handil Negara menuju Kali Besar, Handil Negara menuju Tambang Sarinah dan jalan Pahlawan di dekat pasar Kurau. Perbaikan lainnya yakni di Kecamatan Bumi Makmur yakni jalan Kurau Utara menuju Handil Suruk.
Tidak semata hanya perbaikan jalan, pasca banjir yang menjadi korbannya adalah sawah milik petani, untuk itu di sektor pertanian pun juga melalui dana hibah tersebut di gunakan untuk pengadaan peralatan pertanian seperti Hand Traktor dan mesin perontok padi.
“untuk peralatan pertanian tersebut dari hasil verifikasi tim dari Kementerian Keuangan dan BNPB ada sebanyak 62 paket, dimana dalam satu paket isinya 1 buah hand traktor dan 2 buah mesin perontok padi yang di peruntukan ke 4 kecamatan yakni Kecamatan Bumi Makmur, Kurau, Tambang Ulang dan Bati-Bati,” jelas M Noor pula.
Yang jelas tambahnya, dana hibah di manfaatkan untuk bantuan sesuai dengan hasil verisikasi tim, namun masih di lihat kesesuaian harga barang atau alat, pendek kata dengan jumlah dana Rp 5,8 milliar itu apakah cukup untuk di belikan peralatan, namun paketnya tetap sebanyak 62 paket. Dan saat sekarang juga tengah berpacu dengan waktu, mempersiapkan dokumen-dokumen agar pencairan bisa di lakukan, tutup M Noor.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook