POLRES TALA

Bripka Trie Terapkan Metode Pengembalian Kepercayaan Diri

INFOTANAHLAUT.COM- Mengurung diri di dalam sebuah kamar rumah yang pengap, berselimutkan rasa tidak percaya diri, maka di pastikan akan berujung pada kesendirian dalam kurun waktu yang cukup lama, mengurung dan mengurungkan dirinya.
Sosok pria yang masih di bilang sangat muda dan masih memiliki masa depan yang cerah, Syamsudin (25) warga Desa Handil Gayam Rt 2 Rw 1 Kecamatan Bumi Makmur. Anak nomor 4 dari pasangan Misran dan Fauziah ini, sudah selama 2 tahun hanya mengurungkan dirinya di dalam sebuah kamar rumah yang juga tidak layak huni. Adanya sedikit gangguan kejiwaan yang di alami Syamsudin, maka tidak ada teman untuk di ajak bicara, sementara di ajak bicarapun Syamsudin hanya bisa tersenyum seolah enggan di ajak bicara. Hanya bisa duduk dan tidur yang bisa dilakukan sehari-hari dan hal itu sudah berlangsung selama kurun waktu 2 tahun. Jika kondidi lapar, ia hanya keluar cari makan di rumah pamanya Abdul Rahim lantas usai makan masuk ke kamar dan tidur lagi, begitulah selama 2 tahun lamanya enggan bergaul dengan lingkungan.
Lamanya waktu 2 tahun di jalani Syamsudin yang mengurung diri di kamar rumah kayu itu turut mempengaruhi kondisi fisiknya yang ikut kurus plus rambut bergelombang yang juga kian memanjang hingga menutupi leher jika di lihat dari arah belakang.
Cerita dari sang ayah Syamsudin yakni Misran, memang dulu pasca mencari Kodok di sawah, ia terinjak kawat di sawat yang di aliri setrum listrik, maklum untuk petani dengan kawat bersetrum listrik tersebut guna mengusir hama tikus. “setelah kejadian tersebut sekitar seminggu lamanya, Syamsudin memutuskan untuk tinggal di dalam kamar rumah pamanya Abdul Rahim yang sebagian ruangan rumah di jadikan gudang penyimpanan tumpukan padi dalam karung yang sudah di panen,”kata Misran.
Dengan nada lirih Misran bercerita, namanya pengobatan alternatif dengan beragam macam syarat yang di minta sudah dilakukan, namun tak kunjung membuat Syamsudin berubah atau hidup normal layaknya anak seusianya.
Kondisi Syamsudin ini menjadi satu catatan terkhusus bagi Kanit Binmas Polsek Kurau Bripka Trie Wardoyo.
Kamis (19/4) Bripka Trie Wardoyo pun meluncur ke Desa Handil Gayam menuju rumah yang di huni Syamsudin sendirian itu.
Beberapa kerabat keluarga dekat Syamsudin maupun anak remaja seusia Syamsudin mulai berdatangan manakala mendengar kalau Syamsudin bakal di keluarkan dari tempat ia menyendiri.
Langkah pertama yang dilakukan Bripka Trie Wardoyo mengajak dialog dengan Syamsudin di kamar rumah yang pengap udara, Syamsudin hanya mengenakan celana pendek tanpa baju dengan cucuran keringat terlihat. Seraya membelai-belai rambut setengah keriting yang sudah cukup panjang agar mau di cukur.
Syamsudin hanya tersenyum dan tak banyak bicara, namun ia mengerti kalau ajakan Bripka Trie memintanya untuk cukur rambut. Al hasil, Syamsudin manut dengan ajakan Bripka Trie untuk cukur rambut.
Peralatan cukur seperti gunting rambut dan alat potong rambut elektrik pun beraksi di atas kepala Syamsudin. Aksi cukur rambut pun dilakukan Bripka Trie yang di bantu Fani salah seorang yang memang buka usaha potong rambut di desa tersebut.
Tak berselang lama, rambut gondrong Syamsudin telah di babat, dan woow…Syamsudin terlihat ganteng.
Cukur rambut selesai, Bripka Trie lantas memandikan tubuh Syamsudin. Tak peduli seragam dinas yang di kenakan Bripka Trie yang terkena percikan air sabun tak membuat Bripka Trie berhenti membersihkan tubuh Syamsudin, termasuk memotong semua kuku-kuku tangan hingga semua kuku kaki Syamsudin.
Syamsudin hanya bisa tersenyum kecil, barangkali merasakan dinginnya air yang di siramkan Bripka Trie saat memandikan, belum lagi busa sabun yang memenuhi tubuh kurusnya.
Melihat pada kondisi Syamsudin terang Bripka Trie Wardoyo, faktor utama yang bisa kembali membangun kepercayaan dirinya adalah sering-sering melakukan komunikasi dengannya, pendek kata sering-sering di tagur (di sapa). Jangan ia di kucilkan, tapi libatkan ia dalam segala kegiatan yang ada di kampung, maka inshaa allah secara perlahan kondisi gangguan kejiwaan yang sedikit ia alami akan hilang.
“ini panggilan jiwa dan tersentuh hati untuk melakukan sesuatu yang terbaik untuknya, dengan niat ikhlas semata demi hidup membaiknya Syamsudin,”kata Bripka Trie.
Lantas langkah apa yang akan di ambil dengan Syamsudin ?
Sangatlah sederhana obatnya yakni bangun komunikasi dengan Syamsudin secara terus menerus dan dengan sedikit memberikan sedikit kegiatan kepadanya, secara rutin di monitor, atau bahkan di ajak jalan-jalan naik motor keliling kampung, di perlihatkan televisi, di samping yang utama adalah dengan do’a kepada Allah SWT serta dukungan dari pihak keluarga, berharap ada perubahan yang membaik kepada Syamsudin.
Aksi pendekatan membangun komunikasi oleh Bripka Trie yang bertekad agar Syamsudin bisa hidup normal mendapat apresiasi warga. Karena sebelumnya warga juga hanya bisa pasrah dengan kondisi Syamsudin.
Abdu Sahid kades Handil Gayam merasa sangat bersyukur di tengah-tengah kesibukan Bripka Trie Wardoyo sebagai Kanit Binmas Polsek Kurau yang fokus ke warganya.
“diakui kalau Syamsudin sangat tertutup selama 2 tahun dengan warga, Alhamdulillah semoga metode penyembuhan yang di terapkan Bripka Trie bisa membawa perubahan yang lebih baik,”kata Sahid.
Saat kumpul bersama, Syamsudin masih enggan bersuara, hal itu bisa di maklumi oleh orang-orang sekitar karena selama 2 tahun menyimpan dirinya di dalam kamar rumah, baru sehari kemarin ia duduk bersama orang-orang.
Di ajak foto bersama, Syamsudin masih terlihat menundukan kepala, namun sesekali di sapa teman sebayanya.
Berani duduk di antara kerabat dan teman sebayanya, membuat Bripka Trie cukup lega, karena pertanda bahwa ia secara perlahan mulai beradaptasi dengan lingkungannya setelah selama 2 tahun menyimpan dirinya.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook