SALAM REDAKSI

Bulan Desember Bulan Berarti Bagi Isna

INFOTANAHLAUT.COM-Bulan Desember merupakan sebuah janji yang di ucapkan oleh Dr.Hj.Isna Farida selaku Direktur Rumah Sakit H.Boejasin Pelaihari, di bulan itulah untuk segera beroperasinya rumah sakit baru di Kelurahan Sarang Halang yang megah dengan 7 lantai tersebut.
Tentu saja yang namanya janji maka wajib untuk di penuhi, dan pernyataan tersebut penuh dengan keyakinan bagi selevel seorang Direktur Utama.
Lontaran kepastian beroperasinya rumah sakit seharga Rp 300 milyar tersebut secara gamblang di utarakan Direktur RSUD H.Boejasin Dr.Hj.Isna Farida di hadapan anggota komisi 2 DPRD Tala saat melakukan kujungan lapangan ke rumah sakit baru.
Tanpa ragu, saat awak media maupun anggota komisi 2 menanyakan “Kapan rumah sakit megah ini bisa beroperasi, karena warga di Tala sudah menunggu”, maka di jawab sang Dirut, dengan memanfaatkan momentum hari jadi Kabupaten Tanah Laut tahun 2019 ini, tepatnya di bulan Desember rumah sakit beroperasi, ujarnya.
Sontak saja, anggota komisi 2 DPRD Tala ini pun saling memandang bangunan megah itu sesuai kehendak hati dari berbagai sudut ruangan, manakala jawaban lugas Dirut rumah sakit yang menyatakan bulan Desember rumah sakit beroperasi.
Bulan Desember jelaslah menjadi catatan bagi komisi 2 yang datang melihat lebih dekat fisik rumah sakit, dan hanya sebatas menanyakan kapan opersional rumah sakit termegah di tingkatan kabupaten di Kalsel ini.
Komisi 2 sudah pasti mencatatnya bahwa di bulan Desember rumah sakit sudah di buka untuk di bahas dalam rapat komisi selanjutnya.
Rumah sakit megah di bangun dari tahun 2016 lalu, sudah pasti barang-barang pendukung rumah sakit serba baru.
Semua serba baru, namun apa sudah pernah dilakukan uji coba, apa sudah dilakukan pengecekan sesuai fungsi alat maaing-masing, baik itu AC nya, alarmnya, CCTVnya, dan lain sebagainya hingga kepada hal yang tidak kalah penting yakni air kran di toilet.
Namun, sisa waktu 2 bulan kedepan sejumlah peralatan yang masih baru pada hilang. Shower, komponen elektrik hingga sampai Network Video Recorder (NVR) kapasitas 1 TB sebagai sentralnya kamera pengintai atau CCTV. Konon harganya sama dengan mobil bekas Honda CRV yakni Rp 357 juta lebih turut hilang.
Satu contoh peralatan eletrik bernama MCCB 2.500 Ampere harganya sama dengan sebuah mobil Avanza bekas yakni Rp 114 juta lebih juga hilang.
Fantastis memang harga-harga peralatan pelengkap rumah sakit, karena sudah pasti spesifikasinya yang berkelas di pasang.
Namun dari semua peralatan seharga ratusan juta rupiah itu apa sudah di uji coba.
Operasional peralatan yang sudah terpasang sendiri juga sebagian hilang, padahal peralatan elektrik yang hilang sangat vital untuk beroperasinya sebuah rumah sakit.
Konsep awal dalam bentuk desain gambar rumah sakit baru sudah pasti terinci, bahkan mungkin barangkali 1 meter pipa saja, baik itu pipa untuk AC maupun untuk air bersih tergambar sangat jelas.
Pemkab Tanah Laut tentu tidak ingin grasak-grusuk dalam mengoperasikan rumah sakit baru ini, dan sebagai bentuk keseriusan Pemkab pun bakal mengucurkan Rp 100 milliar lagi untuk melengkapi sarana yang kurang pada rumah sakit seperti Instalasi Pembuatan Air Limbah (IPAL) dan lain sebagainya.
Konsep membuat tambahan bangunan fisik setelah oleh PT. Pembangunan Perumahan Tbk (PP) selesai membangunnya, dan menyerahkannya ke Pemkab Tala, di pastikan punya desain gambar secara menyeluruh tentang rumah sakit, sehingga jika ingin membangun sarana baru di butuhkan koneksi yang tepat dengan konsep semula, atau tidak asal bangun, karena kalau tidak terkoneksi dengan desain awal, barangkali anggaran hanya terbuang.
Rumah sakit baru, telah sepenuhnya di serahkan oleh PT.PP ke Pemkab Tala. Semoga, di bulan Desember 2019 ini, harapan warga yang begitu menunggu-nunggu rumah sakit beroperasi dengan baik bisa maksimal, dan tanpa harus di paksakan dalam kondisi yang diakui masih belum 100 persen.
Kado terbesar di usia ke 54 tahun Kabupaten Tanah Laut adalah rumah sakit baru H.Boejasin ini.
Kehadirannya sangat di harapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat di Kabupaten Tanah Laut maupun di luar Tala, karena obsesi kedepan dengan rumah sakit baru ini Kabupaten Tanah Laut masyarakatnya nol persen rujukan ke rumah sakit lain, semua bisa di layani di rumah sakit baru H.Boejasin.
DPRD, dan Pemkab Tala serta masyarakat memberikan suport agar rumah sakit megah ini bisa beroperasi.
Manajemen rumah sakit sendiri jangan takut akan saran maupun kritikan dari publik terhadap rumah sakit baru ini. Jadikan kritik dan saran untuk kemajuan bersama, karena Rp 300 milliar uang rakyat bertumpu di rumah sakit ini. (*)

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook

Tentang Penulis/Jurnalis

Tim Jurnalis

Tim Jurnalis

Kami akan selalu berusaha memberikan informasi yang aktual dan terpercaya kepada pembaca setia infotanahlaut.com. Semoga media ini bisa menjadi media penambah khasanah informasi khususnya dari Kabupaten Tanah Laut.